Sumber Gambar: nasional.okezone

Dunia telah memasuki era industri 5.0 di mana perkembangan teknologi sudah dalam spektrum yang lebih luas. Era ini menjadi bentuk evolusi perkembangan teknologi dengan kebutuhan manusia yang ditandai dengan eratnya integrasi antara teknologi digital dan fisik. Di tengah lonjakan pemakaian data yang besar dan peningkatan kecerdasan buatan, era ini secara masif menyoroti kolaborasi antara manusia dan mesin, hingga penerapan teknologi untuk meningkatkan keadilan, keberlanjutan, serta inklusi sosial. Hingga terdapat hasil-hasil temuan dari teknologi yang juga memunculkan tren-tren, seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), komputasi kuantum, blockchain dan cryptocurrency, kendaraan otonom, Virtual Reality dan Augmented Reality (VR dan AR), dan lain-lain.

Segala bentuk tren yang muncul akibat peradaban teknologi tidak cukup sekadar dimanfaatkan dalam sebuah perangkat, namun juga dapat berkembang sebagai pengelolaan infrastruktur negara. Contoh pada kasus pengembangan teknologi bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia. Mengutip dari ANTARA News, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan teknologi kecerdasan buatan (AI) akan banyak diterapkan di IKN demi menciptakan kota cerdas sehingga mengoptimalkan efisiensi pemerintahan dan meningkatkan kualitas layanan melalui Smart Governance. Menurut Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, akan ada tiga komponen utama dalam pembangunan, yaitu perangkat lunak/software untuk mengelola data dan operasi, perangkat keras/hardware sebagai infrastruktur fisik, dan brainware (orang-orang yang mengendalikan dan mengelola sistem ini). 

Banyak hal yang menjadi sorotan ketika pembangunan IKN akan memanfaatkan teknologi digital dalam skala besar. Sebelumnya terdapat tiga tujuan utama dari pembangunan IKN, yaitu simbol identitas nasional, kota berkelanjutan di dunia, dan penggerak ekonomi Indonesia di masa depan. Dengan tiga tujuan utama tersebut, pemanfaatan teknologi tidak akan lepas sebagai penyongsong keberhasilan terwujudnya pembangunan IKN. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara masif melakukan pembangunan infrastruktur digital di IKN yang baru untuk menjadi smart city governance. Menurut Philip Gobang, staf khusus Menteri Kominfo, upaya itu telah dilakukan melalui pembangunan infrastruktur digital 5G. 

Bahkan pada tahun 2024 ini, dilansir dari ANTARA News, bahwa CEO Apple Tim Cook menyambut dengan antusias permintaan presiden Joko Widodo untuk perusahaannya dapat terlibat dalam pengembangan smart city di IKN. CEO perusahaan teknologi raksasa asal Amerika itu menilai Indonesia sebagai negara dengan potensi pengembangan yang besar karena memiliki budaya sangat beragam. Perusahaan Apple memiliki minat investasi dalam bidang AI di IKN. Apple juga tertarik mengenai AI Center yang ada di Bali dan Solo melihat bagaimana adanya peluang untuk mereka melakukan investasi. Dalam hal ini, Indonesia tidak ingin kalah dengan Thailand dan India, “Saya bilang sama dia, ‘Oke Cook, kalau kamu lihat kalian mendapat fasilitas insentif seperti di India, Thailand, kita juga bisa memberi hal yang sama,'” tutur Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. 

Pengembangan teknologi canggih di IKN juga terlihat dengan adanya produksi taksi terbang ciptaan Hyundai yang akan dilakukan uji coba pada Juli 2024. Melansir okezone.com, taksi terbang IKN menjadi langkah revolusioner transportasi Indonesia dalam menciptakan sistem Smart Mobility untuk mengembangkan Air Mobility melalui Proof of Concept (PoC) atau uji coba mobilitas udara perkotaan. Masih banyak perencanaan dari pembangunan teknologi di IKN dengan dalih sebagai wajah baru Indonesia. Pembangunan hunian di IKN juga terus diupayakan menggunakan berbagai inovasi teknologi, salah satunya adalah pemanfaatan teknologi modular volumentrik Mobile Box (Mobox) dari PT. Adhi Karya.

Dengan segala bentuk kemajuan teknologi yang dikembangkan di IKN, tidak selalu mendapat respon positif dari seluruh lapisan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kondisi di beberapa wilayah Indonesia yang masih harus memperhatikan kesejahteraan warganya, baik di daerah terpencil maupun daerah yang belum mendapatkan fasilitas layak. Selain itu, sebagian masyarakat juga merasa cemas dengan bentuk-bentuk investasi teknologi di IKN, meskipun teknologi tersebut diupayakan sebagai ‘wajah baru’ Indonesia.

Pembangunan IKN tentunya menjadi tantangan besar dengan segala aspek yang dilibatkan dalam proses penyelesaiannya. Selama proses tersebut, pemerintah harus selalu memperhatikan dan mempertimbangkan bentuk pengembangan teknologi di IKN dengan jumlah dana yang begitu besar. Pemerintah juga harus memperhatikan kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat dan menjaga ragam budaya yang ada, tanpa hanya fokus pada peradaban modern di IKN. Meskipun dengan harapan pemindahan ibu kota dapat meratakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan menjadi evolusi bagi sejarah Indonesia dalam pemberdayaan ibu kota, tetapi dalam prosesnya, tentu saja akan ada hal-hal yang perlu dikoreksi untuk menghindari masalah berkelanjutan.

Kecerdasan teknologi juga berkat pertumbuhan SDM yang menciptakan, maka pemerintah harus mengambil tindakan serius dalam memanfaatkan investasi asing dan pekerja asing dengan melakukan evaluasi yang mendalam terhadap pengembangan SDM lokal. Kecanggihan teknologi memang sudah menjadi tantangan serius bagi masyarakat untuk tetap mempertahankan rasa budaya lokal mereka, maka percepatan teknologi yang terus dirancang di IKN perlu banyak pertimbangan bagi masyarakat itu sendiri. Kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya dipuaskan dengan pengembangan teknologi yang didorong oleh perhatian asing. Pemerintah juga harus memberikan peluang kepada masyarakat lokal untuk meningkatkan kemampuan mereka. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat terhapus jika keputusan dan kebijakan yang diambil terlalu labil.

Penulis: RK-11

Editor: PD-09

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *