Sebaran Covid-19 Menurun, Unair Rencanakan PTM Terbatas

Meredanya gelombang Covid-19 membuat sejumlah perguruan tinggi di Surabaya menyiapkan strategi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dilansir dari Radar Surabaya Jawa Pos, Minggu, 12 September 2021, berencana melaksanakan PTM terbatas pada akhir bulan ini. Lalu, bagaimana dengan Universitas Airangga (Unair)?

Direktur Pendidikan Unair, Prof. Dr. Sukardiman, MS., Apt., mengatakan untuk mengadakan PTM terbatas harus memperoleh beberapa izin terlebih dahulu. “Izin pelaksanaan PTM diperoleh dari pemerintah kota melalui satgas Covid-19 Surabaya, ketua satgas Covid-19 Universitas Airlangga, dekan fakultas, koordinator program studi, dan orang tua atau wali,” ujar Prof. Sukardiman pada LPM Mercusuar, Kamis (16/9).

Guru Besar Fakultas Farmasi itu menjelaskan beberapa hal yang jadi pertimbangan untuk mengadakan PTM terbatas secara luring. Di antaranya kondisi epidemiologi wilayah Surabaya dan sekitarnya sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), kesiapan aspek Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana, proses pembelajaran, dan persiapan lainnya, serta vaksinasi sivitas akademik Unair dosis 1 dan 2.

Hal lain seperti ada yang belum vaksinasi, memiliki komorbid, datang dari luar daerah atau luar negeri, memiliki gejala atau terkonfirmasi postif Covid-19, dan mahasiswa yang tidak bersedia melakukan pembelajaran secara luring juga dijadikan pertimbangan oleh pihak rektorat. “Bagi mahasiswa yang tidak bersedia melakukan pembelajaran secara luring, maka dapat memilih pembelajaran secara daring,” tambah Prof. Sukardiman dalam keterangan tertulis.

Gambaran Pelaksanaan PTM Terbatas

Ketika PTM terbatas digelar secara luring,  tentu ada protokol kesehatan (prokes) yang harus dipatuhi.  Misalnyaa, menghindari 3C (closed spaces, crowded places, dan close contact situation), melakukan 5M (menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas), pengecekan suhu tubuh, menghindari penggunaan sarana pembelajaran tertutup yang menimbulkan kerumunan dan kontak jarak dekat, serta membatasi penggunaan ruang maksimal 50 persen dari kapasitas.

Kampus juga harus menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer di tempat-tempat strategis, menyediakan ruang isolasi sementara bagi sivitas akademika yang bergejala, dan menerapkan mekanisme penanganan temuan kasus Covid-19 di lingkungan Unair (baik bagi yang bersangkutan maupun contact tracing). Sivitas akademika wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis sekali pakai, menjaga jarak minimal 1,5 meter antar-orang, menerapkan etika batuk/bersin yang benar, dan menerapkan upaya saling peduli, menjaga, dan melindungi.

Kapan Unair Melaksanakan PTM Terbatas?

Ditanya mengenai pelaksanaan PTM terbatas di Unair, Prof. Sukardiman hanya menjawab bahwa beberapa Program Studi (Prodi) sudah melaksanakannya. “Pada beberapa prodi sudah melakukan PTM terbatas, seperti prodi di FK dan FKG untuk program profesi dokter,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai PTM Terbatas pada Prodi dan fakultas lainnya, Prof. Sukardiman belum bisa memastikan waktunya karena menunggu kebijakan masing-masing fakultas, serta izin orangtua/wali mahasiswa.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sudah mengeluarkan surat edaran (SE). SE itu diketahui beredar pada Selasa  (14/9) di kalangan mahasiswa FEB hingga menyebar ke mahasiswa lintas fakultas lainnya. “Dari tiga hari yang lalu beredarnya,” kata mahasiswa FEB, Sarah Nuraini, Jumat (15/9).

Namun, ia berkata bahwa organisasi mahasiswa (ormawa) di FEB masih berusaha berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak fakultas, serta menekankan pada mahasiswa bahwa informasi tersebut masih bisa berubah. Meski begitu, mahasiswa FEB tetap diharuskan mengisi form kesediaan melakukan pembelajaran luring.

Lebih jelasnya, Surat Edaran Rektor bisa diakses di sini.

Penulis: Amelia Rahima

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *