Sumber Gambar : KOMPAS.com

Indonesia akhir ini memang sedang malang-malangnya.

Dikerangkeng ia tepat di batang lehernya,

disumpal mulutnya, 

serta dilucuti keabsahannya sebagai negara beragama satu, agama demokrasi.

Indonesia yang malang itu lalu digeret,

digeret ia menuju kandang,

kandang yang bertembokkan hukum yang tak lagi kukenal.

Ini adalah

hukum yang tidak lagi agung,

hukum yang sudah tidak perkasa.

Melainkan, hukum yang sudah terlewat letih diperkosa tuan penguasa.

Tak hanya membatasi ruang gerak

tembok itu pula yang nantinya menembakkan anak-anak panah terbakar ke tubuh Indonesia, ketika ia meringkik bebas menyuarakan apa-apa yang semestinya.

Namun, apa-apa yang semestinya, mati di tengah jalan. Mati ia di tangan aparat bengis yang disetir nafsu tak berbatas tuan penguasa.

Dan kabarkan kembali kepada tuan penguasa yang sedang duduk melenggang di kursi istana, 

bahwasanya!

Memar, darah, pula luka yang mereka tanamkan pada tubuh Indonesia,

sedari sana akan muncul urat-urat hidup 

yang menjadi pemberontak, penegak, pula penggerak

yang marah!

Ketika tubuhnya diinjak-injak sebegitu hinanya.

Urat-urat itulah yang nantinya akan mengobrak-abrik kaki-kaki kandang,

serta

menggulingkannya tepat di muka tuan penguasa

yang acuh tak acuh akan tindak tuturnya,

yang telah mempermainkan negara ini, 

diantara para cukong dan di atas busuknya meja judi.

Surabaya, 11 Februari 2024.

Penulis: WR-10

Editor: PD-08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *