Sumber Gambar: RMOL.ID

Harga nikel secara global terus menunjukkan tren kenaikan harga yang bahkan mencapai nilai tertingginya dalam 7 bulan terakhir. Berdasarkan data oleh Trading Economics pada Sabtu (27/4/2024), harga nikel global berada di angka US$19.257 atau setara dengan Rp312,7 juta per tonnya.

Menurut Direktur Indonesian Mining Association (IMA), Hendra Sinadia, melonjaknya harga nikel saat ini terjadi karena permintaan nikel yang tinggi dari industri stainless steel, Di sisi lain, dilansir dari S&P Commodity Insights, lonjakan harga nikel disebabkan oleh kekhawatiran pasokan karena persetujuan kuota pertambangan Indonesia yang terhambat. Selain itu, Rusia secara tidak langsung juga menyebabkan kenaikan harga nikel karena sanksi yang diterimanya merupakan imbas dari konflik yang sedang terjadi. 

Naiknya harga nikel global berdampak signifikan terhadap industri global. Salah satu sektor utama yang terkena dampaknya adalah industri otomotif yang sangat bergantung pada nikel untuk produksi baterai kendaraan listrik. Meningkatnya harga nikel pada sektor otomotif dapat menyebabkan biaya produksi yang lebih tinggi yang kemudian akan dibebankan kepada konsumen dalam bentuk harga kendaraan listrik yang lebih tinggi. 

Perekonomian global juga terkena dampak naiknya harga nikel. Harga komoditas lain, seperti tembaga dan aluminium, seringkali dikaitkan dengan harga nikel karena penggunaannya dalam aplikasi industri serupa. Hal ini dapat menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian global, karena harga komoditas tersebut dapat mempengaruhi biaya produksi berbagai industri dan tingkat aktivitas perekonomian secara keseluruhan.

Selain itu, tingginya harga nikel juga dapat berdampak pada neraca perdagangan global. Indonesia, yang merupakan produsen utama nikel, diperkirakan mengalami peningkatan dalam sektor perdagangan akibat kenaikan harga ekspornya. Mengingat Indonesia sendiri menguasai sekitar 52% cadangan nikel global, sangat memungkinkan bagi mereka untuk memengaruhi demand dan supply serta harga nikel seiring dengan adanya perubahan aturan sektor nikel di Indonesia. 

Namun di sisi lain, tingginya harga nikel juga dapat berdampak negatif pada sektor perekonomian tertentu. Misalnya, kenaikan harga nikel dapat menyebabkan kenaikan biaya produksi bagi perusahaan yang menggunakan nikel dalam proses produksinya. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya profit dan bahkan meningkatkan potensi kebangkrutan bagi beberapa perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor manufaktur.

Secara keseluruhan, kenaikan harga nikel memiliki dampak yang signifikan pada berbagai industri dan ekonomi global. Beberapa sektor dapat menikmati manfaat dari kenaikan harga, sementara sektor lainnya dapat terpengaruh negatif. Dampak keseluruhan pada ekonomi global bergantung pada berbagai faktor, termasuk tingkat permintaan nikel dan respons pemerintah serta perusahaan terhadap harga yang tinggi tersebut.

Penulis: PD-09

Editor: RA-06

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *