Menteri PSDM: Nama Calon Ketua Amerta Tidak Pernah Dipublikasi

Mencuatnya kabar terkait permasalahan rekrutmen Ketua Amerta 2021 menimbulkan beragam persepsi dan dugaan mahasiswa. Salah satunya yaitu tidak dipublikasinya nama-nama calon Ketua Amerta yang mendaftarkan diri.

proses seleksi ketua Amerta nyatanya memang hanya diputuskan melalui rapat internal Steering Commite (SC). Hal ini disampaikan Izzudin pada Jumat (11/6) melalui  WhatsApp. 

“Ini program kerja yang besar bukan hanya tentang Kementerian PSDM saja,” ujarnya.

Untuk proses perekrutan, lanjut Izzudin, bidang kaderisasi PSDM telah berkoordinasi dengannya. Ia pun telah berkoordinasi dengan teman-teman SC yang memiliki hak untuk memutuskan dan menilai masing-masing calon.

Menyinggung tulisan dari rubrik kolom pembaca yang dimuat melalui website resmi LPM Mercusuar, Izzudin merasa keberatan. 

“Saya udah baca ini dan seakan saya adalah pihak yang paling bodoh. Bahwa di tulisan itu ada kalimat ‘ dikonfirmasi bahwa pendaftar cuma satu’,” tuturnya.

Tak sedikit komentar menyebut pelaksanaan rekrutmen Ketua Amerta 2021 tidak transparan. Namun, Izzudin menyangkalnya. Ia menyebut sejak dulu nama calon ketua Amerta yang terdaftar dan mekanisme rekrutmen memang tidak dipublikasi terang-terangan. 

“Memang tidak dipublish, hanya untuk internal SC karena ini sebagai program kerja PSDM. Coba tolong kasih nama calon Amerta tahun-tahun lalu, memang tidak ada. Hanya SC dan SC selalu berkomunikasi kepada Pres dan Wapres,” jelasnya.

Disinggung perihal pihaknya yang dianggap memihak identitas kelompok tertentu, ia menyebut terdapat kesepakatan yang telah dijalankan oleh SC sebagai pelaksana. “Penilaian itu dilakukan oleh tim SC yang terdiri dari Menko, Menteri PSDM, Menteri Sekretaris Kabinet, dan Dirjen Kaderisasi,” paparnya. 

Meteri PSDM BEM Unair itu juga menyebut adanya kesalahpahaman perihal dirinya yang mengatakan hanya ada satu pendaftar.

“Saya menyebutkan bahwa saya terakhir melihat kemarin ada satu itu pada tanggal 24 Mei, artinya bisa di tanggal 22-23 Mei dan itu belom dinyatakan ditutup,” jelasnya.

Izzudin pun meminta maaf atas bentuk kesalahpahaman yang terjadi antara tim SC dengan kandidat ketua Amerta. Ia menyebut keputusan yang diambil sudah melalui proses yang sesuai. 

“Secara garis besar ini sudah melewati proses yang sudah disepakati oleh tim SC. Jika terdapat mispersepsi tentang rangkaian oprec ini, saya mewakili tim SC memohon maaf karena mungkin kurang komunikatif kepada para kandidat. Namun, kami bisa menjamin bahwa keputusan yang kami ambil sudah melalui proses yang sebaik-baiknya dan fair untuk kedua belah pihak. Ini bisa buat evaluasi untuk tahun depan,” ungkap Izzudin.

“Jadi intinya saya tidak memihak identitas kelompok dan mencoba untuk memenangkan, di sana ada teman-teman SC yang lain. Semua ada indikator yang telah disepakati bersama. Pada intinya kita melihat dari penilaian dan pemaparan grand design yang disampaikan masing-masing calon,” lanjutnya lagi.

Sebagai upaya klarifikasi dan pembenaran atas tuduhan dan pemojokan yang dilontarkan berbagai pihak, dirinya melalui BEM Unair akan segera membuat press release. 

“Sekarang saya lagi buat press release terkait dengan pendapat dan pemikiran publik. Di situ mungkin bisa terjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu,” Izzudin mengakhiri.

Penulis: Risma D.
Editor: L. Fitriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *