Gaduh Rekrutmen Ketua Amerta, BEM Unair Buka Suara

Amerta 2019 di Gedung Airlangga Convention Center (ACC)

BEM Unair resmi membuka rekrutmen Ketua Amerta 2021 melalui unggahannya di official account Instragram, Senin (17/5). Dalam unggahan tersebut dicantumkan pula kriteria dan timeline proses seleksi. Di antaranya mahasiswa aktif angkatan 2018 dibuktikan dengan KTM dan KHS, IPK di atas 3.00, lulus LKMM-TD dibuktikan dengans sertifikat, memiliki grand design Amerta 2021, motivation letter, serta CV. 

Untuk timeline, secara berurutan presentasi grand design (22/5), uji publik (24/5), pemilihan (25/5), kemudian pemgumuman calon terpilih (27/5). Namun, diumumkan adanya perpanjangan pendaftaran hingga Minggu (23/5) dengan timeline baru sebagai berikut. Pendaftaran dibuka kembali hingga 23 Mei, presentasi grand design (25/5), uji publik (27/5), pemilihan (28/5), dan pengumuman ketua Amerta (29/5).

Jika mengacu pada timeline yang telah dipublikasikan, Sabtu (29/5) harusnya sudah terpilih ketua pelaksana Amerta 2021. Namun, nama baru muncul pada Kamis (10/6/21). 

Molornya Alur Seleksi

Pendaftar seleksi ketua Amerta 2021 Almujadidi mengaku telah mengirimkan berkas dan dikonfirmasi berkasnya telah masuk dan diterima, Kamis (20/5). Berdasarkan timeline baru pada 25 Mei dilakukan presentasi grand design, tetapi Almujadidi mengatakan tidak ada pemberitahuan apapun dari pihak Kementrian PSDM BEM Unair di hari sebelumnya.

Senin (24/5), Ajo mengkonfirmasi melalui WhatsApp pada Izzudin, Menteri PSDM BEM Unair untuk menanyakan jumlah kandidat yang masuk.

“Menteri PSDM, Izzudin mengatakan hanya ada satu kandidat yang telah mendaftar berdasarkan data yang masuk dan dicek oleh Mas Izzudin pada tanggal 23 Mei 2021 (rencana awal hari penutupan pendaftaran),” terang Almujadidi atau kerap disapa Ajo pada LPM Mercusuar, Jumat (11/5).

Ajo kembali mengkonfirmasi untuk menanyakan presentasi grand design, tetapi Izzudin mengatakan tidak ada presentasi. Dirinya akan memberi kabar lanjutan mengenai pelaksaan presentasi grand design dengan perkiraan dalam minggu tersebut.

Ajo pun kembali menghubungi Izzudin untuk meminta kejelasan dan mendapat jawaban bahwa tim Steering Commite (SC) belum mengadakan rapat lantaran terdapat agenda lain yang sudah ditentukan. Sejak tanggal 29 Mei hingga 6 Juni tidak didapatkan kabar lagi. Senin (7/6), salah seorang staff Kementerian PSDM menginformasikan akan diadakan presentasi grand design pada 8 Juni melalui Zoom Meeting.

Dua hari berselang, pengumuman Ketua Amerta diumumkan melalui unggahan Instagram resmi BEM Unair dan memunculkan nama Fitratul Insani mahasiswi Ilmu Politik 2018. Postingan tersebut pun banjir komentar.

‘Ketua Amerta 2021 terpilih? Terpilih oleh siapa? Terpilih opo dipilih?’ sebut @dimashpe dalam kolom komentar. 

‘suara warga-warga di sini mewakili suara saya.’

‘ealah, yakuza dilawan. Yo pantes Indonesia korup, wong budaya yang ditanamkan saat di menara gading koyok ngene’

Mekanisme Rekrutmen yang Berbeda dari Sebelumnya

Menanggapi beragam komentar terkait proses seleksi ketua Amerta 2021, Abdul Chaq, Ketua BEM Unair mengatakan hal itu perlu diakomodir. Dirinya menyebut beberapa poin yang menjadi permasalahan harus segera disampaikan kepada publik supaya tidak timbul kesalahpahaman.

“Kemarin saya sudah bertanya kepada yang bersangkutan, dan dia sudah menjelaskan, sudah croshcheck, memang ada beberapa poin yang perlu diketahui teman-teman. Jadi, dalam waktu dekat dari pihak SC harus ada press release,” ungkapnya melalui WhatsApp, Jumat (11/6).

Chaq tidak membenarkan isu pembahasan yang dibahas tertutup. Ia menyebut sudah terdapat pembagian fungsi masing-masing. 

Ia menerangkan konsep Amerta disusun oleh Steering Commite (SC), sedangkan Organizing Commite (OC) bertugas membuat grand desain yang dijelaskan oleh SC yang di dalamnya terdiri dari Menteri PSDM, Menko Kemahasiswaan, Dirjen, dan PIC Amerta.

“Empat orang ini yang kami tugaskan untuk membuat grand desain sekaligus regulasi maupun kebijakan oprec,” tegasnya. 

Terkait keterlibatan dalam proses rekrutmen ketua Amerta, ia menyebut peran Ketua-Wakil Ketua BEM Unair hanya sebagai penanggung jawab saja.

Berkaitan dengan molornya alur seleksi dan pengumuman ketua Amerta terpilih, Chaq menyerahkan kepada SC. Namun, terkait penundaan fiksasi ketua Amerta disesuaikan dengan timeline dari Direktorat Pendidikan Unair.

“Karena per hari ini pun banyak perubahan terkait timeline Amerta. Hari ini juga masih ada rapat dengan Direktorat Kemahasiswaan,” jelas Chaq melalui pesan suara. 

Sementara itu, Izzudin selaku menteri PSDM BEM Unair menyebut bahwa penyebab molornya proses seleksi lantaran terdapat beberapa perubahan mekanisme perekrutan ketua Amerta dari tahun sebelumnya. Ia mengatakan dalam prosesnya, timnya perlu melakukan diskusi lebih lanjut dengan stakeholder yang berkaitan dengan PKKMB dan Amerta, sehingga SC memutuskan untuk melakukan perubahan kembali terkait konsep dan alur rekrutmen. 

“Tanggal yang molor ini sebenarnya berkaitan dengan konsep perekrutan karena jika melihat tahun-tahun sebelumnya perekrutan seluruh panitia amerta dilakukan bebarengan (ketua, koor, staff) dan tahun ini inginnya dilakukan secara berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya,” terangnya pada Jumat (11/6).

“Kami dan SC memutuskan untuk melakukan beberapa perubahan kembali mengenai konsep dan alur perekrutan,” imbuhnya. 

Senada dengan menterinya, Chaq mengutarakan bahwa proses seleksi sudah tentu menjadi arahan dari pihaknya. Ia menjelaskan tujuan dilakukannya open recruitment tak lain supaya seluruh mahasiswa dapat berproses bersama BEM Unair. 

“Saya yakin teman-teman SC sudah memiliki pertimbangan yang matang. Dari awal, saya secara pribadi membuka peluang yang lebar untuk teman-teman PSDKU juga,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Chaq menyebut latar belakang jabatan pendaftar di organisasi lain bukan menjadi indikator dalam proses seleksi. 

“Jangan sampai masalah oprec ini membuat kita jadi terdekonstruksi secara narasi atau terdisintegrasi,” tuturnya. 

Ia menyayangkan sikap yang bersangkutan sebagai pemimpin kurang mengedepankan komunikasi yang baik. 

“Itu yang saya sayangkan, jadi sikap dewasa bagi seorang pemimpin itu sangat diperlukan,” pungkas Chaq. 

Penulis: Tata Ferliana, Risma D.
Editor: L. Fitriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *