/Museum Etnografi Kedatangan Tamu dari Universitas Marburg, Jerman
Sumber Foto : Satriyani Dewi Astuti

Museum Etnografi Kedatangan Tamu dari Universitas Marburg, Jerman

Rombongan Universitas Marburg, Jerman mendatangi Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR pada Jumat (30/09). Rombongan tersebut berjumlah 32 orang dan merupakan bagian dari kerjasama yang dilakukan Indonesia-Jerman dibawah naungan Wisma Jerman.

Irfan Wahyudi, S.Sos., M. Comms., Ph.D. selaku Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik juga turut menyambut kedatangan rombongan yang tiba pukul 15.00 WIB. Beliau juga mengapresiasi adanya kunjungan sebagai wadah kerjasama UNAIR dalam mengenalkan budaya Indonesia dalam bentuk Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian yang dimiliki oleh Universitas Airlangga.

Sementara itu, Professor Markus Hassler selaku dosen dari Universitas Marburg yang turut ikut dalam kegiatan memberikan respon yang baik dengan adanya kegiatan tersebut. Beliau menjelaskan bila ini adalah pengalaman pertama untuk mengunjungi museum yang bertema “kematian”.

“Kami sangat tertarik dan berusaha mempelajari berbagai aspek terkait prosesi adat dan kematian yang ada di Indonesia. Kami bisa melihat dan belajar berbagai koleksi baik dari Papua, Sulawesi dan Jawa dalam satu tempat yang sama,” pungkasnya dalam memberikan review pengalaman tour museum.

Sedangkan, Dhahana Adi Pungkas S.Sos Med.Kom selaku cultural program assistant Wisma Jerman yang membawa rombongan menuju ke Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP mengungkapkan bahwa kunjungan didasari oleh kegiatan Wisma Jerman yang masuk dalam rangkaian mahasiswa asing dari Universitas Marburg, Jerman yang berkunjung ke Indonesia. Rombongan didominasi oleh mahasiswa jurusan economic-geography.

“Datang kemari merupakan bagian dari rangkaian study tour mereka. Sebelumnya mereka telah berkunjung di Jakarta, Jogja, Solo dan sekarang mereka tiba di Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP,” ungkapnya di sela sesi tour berlangsung.

Penulis : Satriyani Dewi Astuti

Editor : Primanda Andi Akbar