Rincian Pembagian Uang Kasus Vendor Jaket, Siapa Terbanyak?

Rincian Pembagian Uang Kasus Vendor Jaket, Siapa Terbanyak?

Aliran uang pembuatan jaket BEM Unair disampaikan secara terang oleh Achmad Alak, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) BEM Unair 2021 melalui telewicara Whatsapp pada Jumat (9/7/2021).

Nominal sebesar 40 juta terpecah menjadi dua pembagian dengan perincian 20 juta pertama dihimpun Kementerian Ekraf dari uang hasil pembayaran seluruh staf  BEM Unair, sedangkan sebesar 20 juta dipinjam dari Kemahasiswaan oleh Ketua BEM Unair, Abdul Chaq.

Kemudian, rincian dari pembagian tersebut didapatkan dari pengakuan tiga orang pelaku (Chaq, Zined, Widhi) kepada Alak melalui pertemuan langsung pada Jumat (2/7).

“Saya bertemu dengan tiga orang yaitu mas Chaq, mas Zinedine, dan mas Widhi pada hari Jumat minggu lalu dan mereka semua menceritakan fakta yang terjadi sebenarnya,” ucap Alak kepada LPM Mercusuar.

Rincian dana pertama yaitu uang yang dikirimkan dari Achmad Alak kepada Widhi selaku vendor jaket.

“Jadi awalnya, rincian dana yang pertama yang merupakan uang yang sudah dikirimkan oleh kementerian Ekraf kepada mas Widhi selaku vendor yang direkomendasikan oleh mas Zined itu ternyata dibagi-bagi kepada empat orang, yaitu ada mas Widhi sendiri, mas Chaq, mas Zined, dan mas Zamzam,” ungkap Alak.

Ia menyebut, uang tersebut dibagi kepada empat orang dengan perincian; Widhi mendapatkan 7,5 juta, Abdul Chaq mendapatkan 1,5 juta, Zinedine mendapatkan 1,5 juta dan Zamzam (Terduga pelaku yang disebut sebagai vendor jaket kedua) mendapatkan sisanya.

Selanjutnya, perincian kedua dari peminjaman uang Dirmawa yang diambil oleh Chaq dan Sinyie Wulandari (Menteri Keuangan BEM Unair) dibagi dua, yaitu antara Abdul Chaq dan Zamzam.

“Lalu, rincian dana yang kedua yaitu uang yang berasal dari Dirmawa yang pada awalnya diambil oleh mas Chaq dan mbak Sinyie dari Pak Hadi serta Pak Zaki itu ternyata juga dibagi dua antara mas Chaq dan mas Zamzam,” ujar Alak.

Mengulang penyampaian Sinyi pada sidang terbuka yang digelar DLM Unair, Rabu (23/6), setelah uang cair dari Dirmawa, dirinya diberi uang sebesar 500 ribu oleh keduanya (Chaq dan Zamzam). Namun, kemudian uang itu dimasukkan Sinyi ke kas BEM Unair.
Sehingga, dalam pembagian itu Chaq mengambil sebesar 8,9 juta dan Zamzam mendapatkan sisa dari pengurangan 500 ribu yang diberikan kepada Sinyi, atau sebesar 10,6 juta.

Hasil rincian tersebut disampaikan Alak murni dari pengakuan seluruh pelaku. Hal itu dilanjutkan berikut dengan pernyataan pertanggungjawaban oleh seluruh pihak.

“Pertemuan itu dilakukan karena dari pihak ketiga orang ini mau meminta maaf atas apa yang sudah mereka lakukan dan mereka semua juga sudah mengakui fakta yang sebenarnya terjadi,” ungkap Alak.

Alak mengatakan dirinya sudah mencabut kembali laporan yang ditujukan kepada Polrestabes Surabaya. Hal itu lantaran pelaku sudah menjelaskan detail pembagian, pengembalian uang secara penuh, dan bersedia mengakui kesalahan.

“Setelah saya berdiskusi dengan berbagai pihak di internal kampus baik dosen, rektorat, senior, hingga rekan-rekan yang membersamai saya, laporan yang dulu pernah saya buat di kepolisian itu akhirnya saya putuskan agar di mediasi saja di kepolisian sehingga kasusnya sudah dihentikan,” ujar Alak.

“Kasus ini sudah saya anggap selesai karena mereka juga sudah mengakui kesalahannya dengan jujur serta uangnya pun sudah kembali ke pihak Dirmawa sebesar 20 juta dan ke saya juga kembali sebesar 20 juta,” lanjutnya.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu menyampaikan pertimbangan-pertimbangan diputuskan demi menjaga nama baik Unair dan masa depan pihak-pihak yang bersangkutan.

“Saya rasa ketika semuanya sudah mengakui kesalahan dan sudah jera, maka insyaallah ini pilihan yang terbaik. Saya mohon dukungan teman-teman,” ucap Alak.

Ia berharap untuk ke depan kejadian yang serupa tidak terulang kembali.

“Harapannya, semoga kejadian seperti tidak terulang kembali, semoga ketiga orang ini juga tidak melakukan perbuatan yang sama di kemudian hari” pungkas Alak.

Penulis : Primanda Andi Akbar

Editor : Risma D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *