Sumber Gambar: Tim LPM Mercusuar 

Tepat pada hari ini (01/05/2024) jalanan di depan Gedung Grahadi Surabaya telah dipenuhi oleh banyak orang dari berbagai golongan, baik dari mahasiswa se-Surabaya maupun para buruh di berbagai sektor pekerjaan yang ingin menyuarakan keadilan atas hak-hak mereka yang telah dirampas. Sekitar pukul 12.46 WIB, Aliansi BARA API (Barisan Rakyat Anti Penindasan) yang merupakan aliansi gabungan dari berbagai elemen sipil di Surabaya turun ke jalan guna memperingati Hari Buruh Sedunia yang tertanggal pada hari ini. Aksi Damai dibuka dengan orasi dari tiap-tiap komunitas dan instansi pergerakan serta nyanyian lagu Buruh Tani dan Syukur yang bergema sampai ke seluruh penjuru Taman Apsari, membuat semangat para partisipan pergerakan semakin berkobar untuk menyuarakan hak-hak kelompok tertindas.

Aliansi BARA API merupakan gabungan dari banyak kelompok dan komunitas di Surabaya, di antaranya; YLBHI Surabaya, KASBI Jatim, GMNI FH Unair, SMHI FH Unair, LAMRI, Perpustakaan Jalanan Surabaya, Paramedis Jalanan Surabaya, Amnesty Unair, BEM Unair, ISBS, WALHI Jatim, BEM FIB Unair, BEM FISIP Unair, Pembebasan Surabaya, Aliansi Mahasiswa Papua Surabaya, UINSA, Savy Amira, BEM ITS, BEM FISIP UPNV Jatim, Institut Seni Tambak Bayan, GMNI UNESA, Komite Persiapan Sindikasi Surabaya, KAM Unesa, BEM Vokasi Unair, FNKSDA Surabaya. Aliansi ini memulai Aksi Damai mereka pada pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di area Taman Bungkul, Surabaya. Mereka beriring-iringan menggunakan kendaraan pribadi masing-masing menuju KFC Basuki Rahmat, lalu berbondong-bondong berjalan kaki ke Gedung Grahadi yang merupakan titik akhir Aksi Damai tersebut.

Satu persatu elemen sipil yang bergabung dengan Aliansi BARA API mulai menyuarakan keresahan mereka terhadap hak-hak buruh dan pekerja yang semakin dipersulit semenjak disahkannya UU Omnibus Law di tahun 2020 lalu. Mereka mengaku khawatir dengan keselamatan dan kesejahteraan para buruh baik keselamatan di tempat kerja maupun kesejahteraan buruh berupa upah yang layak. Dalam wawancaranya bersama tim LPM Mercusuar, Athaariq selaku Presiden BEM UNAIR 2024 menegaskan bahwa Aksi Damai kali ini dapat menjadi pemantik agar ruang aman dan perlindungan bagi para buruh yang rentan akan praktik kriminalisasi dari berbagai pihak dapat diwujudkan secepatnya.

“Hal-hal seperti ini tentu membantu mendukung teman-teman buruh yang per hari ini, masih belum tercapai hak-haknya, misalnya kemarin ada salah satu elemen buruh yang dikriminalisasi. Kasus tersebut akhirnya menjadi pemantik bagi kita untuk menghentikan praktik kriminalisasi terhadap buruh,” terang Athaariq.

Aksi Damai dilanjutkan dengan konferensi pers dan berbagai penampilan dari beberapa komunitas, lalu diakhiri dengan pertunjukan dari Institus Seni Tambak Bayan yang resmi menutup rangkaian Aksi Damai sekitar pukul 16.15 WIB.

Penulis: NN-11

Editor: PD-08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *