Dapat Gugatan Aturan Pemira Cacat Hukum, Bawaslu FIB Buka Suara

Akun Instagram resmi Bawaslu FIB Unair

Gugatan yang dilayangkan salah satu peserta calon pemilihan DLM (25/12/21) Nino Purna  pada Bawaslu FIB Unair ditanggapi langsung pada hari yang sama oleh pihaknya. Pihak Bawaslu menyarankan untuk mengirim kembali gugatan pada 5 Januari 2022. 

Ristyawan Pratama menjelaskan bahwa ketika Bawaslu mendapatkan surat tersebut sekitar pukul 7 pagi berbarengan dengan uji publik Calon BLM dan DLM. Selanjutnya gugatan tersebut dikaji oleh Bawaslu mengenai substansinya. 

“Kami tidak merasa ada kontradiksi antara peraturan KPUR yang dipermasalahkan dengan UU Pemira, namun mungkin hal ini bisa dikaji lebih lanjut lagi,” ungkapnya. 

Ia melanjutkan bahwa Bawaslu baru membuka pengajuan gugatan pada tanggal 5 Januari 2022. 

“Sebenarnya Bawaslu belum waktunya untuk merespon surat yang diberikan oleh saudara Nino, namun karena saudara Nino ingin segera mendapatkan jawaban, maka pada hari yang sama surat itu dikirim kami juga memberi surat balasan itu sendiri,” jelas Ristyawan. 

Dalam surat balasan tersebut, Bawaslu memberikan alternatif kepada Nino untuk kembali mengajukan gugatan posko pengajuan gugatan dibuka agar dapat diproses ulang. Pasalnya kini Bawaslu hanya menerima  pengaduan pelanggaran pra-pemira. 

“Saat ini Bawaslu hanya melayani posko pengaduan pelanggaran pra-pemira, khusus untuk pelanggaran kampanye yang telah diatur dalam hasil keputusan Bawaslu,” tegas mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris tersebut.  

Ditanya mengenai kinerja, Ristyawan menilai bahwa KPUR tahun ini bekerja lebih terstruktur karena dalam melakukan keputusan mereka selalu berkoordinasi dengan Bawaslu. Ia juga mengatakan bahwa koordinasi antara Bawaslu dan KPUR berjalan dengan baik. 

“Contohnya adalah KPUR mengundang Bawaslu untuk melihat verifikasi berkas para calon kandidat dan sosialisasi e-vote untuk Pemira, juga saat technical meeting dan uji publik,” papar Ristyawan.  

Sebelum menutup wawancara Ristyawan berharap seluruh mahasiswa FIB dapat berpartisipasi dalam kegiatan pemira tahun ini, meski berjalan secara daring dan mendekati pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).

“Kami juga mengharapkan agar para kandidat dan juga peserta Pemira yang lain untuk memperhatikan seluruh ketentuan yang sudah dibuat Bawaslu, ” pungkasnya.

Penulis : M. Syaifulloh

Editor: Tata Ferliana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *