Dalam satu minggu terakhir ini, sang miliarder pemilik aplikasi burung biru, Elon Musk mengumumkan bahwa logo Twitter akan berganti menjadi huruf “X”. Hal ini banyak menuai kontra dari netizen pengguna aplikasi tersebut. Lantas alasan apa yang membuat Elon merubah logo ikonik Twitter sejak tahun 2006 itu?
Hal ini diungkapkan pada akun Twitter pribadi milik Elon. Pada hari Minggu (23/07/23) Ia mengunggah sebuah video teaser dengan menampilkan animasi huruf “X”. Hal tersebut disambut oleh netizen dengan berbagai ketidakpuasan atas perubahan logo tersebut. Adapun netizen yang menyangka bahwa perubahan logo yang dilakukan oleh Elon, dikarenakan ingin mengubah branding Twitter saat tersaingi aplikasi Threads. Tanggapan dari netizen akhirnya dibuktikan oleh Elon bahwa aplikasi Twitter akan merubah citra baru dan menambah beberapa fitur. “Twitter membuat satu kesan besar dan mengubah cara kita berkomunikasi. Sekarang, X akan melangkah lebih jauh, mengubah alun-alun kota global,” ujarnya yang dikutip dari NBC News.
Kembali dengan tanggapan pengguna Twitter, aplikasi yang kini semakin digandrungi masyarakat itu ketika dibeli oleh Elon Musk sejak tahun lalu tidak sedikit aksi protes yang menentang pada perubahan tersebut. Alih-alih mendukung perubahan logo aplikasi yang memiliki ikon burung biru itu, netizen meminta Elon lebih memperbaiki bugs atau bahkan limit yang akhir-akhir ini sering terjadi pada para pengguna aplikasi tersebut.
Tidak lama dari unggahan video teaser tersebut, Elon pun perlahan mengganti logo aplikasi Twitter dengan bertahap. Salah satu perubahan tersebut ditemukan oleh netizen ketika membuka twitter dari website dan disambut dengan logo X pada laman beranda. Tidak hanya itu, logo X ditemukan pada pojok kiri atas. Namun, hingga saat ini belum juga ditemukan perubahan logo aplikasi versi mobile meskipun sudah melakukan update. Banyak reaksi netizen yang lega karena masih belum rela jika logo burung biru yang telah melekat akan berubah.
Sebelum adanya pengumuman perubahan logo, Elon Musk sempat menggemparkan para pengguna Twitter. Beliau memberikan pembatasan tiap pengguna yang belum terverifikasi hanya dapat membaca 600 unggahan perharinya, sementara pengguna yang sudah terverifikasi atau akun berbayar dapat membaca 6000 unggahan. Namun, tidak lama kebijakan tersebut perlahan menghilang dan para pengguna sudah tidak dibatasi oleh limit yang mengganggu penggunaan aplikasi tersebut. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan yang dikira menghambat dalam penggunaan aplikasi Twitter akhirnya menjadi salah satu penyebab penentangan dalam perubahan logo Twitter yang dilakukan oleh Elon Musk.
Penulis : Myesha Fatina Rachman
Editor: Daffa Amelia Yasa