/Metaverse Sebagai Alternatif Pembelajaran Daring di Unair, Kemungkinan atau Kemustahilan?
Ilustrasi : Muhammad Alif Ghozali

Metaverse Sebagai Alternatif Pembelajaran Daring di Unair, Kemungkinan atau Kemustahilan?

Akhir-akhir ini, metaverse menjadi perbincangan hangat publik. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa metaverse akan adalah teknologi yang memungkinkan penggunanya untuk berkumpul dan berinteraksi dengan masuk ke dunia virtual. Dengan kata lain, Metaverse adalah wujud transformasi dari social interraction di internet.

Menurut Muhammad Noor Fakhruzzaman, Dosen program studi Teknologi Sains Data, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin(FTMM), Universitas Airlangga, viralnya istilah metaverse tak lepas dari perusahaan raksasa platform media sosial, facebook yang memutuskan untuk berganti nama menjadi meta dan mengembangkan sebuah ide bernama metaverse.

“Sejak facebook berganti nama menjadi Meta sekitar tahun lalu,” ungkap Pak Ruzza (panggilan akrab).

Meski begitu, Pak Noor mengungkapkan bahwa sejatinya ide Metaverse bukanlah hal baru dalam teknologi, metaverse merupakan pengembangan dari konsep yang sudah ada sebelumnya.

“Konsep metaverse sebenarnya sudah ada sejak lama, mirip dengan ragnarok online. Sebagaimana ada orang-orang yang punya representasi virtual dari dirinya sendiri dan bisa berinteraksi secara sosial,” tambah Pak Ruzza.

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai kemungkinan metaverse sebagai pengganti dari pembelajaran online di kampus. Beliau mengatakan hal tersebut sangat memungkinkan, tetapi untuk saat ini masih belum terlalu urgent dan cocok untuk diterapkan, karena kesiapan dari koneksi internet hingga perangkat elektronik yang masih belum memadai.

“Banyak yang perlu dibenahi, termasuk administrasi, pemerataan akses, pembagian kuota untuk mahasiswa dan aspek lainnya yang perlu kita perbaiki”. Ucap Pak Ruzza.

Pak Ruzza pun tidak menampik dengan diterapkannya metaverse sebagai alternatif pembelajaran online di masa pandemi, dapat memunculkan banyak manfaat baik bagi dosen maupun mahasiswa. Salah satunya manfaat yang bakal diperoleh adalah pembelajaran yang berjalan lebih interaktif karena didukung oleh teknologi virtual reality.

“Dengan diterapkannya metaverse sebagai alternatif pembelajaran online di masa pandemi, dapat memunculkan banyak manfaat, salah satunya adalah pembelajaran yang berjalan lebih interaktif sebab didukung oleh teknologi virtual reality tetapi penerapan metaverse untuk pembelajaran harus membutuhkan resource teknologi yang tidak sedikit sebab ada beberapa alternatif seperti penggunaan gather.town untuk menambah pengalaman unik dalam pembelajaran online ,” tutup Pak Ruzza.

Penulis : Danar Trivasya Fikri

Editor : Primanda Andi Akbar