Bina Desa FST Ajak Mahasiswa Membangun Desa

Bina Desa FST Ajak Mahasiswa Membangun Desa

Kementerian Sosial Masyarakat BEM FST mengadakan Webinar Bina Desa bertema “Lampaui Batasmu Mulailah Aksi Tebarkan Senyuman Untuk Berbagi Kebaikan”. Webinar nasional yang berlangsung pasa Minggu (6/6) ini dihadiri sejumlah aktivis yang berpengalaman dalam membangun yayasan di bidang kemanusiaan.

Abdul Rozaq, salah satu pendiri yayasan Senyum Indonesia berkesempatan menjadi pembicara. Sebagai alumni Fakultas Hukum (FH) Unair 2019, ia menceritakan perjuangannya dalam membangun yayasan yang bertempat di Sampang, Kabupaten Madura itu.

Dalam penjelasannya saat menyampaikan materi, Abdul Razaq, akrab dipanggil Zaki menyampaikan pentingnya berpikir idealis bagi pemuda.

“Idealis itu penting bagi para pemuda untuk dijalankan secara aktif,” tuturnya.

Menurutnya pemuda memiliki peran aktif sebagai agen perubahan yang memiliki kekuatan moral dan kontrol sosial.

Lebih lanjut, Zaki mengatakan bahwa pemuda memiliki potensi yang tinggi, karena pemuda cenderung berpikir kreatif dan inovatif, memiliki semangat juang yang tinggi, dan memiliki kepandaian serta imajinatif.

Dirinya menyayangkan pemuda Indonesia masih banyak yang bingung dalam mengambil langkah yang realistis. Sehingga membangun karakter kepemudaan melalui berbagai tindakan nyata sangat diperlukan.

“Pemuda Indonesia harus berdaya saing dan terus belajar, menerapkan hasil belajar itu ke dalam kehidupan dan aksi nyata,” paparnya.

“Dan tentu saja bersikap nasionalis. Menggunakan identitas bangsa untuk menghormati semangat juang pahlawan terdahulu,” tambahnya.

Sebagai salah satu aktivis Senyum Sesa, ia mengaku sempat mengalami berbagai tantangan dan hambatan selama melakukan upaya pengabdian di desa.

Hambatan itu disebutnya meliputi sulitnya akses menuju lokasi pengabdian dan pendanaan untuk kegiatan di lapangan serta alotnya proses perizinin.

 “Pesan saya ketika mulai terjun di desa membumilah dengan kearian lokal, tradisi dan segala yang ada disana,” tuturnya.

Zaki berharap banyak pemuda tergerak hatinya untuk ikut dalam program dan kegiatan yang mengarah pada kegiatan pengabdian masyarakat, sebab, menurutnya langkah kecil dari pemuda memiliki arti penting bagi banyak orang khususnya bagi kemajuan desa di Indonesia.

“Pelita masa depan kembali menyala, tidak harus dari gemerlap ibukota atau metropolitan Surabaya, tetapi cahaya itu akan bersinar dari desa,” pungkas Zaki.

Penulis: Melinda Kusuma
Editor: Risma D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *