Bagaimana Layanan Luring Perpustakaan Unair Selama Pandemi?

Perpustakaan Universitas Airlangga (Unair) telah membuka pelayanan secara luring sejak tanggal 5 April 2021. Hal ini disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Unair Suhernik, S.Sos., M.Si.melalui Zoom, Jumat (30/4/21).

Pengunjung bisa datang langsung ke perpustakaan setelah reservasi melalui AILIS. Jumlah pengunjung dibatasi 100 orang perhari untuk perpustakaan Kampus B, 25 orang untuk perpustakaan Kampus A dan 15 orang untuk Perpustakaan Kampus C

Berbeda dengan jam operasional sebelum pandemi yang buka sejak pukul 08.00-20.00 WIB tanpa jeda. Saat ini terdapat dua sesi kunjungan, yaitu pukul 09.30-11.30 WIB dan 12.30-15.00 WIB.

“Untuk datang ke perpus, pertama harus reservasi melalui AILIS, lalu untuk pengunjung kami bagi dua sesi untuk menerapkan protokol kesehatan, satu orang dapat menggunakan perpustakaan selama dua setengah jam,” terang Sehernik.

Meskipun begitu layanan peminjaman secara daring masih dapat dilakukan. Dengan mekanisme memesan melalui Online Public Acces Catalog (OPAC) untuk memilih katalog yang disediakan, pesan dan petugas perpus yang menyipakan buku tersebut.

“Kalau bukunya cetak, jadi peminjam harus datang ke perpustakaan, untuk ke depan kita merencanakan untuk meminjam secara online dan bukunya diantar, tapi sekarang masih berlaku untuk staff pengajar,” ujar Guruh, Jumat (30/4/21).

Guruh Haris Saputra, Koordinator Layanan Kampus B menuturkan untuk layanan antar pinjam ini belum diaplikasikan pada mahasiswa karena persebaran mahasiswa di seluruh Indonesia. Sehingga terdapat kesulitas untuk pengiriman.

Guruh juga menuturkan, untuk perpanjangan bisa melalui AILIS for Student berbasis aplikasi. Dalam aplikasi AILIS juga dapat mengetahui kuota buku, jangka peminjaman dan berbagai layanan lain yang disediakan oleh perpustakaan.

“Karena mungkin sering lupa, kita juga membuat fitur remindering melalui Whatsapp, kalau waktunya mengembalikan secara otomatis melalui sistem,” jelasnya.

Tak hanya buku, akses request repository juga dapat digunakan meski secara terbatas. Repository dapat diakses sampai metodologi penelitian. Pembatasan tersebut merupakan wewenang dari pihak fakultas.

“Dulu kalau mau akses repository full text harus datang ke perpus meskipun digital juga, sekarang bisa akses secara online, tapi yang kita beri (repository) hanya sampai bab metodologi,” terang Guruh.

Mengenai akses repository, Suhernik menambahkan bahwa kebijakan mengenai akses full text tergantung kepada fakultas masing-masing. Bahkan ada sebagian dosen yang tidak memberi izin untuk publikasi karya ilmiahnya. Fakultas yang mengizinkan akses full text adalah Fakultas Keperawatan.

“Untuk membuka atau menutup akases skripsi, tesis, disertasi maupun karya ilmiah lain itu bukan kebijakan perpustakaan, melainkan fakultas,”

“Kalau fakultas menginginkan open access seperti yang dilakukan oleh (Fakultas) Keperawatan ya akan kami buka,” lanjutnya.

Pada awal tahun pihak perpustakaan sudah melakukan sosialisasi kepada pejabat fakultas bahwa banyak mahasiswa yang mengeluh mengenai akses repository yang dibatasi oleh fakultas.

“Makanya kalau ada mahasiswa yang komplain tidak bisa membuka repository  secara online dari rumah kami kembalikan ke mahasiswa untuk menanyakan ke fakultasnya masing-masing,” jelas Suhernik.

Selain itu konsultasi, pengurusan surat bebas pinjam dan penyerahan tugas akhir juga bisa dilakukan secara daring. Ketika menemui kendala pihak perpustakaan menyediakan helpdesk melalui WhatsApp.

Perlu dingat bahwa seluruh pelayanan dari perpustakaan Unair masih terbatas untuk sivitas akademika Unair, sehingga masyarakat umum belum dapat datang atau menggunakan layanan yang disediakan.

Penulis: Tata Ferliana
Editor: Risma D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *