Sumber gambar: PT Eticon Rekayasa Teknik
Salah satu bahan material bangunan yang populer adalah beton. Beton merupakan bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen portland, yang terdiri dari agregat mineral, semen, dan air. Beton memiliki kekuatan serta daya tahan yang tinggi sebagai bahan material bangunan. Sebab, pembuatan beton menggunakan proses hidrasi yang melibatkan semen dan air. Semen dan air akan membentuk gel kalsium silikat hidrolis yang mampu meningkatkan kekuatan dan daya tahan pada beton.
Penambahan suatu bahan ke dalam pembuatan beton mampu meningkatkan kualitas kekuatan dan daya tahan pada beton. Salah satu bahan yang tepat untuk metode tersebut adalah partikel nano-silika. Partikel nano-silika memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari baja. Selain itu, partikel nano-silika memiliki ketahanan yang tinggi terhadap berbagai macam kondisi yang buruk. Penambahan partikel nano-silika dapat menggunakan tiga macam metode, diantaranya melalui penambahan langsung ke dalam beton, melalui injeksi partikel, atau melalui metode impregnasi. Penambahan partikel nano-silika dapat meningkatkan ketahanan beton terhadap siklus pembekuan-pencairan. Siklus tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada beton, seperti retak dan pelapukan.
Kebutuhan bahan material bangunan yang berkualitas tinggi dan tahan lama menjadi poin utama dalam mendukung pembangunan infrastruktur. Penggunaan infrastruktur secara terus-menerus akan menyebabkan infrastruktur tersebut mengalami penurunan kualitas pada aspek daya tahannya. Untuk mendukung hal tersebut, inovasi terhadap peningkatan kualitas bahan material bangunan menjadi perhatian yang utama. Selain memperhatikan aspek kualitas bahan material bangunan, infrastruktur harus memiliki aspek yang ramah lingkungan atau yang biasa dikenal dengan pembangunan hijau (Green Building).
Penulis : Raka Zaidan Nur Muhamad (Kontributor)
Editor : Dimas Septo Nugroho