Sumber Gambar: Tim Dokumentasi LPM Mercusuar

Pada Jumat (26/06), aksi demonstrasi yang diinisiasi oleh Front Anti Kapitalisme dilaksanakan di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dengan tagline #IndonesiaSekarat yang dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan bangsa, aksi demonstrasi tersebut membawa sembilan poin tuntutan. Beberapa di antaranya yaitu penurunan harga bahan pokok dan BBM, pemberhentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga pencabutan UU TNI dan UU Polri. Massa juga menggaungkan tuntutan pembebasan dan pemulihan nama baik tahanan politik, salah satunya Komar yang masih ditahan hingga saat ini. 

Aksi yang dimulai sejak pukul 15.30 WIB ini mulai menunjukkan peningkatan intensitas situasi sekitar pukul 16.40 WIB ketika massa mengumpulkan kain, tas, dan sejumlah barang untuk dibakar di depan gerbang Gedung Negara Grahadi. Selama pembakaran berlangsung, massa bergantian menyampaikan orasi dan beberapa kali meneriakkan seruan, “Revolusi, Revolusi!”. Sejumlah peserta aksi juga menuliskan berbagai pesan kritik terhadap pemerintah dan kepolisian menggunakan piloks di aspal jalan, seperti “Fuck The Government, Police, and Zionist”, “4Ever ACAB”, dan sebagainya.

Massa terus melanjutkan orasi dengan menyinggung sejumlah isu, seperti program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, militerisme, kenaikan harga kebutuhan pokok, harga BBM, hingga pajak. Di sisi lingkaran aksi yang lain, peserta aksi mengajak pengendara yang melintas untuk membunyikan klakson sebagai bentuk dukungan terhadap demonstrasi, yang kemudian disambut dengan baik oleh pengendara-pengendara tersebut. Menjelang petang, beberapa kelompok massa sempat memasang bendera organisasi di gerbang Gedung Negara Grahadi serta menampilkan aksi teatrikal. Massa kemudian kembali menyampaikan orasi yang menyinggung dugaan kekerasan aparat terhadap warga sebelum bersama-sama menyanyikan lagu “Buruh Tani” dan “Darah Juang”.

Situasi mulai berubah sekitar pukul 18.27 WIB ketika aksi berlangsung semakin tidak terkendali. Sekitar pukul 19.00 WIB, mobil barakuda Brimob mulai bergerak mendekati massa, disusul imbauan aparat agar peserta aksi membubarkan diri. Aparat juga beberapa kali mengimbau massa untuk membubarkan diri sembari  menyemprotkan water cannon ke arah massa sekitar pukul 19.09 WIB untuk membubarkan aksi. Hingga sekitar pukul 19.14 WIB, sejumlah aparat berpakaian sipil terlihat berjaga di sisi kanan dan kiri Jalan Gubernur Suryo. 

Situasi semakin memanas ketika aparat berpakaian sipil mulai melakukan sweeping, yang membuat segenap massa berlari untuk meninggalkan area aksi. Di sepanjang perjalanan menuju tempat aman, terlihat sejumlah aparat berpakaian sipil memukul dan menghajar habis-habisan warga sipil peserta aksi, sembari tetap berteriak mengimbau massa untuk segera membubarkan diri dan mengancam beberapa pihak untuk tidak melakukan perekaman terhadap peristiwa yang berlangsung. Aparat juga melakukan penangkapan terhadap 24 orang, termasuk massa aksi dan warga sipil yang berada di sekitar lokasi aksi. Hal ini menyebabkan sebagian massa lainnya mulai menghimpun solidaritas lebih kuat dan mendatangi Polrestabes Surabaya dengan membawa bantuan hukum. 

Penulis: Tim Liputan LPM Mercusuar 

Editor: Tim Editor LPM Mercusuar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *