Sumber Gambar: Instagram Adkesma Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga
Isu kenaikan UKT menggemparkan dunia pendidikan di Indonesia. Beberapa universitas diketahui telah memutuskan kenaikan biaya UKT (uang kuliah tunggal), tak terkecuali Unair yang dikabarkan turut menerapkan kebijakan tersebut pada mahasiswa baru semester mendatang. Kabar tersebut cukup meresahkan mahasiswa hingga menuai banyak protes yang kemudian ditanggapi oleh BEM Unair dengan merilis jaring aspirasi pada Jumat (17/05).
Jaring aspirasi dari Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM Unair ini mengajak seluruh mahasiswa untuk mengisi form yang telah disebarkan oleh masing-masing BEM fakultas. Tujuan dari jaring aspirasi ini adalah untuk menampung pendapat seluruh mahasiswa supaya dapat diteruskan dan didengar oleh para petinggi universitas.
“UKT Unair naik, hal itu sudah tertera di website PPMB. Kenaikan UKT buat angkatan 2024 atau mahasiswa baru, sedangkan pihak kampus juga ingin menaikkan UKT seluruh angkatan,” ujar salah satu anggota BEM Fakultas Ilmu Budaya Kementerian Adkesma, pada Minggu (19/05).
Melalui website PPMB, terdapat perbedaan yang cukup menarik perhatian mahasiswa terhadap kenaikan UKT antara tahun 2023 dan tahun 2024. Tahun 2023 hanya ada empat golongan dengan golongan pertama terdiri atas tiga kelompok nominal yang berbeda. Contohnya, UKT golongan I di Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang: IA Rp0-500.000, IB Rp1.000.000, dan IC Rp2.400.000. Sedangkan, di tahun 2024 penggolongan ini berubah menjadi tujuh. Golongan I dimulai dengan nominal Rp500.000 dan golongan VII dengan nominal Rp9.000.000. Perbedaan kenaikan UKT antara tahun 2023 dan tahun 2024 sekitar Rp1.000.000–Rp3.000.000.
“Semester kemarin, UKT saya di golongan II dengan nominal Rp5.000.000. Tapi, di website PPMB sekarang UKT berada di golongan IV dengan nominal Rp6.000.000. Naik Rp1.000.000, membuat saya takut dengan kenaikan itu,” ujar salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya program studi Bahasa dan Sastra Jepang, pada Senin (20/05).
Sebelumnya, terdapat informasi di media berita yang menyatakan bahwa UKT di Universitas Airlangga tidak akan naik. Alasannya, agar tidak membebani keuangan mahasiswa. Akan tetapi, hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan. UKT tetap naik disertai dengan penambahan golongan. Nominal yang bertambah di setiap program studi berbeda-beda. Dalam website PPMB, UKT paling tinggi masih berada di program studi kedokteran.
“Sebenarnya ketakutan saya banyak. Pertama, karena adik-adik saya semakin dewasa sehingga kebutuhan juga semakin banyak. Selain itu, ada hal-hal yang belum terpenuhi, terutama kebutuhan sekunder mereka. Kedua, uang belanja ibu saya semakin berkurang serta akan menambah hutang untuk membayar UKT. Kenaikan UKT juga membuat beban pikiran saya bertambah, sehingga cukup berpengaruh pada kesehatan mental saya,” tambahnya.
“Kenaikan UKT ditetapkan untuk mahasiswa baru, tapi dengan sebaran informasi jaring aspirasi akan diusahakan kalau kenaikan UKT tidak mengikutsertakan angkatan sebelumnya. BEM Universitas Airlangga juga sedang mengusahakan agar hal ini tidak terjadi yang malah memberatkan mahasiswa,” tambah dari salah satu anggota BEM Fakultas Ilmu Budaya, Kementerian Adkesma, pada Minggu (19/05).
“Untuk mahasiswa baru yang diterima di Universitas Airlangga jalur SNBP tentu sedih dengan kenaikan UKT Unair saat ini. Sesuai peraturan, mahasiswa baru jalur SNBP tentu tidak bisa pindah kampus. Sedangkan, jalur SNBT/Mandiri pasti akan mempertimbangkan besaran UKT. Alternatifnya, untuk jalur SNBP apabila keberatan bisa banding UKT tiap semester. Jadi, hal ini bisa meminimalisir kemungkinan mahasiswa baru keluar,” sambungnya.
Berita ramainya kenaikan UKT yang terjadi di tanggal 20 Mei 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Semangat nasionalisme dan simbol persatuan Indonesia kian membara di hari penting dan bersejarah di Indonesia. Akan tetapi, polemik yang terjadi dalam pendidikan Indonesia saat ini menjadi sebuah bentuk kemunduran. Postingan Instagram BEM Universitas Airlangga tentang Hari Kebangkitan Nasional mendapatkan banyak komentar terkait kenaikan UKT. Namun, hingga saat ini pihak rektorat masih belum memberikan keterangan apapun.
“Buat respon dari petinggi universitas aku sendiri belum tau. Karena yang bersinggungan langsung hanya BEM Universitas. Tapi sampai sekarang masih di tahap perundingan sama BEM Universitas Airlangga. Sekarang pun buat Kementerian Adkesma BEM Fakultas masing-masing masih diminta untuk jaring aspirasi sebanyak-banyaknya. Jadi yang bisa kita lakukan untuk mewakili mahasiswa hanya itu saja,” ujar dari salah satu anggota BEM Fakultas Ilmu Budaya, Kementerian Adkesma, pada Senin (20/05).
Penulis: SC-08
Editor: PS-13