/Varian Omicron Naik, FIB Tunggu SK Rektor Baru untuk Putuskan Skema Perkuliahan
Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi

Varian Omicron Naik, FIB Tunggu SK Rektor Baru untuk Putuskan Skema Perkuliahan

Merujuk pada Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 103/UN3/2022 tentang pembelajaran tatap muka yang akan dilakukan secara terbatas pada semester genap tahun ajaran 2021/2022, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sedang mempersiapkan perkuliahan dengan target capaian 100% luring. Wakil Dekan 1 FIB, Dr. Listiyono Santoso, S.S., M.Hum mengungkapkan bahwa pada semester depan memungkinkan semua mahasiswa bisa melaksanakan perkuliahan secara tatap muka.

“Jika memungkinkan, proses pembelajaran kedepan akan diselenggarakan seratus persen secara luring dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan yang sangat ketat”, terangnya saat diwawancarai pada Jumat (4/2).

Listiyono Santoso juga mengatakan bahwa pihak fakultas akan mempertimbangkan berbagai skenario dalam pembelajaran yakni 100% full offline untuk mata kuliah yang mengutamakan aspek praktikum dan hybrid pada mata kuliah yang memiliki capaian pembelajaran pengetahuan dan pemahaman.

“Apalagi nanti teman-teman mahasiswa semester dua bila memungkinkan sudah full kuliah luring di PDB (Perkuliahan Dasar Bersama) karena misinya kebersamaan, kolaborasi, saling mengenal satu sama lain, interdisipliner sehingga sudah tiga mata kuliah yang melakukan pembelajaran daring”, jelas Listiyono.

Menurut Listiyono, Fakultas Ilmu Budaya juga perlu memperhatikan jumlah ruangan kelas sebelum melaksanakan kuliah luring secara penuh. Pihak fakultas mencoba membatasi jumlah mahasiswa di dalam kelas yang biasanya diisi 80 orang dalam kelas besar menjadi maksimal 40-50 orang sehingga akan dibuka ruangan kelas baru.

“Alhamdulillah kita ada penambahan ruang kelas baru. Ada 7 kelas di Gedung Kuliah Bersama (GKB) bekas gedung Fakultas Farmasi yang lama”, tambahnya.

Penulis buku Epistemologi Kiri ini juga mengatakan bahwa persiapan FIB untuk melaksanakan kuliah secara luring sudah sampai pada tahap identifikasi ruangan kelas dan menambah ketersediaan fasilitas protokol kesehatan.

“Seperti PeduliLindungi, kemudian cuci tangan dan setiap hal tentang prokes. Kita juga akan menyediakan ruang transit untuk mahasiswa yang nantinya terindikasi, seperti suhunya di atas 37 derajat, kita akan berikan ruang semacam untuk isolasi pada saat itu”, ungkap Listiyono.

Di samping hal itu, Listiyono juga menjelaskan bahwa saat ini FIB sedang mengidentifikasi mata kuliah yang akan diselenggarakan secara daring atau luring dengan tetap menggunakan HEBAT E-Learning sebagai pusat pembelajaran

“Meskipun kuliah kita kedepan bisa berpotensi luring, kita tidak mengabaikan E-Learning. Harus tetap digunakan, bisa dengan model asynchronous. Mahasiswa diminta tetap mengakses materi dan ruang diskusi di sana”, ujarnya.

Kemudian, berkaitan dengan meningkatnya kasus COVID-19 varian baru, Omicron, pihak FIB tetap menunggu Surat Keputusan Rektor yang baru, jika nantinya akan ada pengubahan skema perkuliahan luring, hybrid, atau daring yang akan dilaksanakan mulai semester depan.

“Jika toh ada pengubahan skema kuliah di semester genap, kami juga akan tetap menyesuaikan skenario itu. Baik luring kita siap, daring pun kita siap, dua skenario itu sudah kami siapkan. Karena untuk sementara kami masih mengikuti surat edaran rektor yang lama tentang 100% luring dan beberapa mata kuliah yang akan tetap daring”, terang Listiyono.

Penulis : Mutiara R.J.

Editor  : Siti Nur Rahmawati