Sumber Gambar: Tim PDD AEF 2024

Asian Law Student Association Local Chapter (ALSA LC) UNAIR sukses menyelenggarakan Seminar Pre-Event ALSA English Fair 2024 di Gedung Graha Sawunggaling Lantai 6, Jalan Jimerto Nomor 25-27, Surabaya pada Sabtu (01/06/2024). Acara dimulai sekitar pukul 09.30 dengan membawakan tema “Upscaling Research Skills to Gear Up for Competitions: The Catalyst’s Pathway Towards Human Rights Promotion”.

Seminar ini berhasil mendatangkan puluhan peserta dari jenjang SMA/sederajat, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Mereka berkesempatan untuk bertemu dan memperoleh ilmu secara langsung dari kedua pemateri spesial yang diundang, yakni Haris Azhar dan Okky Madasari.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Haris Azhar yang berfokus pada pemahaman konsep hak asasi manusia serta tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini. Di tengah materi, Haris menyelipkan ajakan bagi anak muda untuk memahami pentingnya partisipasi mereka dalam penegakan HAM, khususnya di Indonesia.

Berbekal ilmu hukum dan kemampuan riset yang dimiliki, Haris juga memberikan pengetahuannya seputar kiat-kiat melakukan legal research kepada para peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa Fakultas Hukum. “Sebelum memulai, temukanlah anomali atau pelanggaran HAM yang ada,” jelas Haris.

Pemaparan materi kedua dilanjut oleh Okky Madasari yang merupakan salah seorang novelis terkenal di Indonesia. Di awal sesi, moderator terlebih dahulu mengajak Okky untuk mendiskusikan Omong-Omong.com yang didirikannya. “Omong-Omong bagi saya adalah sebuah platform sekaligus laboratorium untuk mengadu gagasan,” jawab Okky sebelum memasuki sesi kedua yang membahas mengenai “Researching and Writing on Human Rights”.

Di sesi ini, Okky menjelaskan pentingnya membangun imajinasi dalam menulis persoalan hak asasi manusia. Tidak hanya berjalan secara monoton dan satu arah, Okky juga mengajak para peserta untuk menganalisis kasus HAM melalui 3 gambar di layar. Mereka berlomba-lomba untuk mengangkat tangan dan memberikan jawabannya.

Acara dipenuhi gemuruh tepuk tangan dan menjadi semakin meriah ketika MC mengadakan sesi ice breaking. Tiga orang dari kursi peserta berhasil memperoleh hadiah OVO sejumlah 50.000 usai berani menyampaikan opininya tentang keberlangsungan hak asasi manusia di dunia. Selang beberapa waktu, acara kemudian ditutup dengan penyerahan apresiasi dan dokumentasi.

“Hak asasi manusia menurutku tema yang nggak akan surut oleh waktu, apalagi kita sedang dihadapkan dengan tantangan HAM yang kian rumit,” ucap Melati Milda selaku Project Officer ALSA English Fair 2024 ketika ditanya alasannya mengangkat tema HAM di tahun ini. “Opini, entah itu lewat lisan maupun tulisan adalah salah satu cara kita untuk speak up atas problematika HAM. Harapannya, anak muda bisa lebih kritis dan vokal terhadap isu ini,” tutupnya.

Penulis: AD-14

Editor: PD-08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *