Sumber Gambar: Tim LPM Mercusuar
Sebuah acara yang diberi tema The Brave and The Brilliant diinisiasi oleh sebuah organisasi nirlaba bernama TEDx, yang berlokasi di Universitas Kristen Petra Surabaya, pada tanggal 27 April 2024, dengan tujuan sebagai wadah bagi ide-ide yang luar biasa. Acara tersebut dihadiri oleh lima Patreon yang berasal dari latar belakang yang beragam. Pertama, ada Johan Alvin Kosuma (JAK), seorang konsultan branding dari JCK Enterprise, yang mengusulkan ide slogan “Bangga Surabaya” untuk meningkatkan citra sebuah kota yang kaya akan sumber daya manusia berkualitas. Sementara itu, Patreon kedua adalah Erick Irsan, seorang musisi dan vokalis dari band Muveno. Patreon ketiga adalah Dr. Niken Sasadhara, seorang dokter dari Rumah Sakit Universitas Airlangga dan juga seorang ibu dari tiga anak. Pendeta Andri Purnawan, seorang advokat toleransi dan keberagaman, menjadi Patreon keempat. Dan terakhir, Tubagus Arie Rukmantara, seorang analis kebijakan publik, komunikator sejarah, dan Kepala Kantor Lapangan UNICEF Indonesia untuk Jawa dan Bali, menjadi Patreon kelima dalam acara tersebut.
Acara dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Janice Budihartono yang mewakili lisensi TEDx Surabaya. Dalam sambutannya, Janice Budihartono mengucapkan terima kasih atas partisipasi audiens yang telah memeriahkan acara tersebut atas nama anggota TEDx. Pemuda dianggap sebagai pemicu lahirnya ide-ide cemerlang yang mendorong keberlanjutan pembangunan. Janice Budihartono juga mengajak audiens untuk berbagi ide-ide brilian mereka.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan fireside talk pertama yang disampaikan oleh Johan Alvin Kosuma (JAK), seorang Branding Consultant dari JCK Enterprise. Ia membagikan pengalaman bersama timnya dalam menciptakan Branding City yang meninggalkan kesan yang tak terlupakan kepada masyarakat dengan mewujudkan slogan “Bangga Surabaya”. Slogan ini, bahkan terlihat di bus-bus kota, merupakan ide brilian yang menekankan bahwa meskipun Surabaya mungkin tidak memiliki semua fasilitas yang dimiliki oleh kota lain, namun kota ini memiliki sumber daya manusia yang luar biasa.
Fireside talk kedua disampaikan oleh Tubagus Arie Rukmantara, selain sebagai analis kebijakan publik, ia juga merupakan seorang komunikator sejarah, dan Kepala Kantor Lapangan UNICEF Indonesia untuk Jawa dan Bali. Pada sesi ini, ia membagikan pengalaman tentang bagaimana pemuda bertahan dan bermimpi di masa krisis ekonomi Asia pada tahun 1997, terutama di Indonesia. Menurutnya, kunci awal bagi pemuda adalah memiliki mimpi untuk mencapai perubahan positif yang berkelanjutan bagi dunia. Mimpi tersebut menjadi fondasi bagi terciptanya ide-ide brilian untuk menciptakan perubahan yang positif.
Acara yang diadakan untuk memperluas jaringan ini, tidak hanya dihadiri oleh para Patreon. Tetapi juga menampilkan video TEDx Vancouver yang membahas ide-ide cemerlang mengenai pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan inspirasi kepada generasi muda agar tidak merasa rendah diri dalam mengejar impian mereka, sekecil apapun itu. Ide-ide brilian muncul dari impian, kemudian diwujudkan melalui usaha dan inovasi untuk mencapai perubahan yang berkelanjutan dalam pembangunan.
Penulis: SA-15
Editor : PD-08