Sumber Gambar: Ifan Bikul

Pada Kamis (6/6), puluhan massa aksi membersamai warga Eks-Stren Kali Jagir di depan Gedung Negara Grahadi dalam aksi penolakan terkait penggusuran. Terdapat sejumlah organ yang membantu upaya penolakan ini, diantaranya Tabur Pari, KASBI, Lembaga Bantuan HAM, IMM, Jaringan Solidaritas, Amnesty Unair, Aksi Kamisan, Pagar Jati, FSPMI, Jamkes Watch, dan lain-lain. Organ-organ yang terlibat beserta korban penggusuran bersikeras menyuarakan tuntutannya demi ruang hidup yang direnggut.

Sedari siang pukul 11.00 WIB, tuntutan telah disuarakan dengan berbagai orasi. Lebih lanjut, demi mendapat atensi publik dan pemerintah, tindakan ekstrem pun terpaksa dilakukan. Aksi cor kaki mulai dilakukan oleh empat orang dari warga yang menjadi korban penggusuran. Aksi ini dilakukan sebagai simbol kegigihan korban dalam melawan tindakan opresif yang diterima dan menuntut hak ruang hidup yang selayaknya dimiliki.

Massa aksi diketahui berdiam di lokasi hingga menjelang malam pukul 20.00 WIB sebelum kembali ke tempat pengungsian. Sebelumnya, Aksi Kamisan yang rutin diadakan tiap hari Kamis, kali ini membawakan tuntutan penolakan penggusuran sebagai bentuk solidaritas bersama korban. Aksi ini dimulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Orasi bergantian digaungkan dalam kurun waktu singkat, yang semuanya berfokus pada penolakan penggusuran warga Eks-Stren Kali Jagir.

Tercatat pada tanggal 16 Mei 2024, warga Eks-Stren Kali Jagir yang dititipkan di Rusunawa Gunungsari mengalami pengusiran yang memaksa mereka untuk mengungsi di Pendopo Rusunawa Gunungsari. Kendati telah kehilangan atap, korban masih tak bisa bernapas akibat intimidasi-intimidasi yang diberikan, salah satunya pemutusan akses air pada MCK dan musala. Sejak tergusur, warga banyak mendapat dukungan moral dan material dari berbagai pihak, seperti pedagang pasar, mahasiswa, dan organ-organ lainnya.

Sebagai dilema keterpurukan, beberapa anak yang menjadi korban terlihat hadir dalam aksi tersebut. Mereka tidak ikut terjun dalam aksi, hanya mengupayakan untuk hadir di sana dan belajar bersama demi pendidikan yang tak bisa ditinggalkan. Warga secara kompak menjadi pembimbing dalam kegiatan belajar bersama ini.

Selama aksi, warga bersama massa aksi lain sepakat tidak boleh ada kepentingan politik yang menunggangi aksi tersebut. “Kita sepakat tidak boleh ada atribut politik. Aksi ini murni gerakan rakyat, (demi) kemanusiaan,” ungkap salah satu korban.

Aksi direncanakan akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Apabila aksi ini tetap tidak dihiraukan, para korban tidak akan berhenti menyuarakan tuntutannya sampai hak-hak mereka dipenuhi oleh pemerintah. “Setiap hari kan ada evaluasi. Action selanjutnya nanti akan melihat situasi dan kondisi,” tutur salah satu korban.

Beberapa tuntutan yang dilayangkan warga Eks-Stren Kali Jagir adalah sebagai berikut:

  1. Menolak relokasi ke Liponsos Surabaya karena berdampak pada akses pendidikan anak, pekerjaan, kesejahteraan, kesehatan, dan tempat tinggal yang layak;
  2. Warga Eks-Stren Kali Jagir terdampak pengusiran dapat kembali menempati unit di Rusunawa Gunungsari;
  3. Memberikan keringanan pembayaran tunggakan sewa Rusunawa Gunungsari dan;
  4. Evaluasi pengelolaan Rusunawa Gunungsari karena telah dihuni oleh warga yang tergolong secara ekonomi mampu, kaya, dan bukan MBR.

Penulis: RA-06

Editor: HR-09

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *