Airlangga Try Out Mangkrak, Panitia Sebut Tak Terlibat dalam Penyusunan MoU

Airlangga Try Out Mangkrak, Panitia Sebut Tak Terlibat dalam Penyusunan MoU

Dua unggahan Supersquad Academy selaku vendor penyedia website untuk pelaksanaan acara Airlangga Try Out Akbar (ATO) BEM Unair mendapatkan beragam reaksi. Unggahan melalui akun instagram @supersquadacademy pada Kamis (5/8) itu berisi pembatalan hubungan kerja sama keduanya.

Penyalahgunaan wewenang Ramadhan Pambayung sebagai Eks Menteri Hubungan Luar BEM Unair dan perilaku panitia ATO yang mengecewakan pihak Supersquad Academy menjadi alasan berhentinya kerja sama.

Ketua Pelaksana ATO, Endik Ridho, mengatakan Ramadhan tidak pernah melibatkan pihak panitia dari proses terpilihnya Supersquad Academy sebagai vendor sampai pengesahan Memorandum of Understanding (MoU).

Endik mengaku dirinya baru mengetahui isi MoU beberapa jam sebelum bertemu dengan Supersquad Academy untuk pertama kalinya.

“Saya baru tahu waktu itu, di dalam MoU menyebutkan pembagian profit 80 persen untuk Supersquad Academy dan 20 persen untuk BEM Unair. Dan saya tidak tau detail dari salah satu isi MoU yang memberatkan pihak panitia bahkan terkesan tidak dihargai,” paparnya saat dihubungi LPM Mercusuar melalui WhatsApp pada Senin (10/08).

Selama persiapan ATO, Endik menyebut Ramadhan sering melangkahi wewenang Ketua Pelaksana kepada para anggotanya, “Kamu gausah ikut itu juga gapapa,” ujar mahasiswa Ilmu Politik 2018 itu.

Senada dengan pernyataan Endik, salah satu staf di Kementerian Hubungan Luar BEM Unair juga mengungkapkan tidak pernah ada diskusi dari panitia tentang proses pembentukan MoU.

Saat bertemu dengan vendor pun (17/03), rundingan tentang isi pasal-pasal dan keinginan mengubah isi perjanjian tidak pernah terjadi.

Menurutnya, panitia ATO tidak membatalkan kerja sama melainkan memilih tidak memperpanjang kontrak. Selain jatuh tempo MoU sudah habis, jumlah peserta yang belum memenuhi target pun menjadi alasan tidak dilakukannya perpanjangan.

Dirinya pun menegaskan pembagian profit tersebut tidak seimbang. “Panitia juga kerja keras tetapi kenapa hanya mendapatkan 20 persen. Bukan karena untung atau tidak, melainkan kita kerja juga butuh modal promosi dan operasional, apalagi adanya pra acara serta pasca acara, bukan pas try out saja,” protesnya.

Ketika dikonfirmasi, Panitia ATO dan pihak Supersquad Academy baru menyadari jika ternyata Ketua BEM Unair dan Menteri Koordinator Internasonalisasi dan Digitalisasi tidak mengetahui isi MoU. Bahkan, mereka baru mengetahui setelah masa berlaku MoU habis.

Dua minggu menjelang rilisnya SK Reformasi Kabinet Pemberhentian Tugas Pengurus Lama BEM Unair pada Sabtu (31/07), Ramadhan dan Kementerian Hubungan Luar  mengadakan diskusi program kerja. Namun, dalam diskusi tersebut justru sama sekali tidak membahas program kerja Airlangga Try Out Akbar.

Penulis: Balqis Primasari
Editor: Risma D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *