Sumber Gambar: Indhy Maulvie Achmayna Zulmi

Perguruan tinggi merupakan salah satu tempat yang sangat berperan penting selama proses pendidikan. Universitas Airlangga salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia yang telah memiliki sejarah panjang di dalam dunia pendidikan. UNAIR menyediakan berbagai macam infrastruktur untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang efisien dan produktif, salah satunya infrastruktur fisik yang menjadi aset paling menonjol. Berbagai gedung perkuliahan, laboratorium, perpustakaan, hingga pusat layananan mahasiswa didesain dengan megah, bernuansa modern, dan fungsional. Namun di balik hal tersebut, masih ditemukan infrastruktur yang sering dikeluhkan oleh mahasiswa, khususnya bidang teknologi.

Selain infrastruktur fisik, terdapat infrastruktur teknologi dalam konteks e-learning yang menjadi perbincangan panas akhir-akhir ini. UNAIR sendiri memiliki e-learning bernama HEBAT, yang memiliki banyak manfaat, contohnya seperti memberikan kemudahan para mahasiswa untuk mengakses materi pembelajaran, tugas, dan fitur-fitur lain secara fleksibel tanpa keterbatasan waktu. Namun, akhir-akhir ini terdapat banyak keluhan dari banyak mahasiswa terkait HEBAT e-learning yang sering eror. Terlebih lagi, hal ini sering terjadi di saat yang genting.Pada Senin (23/10), UNAIR mengadakan pekan ujian tengah semester yang diadakan secara daring maupun luring. Terkhusus bagi mahasiswa baru yang mengikuti ujian di mata kuliah Pembelajaran Dasar Bersama (PDB) yang diselenggarakan secara daring melalui HEBAT e-learning. Namun, tepat di hari pertama pelaksanaan UTS mata kuliah PDB, e-learning mengalami eror. Banyak mahasiswa berkeluh kesah melalui grup Whatsapp, Line, Telegram, atau bahkan Twitter. Dilansir dari akun Twitter @airlanggamenfess, banyak keluhan-keluhan yang disampaikan terkait HEBAT e-learning yang sama sekali tidak bisa digunakan.

Sumber gambar: Tangkapan layar milik pribadi

Sementara, HEBAT e-learning mengalami eror lebih dari satu hari, sehingga benar-benar menghambat ujian tengah semester yang sedang berlangsung di pekan tersebut. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan dampak akibat e-learning eror. Bilqis Tirtakayana, salah satu mahasiswa dari prodi Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2023 juga menyampaikan keluh kesahnya, “Dampak akibat e-learning yang terus menerus eror tentunya akan berpengaruh pada tingkat stres mahasiswa. Sebab, banyak tugas ataupun soal UTS yang harus dikumpulkan pada saat itu, tetapi terhambat oleh server. Tidak hanya berpengaruh pada masalah psikis, tetapi juga pada nilai mahasiswa itu sendiri.”

Beberapa mahasiswa beranggapan bahwa nyatanya saat ini telah terjadi ketimpangan antara infrastruktur fisik dan teknologi di UNAIR. Pihak universitas hanya terfokus untuk mengembangkan infrastruktur fisik, tetapi mengesampingkan infrastruktur teknologi, terkhusus dalam konteks e-learning. Contohnya saja seperti pembangunan plaza, fakultas hukum, dan juga perbaikan jalan di area kampus c. Semua itu benar-benar berbanding jauh dengan cara pihak universitas menangani e-learning yang eror.

Mahasiswa mengakui bahwa universitas telah mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan ini dengan cara membuat e-learning hebat yang baru. Namun saat diimplementasikan, ternyata e-learning tersebut sama saja seperti yang sebelumnya. Bahkan, permasalahan ini membuat mahasiswa semakin geram. Sebab, hal ini telah menimbulkan eror yang berkepanjangan. 

Mahasiswa benar-benar berharap akan ada tindakan cepat untuk mengatasi permasalahan ini. Tentunya mahasiswa dan dosen harus memiliki akses yang lancar pada e-learning. Ketika server e-learning selalu eror, maka yang terjadi adalah kesenjangan dalam pemahaman materi perkuliahan. Banyak diakui jika UNAIR memiliki bangunan fisik yang megah, tetapi hal tersebut bukan menjadi alasan untuk mengalihkan ataupun mengacuhkan perhatian dari masalah infrastruktur teknologi, terutama dalam konteks e-learning. Dalam era digital ini, salah satu yang menjadi penunjang untuk menentukan kualitas pendidikan adalah infrastruktur teknologi. UNAIR harus berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur teknologi agar dapat memberikan pengalaman pendidikan yang lebih baik bagi mahasiswa. 

Penulis: Indhy Maulvie Achmayna Zulmi (Staf Magang)

Editor: Myesha Fatina Rachman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *