Buntut Kasus Vendor Jaket, Dirmawa Beri Klarifikasi

Buntut Kasus Vendor Jaket, Dirmawa Beri Klarifikasi

Mundurnya Abdul Chaq dari posisi Presiden BEM Unair menuai banyak respon. Mulai pertanyaan tanggung jawabnya mengenai kasus jaket hingga kelanjutan kepemimpinan BEM Unair ke depan.

Menanggapi hal tersebut LPM Mercusuar menanyakan kepada Direktur Kemahasiswaan Unair, Dr. M. Hadi Subhan, S.H., M.H., C.N. Senin (19/7).

“Terkait pengunduran diri mas Chaq sebagai Ketua BEM, sementara tugas-tugasnya ditangani oleh Wakil Ketua BEM,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan Whatsapp.

Menurut penuturan Hadi, Perpindahan tugas tersebut sudah berjalan selama satu minggu hingga berita ini terbit. “Setelah mas Chaq mengajukan pengunduran diri, Dirmawa koordinasi dengan Mas Risyad untuk kaitan dengan kegiatan BEM, sambil menunggu SK definitif yang ada,” terangnya.

Menyoal permasalahan jaket yang menyangkut Zamzam, baru-baru ini ia mengunggah sebuah video klarifikasi, dalam video tersebut Zamzam menyebut Direktur Kemahasiswaan memberikan support padanya. Namun, setelah dikonfirmasi ulang, Hadi Subhan tidak membenarkan hal tersebut.

“Saya belum tahu video tersebut, dan saya juga nggak tahu maksud support tersebut seperti apa,” ujarnya.

“Kalo support agar masalah jaket BEM diselesaikan secara kekeluargaan, itu support saya. Dan support itu bukan ke person melainkan ke kelembagaan BEM. Pada saat wawancara LPM Mercusuar dengan saya yang pertama itu,” lanjutnya.

Ketika LPM Mercusuar mempertanyakan sikap kampus terhadap oknum tertuduh, Hadi mengatakan bahwa kampus tidak ikut campur atas kasus tersebut.

“Kampus nggak ada kaitannya, karena itu kan masalah intern BEM. Mereka mengumpulkan uang sendiri, beli jaket sendiri, ribut sendiri, dan sekarang sudah diselesaikan sendiri,” terang Hadi.

Mengenai dana yang dipinjam dari rektorat, Hadi mengatakan sudah dikembalikan. Jadi juga menjelaskan bahwa BEM memiliki anggaran tersendiri untuk melakukan kegiatannya.

“Kalau yang uang di direktorat kemahasiswaan itu mekanisme pengajuan untuk kegiatan BEM, yang waktu itu ada kegiatan dengan Ketua MPR terkait Hari Anti Narkoba dan kegiatan lainnya yang akan diselenggarakan BEM. Jadi tidak ada sama sekali pengajuan untuk jaket,” ungkapnya.

Lanjut Hadi, lantaran muncul masalah vendor jaket, pengurus BEM Unair mengembalikan uang itu kepada Direktorat Kemahasiswaan. Maksud pengembalian itu supaya tidak tercampur dengan masalah jaket yang sedang mencuat.

“Selanjutnya akan kami cairkan lagi untuk follow up kegiatan BEM. Jadi selama satu tahun BEM itu mengajukan hampir seratusan jenis kegiatan. Termasuk anggaran LPM kan juga salah satu yang diajukan oleh BEM,” tutup Hadi.


Penulis: Tata Ferliana
Editor: Risma D. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *