sumber : @esso_wins on Twittersumber : @esso_wins on Twitter

Setiap orang memiliki preferensi hidup yang berbeda-beda. Ada yang berusaha untuk menjadi yang terbaik dan ada yang sekedar mengikuti arus. Namun, tanpa disadari, mereka hanya mengulang siklus yang tidak menjadikan perkembangan diri sebagai prioritas. Padahal diri mereka tidak selalu menjadi prioritas bagi orang di sekitarnya. Lalu mengapa kita tidak mengutamakan diri sendiri untuk terhindar menjadi people pleaser?.

Buku 1000 Little Things: Happy Successful People Do Differently mengajak kita untuk menghargai, menjaga, dan menjadi pendukung untuk diri sendiri. Jangan menunggu orang lain untuk memilih kita. Mulailah dari kita yang memilih diri kita sendiri. Apalagi menahan atau mengekang diri agar terlihat sempurna di mata orang lain. Diri kita berharga bukan karena orang lain yang menilai seperti itu, tetapi karena kita memegang kendali penuh atas langkah selanjutnya untuk kita pilih.

Jika kita merasa terganggu seperti, lebih menahan diri pada akhir-akhir ini, cukup sadari bahwa yang membuat kita merasa tidak nyaman adalah pikiran kita sendiri. Sementara, pikiran berada di bawah kendali pemiliknya. Kita mungkin merasa kesulitan karena terkadang beberapa hal yang ada di kepala kita mendadak menjadi berisik. Namun, jangan biarkan hal tersebut mengganggu atau bahkan memegang kendali dalam kehidupan nyata. Jadi, jangan biarkan apa pun, atau siapa pun, mencoba mengendalikan kita, sehingga menimbulkan perbuatan impulsif.

“So stop worrying about the flaws you see in everyone else, and focus on youself.” (hal. 42)

Sembuhkan diri ketika ingin memulai new chapter dengan langkah kecil seperti, menghilangkan kebiasaan tidak menerima hal yang terjadi. Artinya, kita harus bisa accepting atau menerima masalah-masalah yang sedang menimpa. Selalu menghargai perasaan dan emosi, serta memperhatikan perkembangan diri sebagai prioritas. Kemudian, tetap konsisten berpikir baik tentang diri sendiri, sehingga dapat hidup lebih baik dan terlepas dari tantangan yang sedang dihadapi.

Membuat perubahan positif membutuhkan bimbingan dan latihan. Buku ini akan membantu anda dalam mencapainya step by step. Mungkin mewujudkan kebahagiaan dan kesuksesan di kehidupan merupakan hal yang tidak bisa dibayangkan di chapter sebelumnya. Sebelumnya kebahagiaan kita terpenuhi dari keluarga ataupun orang terdekat. Kemudian, kita tumbuh dewasa hingga pada akhirnya dihadapkan dengan tantangan yang belum pernah didapatkan sebelumnya. Lalu, kita berusaha untuk mengambil pijakan agar tetap bertahan di kehidupan yang liar ini. Kita terus melangkah sembari memetik pelajaran penting yang sebelumnya tidak pernah didapatkan.

Hidup terus menuntun ke jalan yang tidak akan pernah kita ketahui jika hanya mengikuti arus. Jangan takut dan jangan biarkan harapan yang masih menggantung indah tentang ‘bagaimana segala sesuatu ‘seharusnya’’ membutakan diri terhadap keindahan hidup yang sedang dijalani. Belajar untuk melepaskan beban pikiran tentang harapan yang tidak dapat digapai akan membantu kita menemukan lebih banyak kesempatan.

“If you say you’re going to do something, do it! If you say you’re going to be somewhere, be there! If you say you feel something, mean it! If you can’t, won’t, and don’t, then say so up front.” (hal 48)

Sebenarnya, terkadang kita perlu diingatkan untuk benar-benar bangkit dan melakukan hal-hal kecil yang perlu dilakukan untuk kembali bahagia. Hal-hal yang membuat kita takut dan hal-hal yang orang lain tidak bisa lakukan untuk kita. Kita tidak dapat mengontrol orang lain untuk terus menjaga kebahagiaan kita. Demikianlah alasan Marc dan Angel menerbitkan buku ini, untuk menjadi pengingat harian bagi siapa saja yang sedang berjuang untuk mengubah situasi agar menjadi lebih baik.  

Penulis : Myesha Fatina Rachman

Editor : Rumaisya Milhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *