/Di Akhir Periode, DLM dan BEM UNAIR Selenggarakan LPJ Publik
Sumber: Zoom LPJ Publik DLM Unair 1

Di Akhir Periode, DLM dan BEM UNAIR Selenggarakan LPJ Publik

Kamis, 20 Januari 2022,  Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) periode 2021/2022 melaksanakan acara Laporan Pertanggungjawaban Publik. Acara tersebut diselenggarakan lewat media daring Zoom secara terbuka dan mengundang beberapa pihak dari perwakilan ormawa lain. Melalui Surat Undangan 035/DLM-A/UNAIR/I/2022, acara LPJ BEM UNAIR mengundang seluruh pengurus BEM UNAIR, Ketua BLM Fakultas, Lembaga Pers Mahasiswa, Mahasiswa Universitas Airlangga, dan lain sebagainya. LPJ tersebut juga turut mengudang Dirmawa UNAIR sebagai pihak yang juga andil dalam melaksanakan pengawasan serta pendampingan terhadap kegiatan Kemahasiswaan di UNAIR.

Laporan pertanggung jawaban kali BEM UNAIR melibatkan beberapa Kementerian yang ada  seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Adkesma, Kementerian Sekretaris Kabinet, Kementerian Media dan Informasi, Kementerian Hubungan Luar, dan kementerian-kementerian lainnya. Menteri Keuangan yang diwakili Oleh Zulfa, melaporkan seluruh bentuk Program Kerja yang telah dilaksakan selama satu tahun kepengurusan.

Diawali dari laporan proker ‘Forum Keuangan’, Proker ini dianggap penting karena sebagai pedoman pengurus BEM UNAIR dalam mengurus kegiatan proker maupun kebutuhan kas internal BEM. Dilanjutkan dengan Proker ‘Inventaris Keuangan’ sebagai bagian dari kegiatan pencatatan, hal ini dilakukan pada setiap tanggal penting seperti pada pencairan dana, balasan SPD (Sirat Penyediaan Dana), dan lain sebagainya. Proker selanjutnya ialah Pembuatan SOP Keuangan guna menstrukturasi seluruh alur dari segala hal yang berkaitan dengan keuangan. Kegiatan ini telah dilaksanakan di awal kepengurusan. Selanjutnya, ada perencanaan keuangan, proker ini sudah dilakukan sejak awal kepengurusan.

Kemudian, Zulfa memaparkan mengenai Pelaporan Keuangan yang dilakukan lewat sosial media BEM UNAIR ketika di awal dan tengah periode kepengurusan. Kegiatan tersebut diiringi dengan Controlling SOP Keuangan yang dilaksanakan oleh Bendahara dari Kementerian atau BO/BOP.

“Di Non-Kemenkoan sendiri ada BPH yang menghabiskan RP 49.205.000 selama satu periode, lalu ada Kementerian Keuangan yang tidak menyerap anggaran sama sekali”, papar Zulfa saat menjelaskan transparansi dari dana anggaran BEM yang digunakan.

Adapun Grand Total pengeluaran ialah Rp 70.441.163, serapan anggaran di Menko Internasionalisasi dan Digitalasi sendiri lebih banyak diserap oleh Kementerian Media dan Informasi yang memiliki persentase 70% dengan total anggaran sebesar Rp21.520.800 dan diikuti oleh Kementerian Hubungan Luar dengan menyerap 30% anggaran yakni total Rp9.411.500.

Pada intinya, dana terserap ialah 93% diari BEM UNAIR dan 7% dari BO/BOP termasuk penyerapan anggaran dari LPM Mercusuar sendiri yakni sebanyak Rp2.000.000. dengan total keuntungan kemitraan sebanyak Rp 24.100.000

Laporan pertanggungjawaban berikutnya dilanjutkan oleh Kabiro Kesekretariatan yang disampaikan oleh Riantika Sari menggantikan Menteri Sekretaris Kabinet yang berhalangan hadir. proker yang telah terlaksana ialah Sertifikat BEM UNAIR serta nomor surat keluar dan masuk.

“Terdapat setidaknya 620 nomor surat yang telah selesai atau masih dalam proses revisi, nomor ini termasuk dari Kementerian dan BO/BOP, surat yang keluar ialah sebanyak 3474 yang meliputi surat permohonan kegiatan, permohonan dana, peminjaman tempat, undangan, pencarian sponsorship, dan lain-lain. Sedangkan, di dalam surat khusus terdapat sebanyak 166 yang keluar meliputi surat keputusan, surat aktif organisasi, surat ketetapan, dan sebagainya. Sementara itu, surat masuk sendiri berjumlah 114 mayoritas terdiri dari surat undangan”, jelas Riantika Sari.

Laporan pertanggungjawaban selanjutnya dijelaskan oleh perwakilan Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa. Proker yang telah dilaksanakan ialah Adkesma Serasi (Serap Aspirasi), Adkesma Dekat (Kebijakan Kuliah offline yang dilakukan bersama Adkesma BEM Fakultas dan BEM-BEM Universitas lain dengan metode FGD atau Forum Group Discussion), Info Beasiswa dan ELPT, Rekam Suara Mahasiswa, dan Sempoa (Seminar dan Expo Beasiswa).

“Adkesma Dekat atau merupakan kegiatan perekomendasian perumusan kebijakan dari hasil kajian bersama adkesma universitas yang lain, untuk menghasilkan kebijakan yang konkret bersama universitas-universitas lain seperti Unpad, ITB, dan IPB sudah dilaksanakan sekaligus juga proker-proker lain seperti Adkesma Serasi, Info Beasiswa dan ELPT, Rekam Suara Mahasiswa, dan Sempoa (Seminar dan Expo Beasiswa) juga sudah usai dilaksanakan”, papar perwakilan Kementerian Adkesma yang tidak diketahui namanya.

Selanjutnya, laporan pertanggungjawaban disampaikan oleh Kementerian Medinfo. Rahmat Bayu Aji selaku Menteri menyampaikan bahwa Launching Aplikasi Airlangga menghabiskan biaya sebesar Rp1.392.000.

“Progaram peresmian Aplikasi Airlangga yang sudah mengudara menggunakan biaya setidaknya Rp1.392.000.”, ujar Rahmat Bayu Aji.

“Visioned (Virtual Creation of Media)” menjadi proker yang dilakukan oleh Kementerian Medinfo yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar menjadi lebih kreatif secara sosial media dan tidak mudah terjerumus kedalam berita bohong. Lalu, ada “Kolaborasi Airlangga” dan “Buku Tahunan” sebagai proker penutup dari Medinfo, serta diikuti oleh “Optimalisasi Media” pada bulan Februari-Maret, April-Mei, Juni-Juli, dan Agustus-Oktober.

Kementerian Hubungan Luar menjadi Kementerian ke-5 yang menyampaikan laporan pertanggungjawabannya. Adapun proker yang telah terlaksana ialah Seminar Airlangga Try Out Akbar, Airlangga Collaboration Series Bridge, Airlangga International Conference. Sementara itu, Airlangga Collaboration yang menjadi salah satu proker di bawah naungan Kementerian Hubungan Luar tidak berhasil terlaksana karena tidak memenuhi seluruh indikator keberhasilan dan akhirnya tidak terealisasi.

“Banyak kekurangan karena proses transisi dan kegiatannya dilakukan secara online. Banyak miskomunikasi dan proker yang tidak terlaksana”, ungkap Menteri Hublu.

Penulis : Ehren Dean Mahanaim

Editor  : Primanda Andi Akbar