Menteri Ekraf BEM Unair 2021 Tetap Lanjutkan Proses Hukum

Menteri Ekraf BEM Unair 2021 Tetap Lanjutkan Proses Hukum

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jaket BEM Unair semakin berlarut. Terlebih, ketiga nama yang terseret sudah memberikan keterangannya masing-masing.

Salah satunya, pernyataan Irjen BEM Unair 2021 Zinedine Reza yang menyangkal perihal dirinya yang disebut merekomendasikan Widhi Arif sebagai vendor. Merespons hal itu, Achmad Alak menyebut Zinedine lah yang memberikan kontak Widhi kepadanya dan menyuruh untuk mengkomunikasikan lebih lanjut terkait vendor jaket BEM Unair.

“Seperti bukti yang sudah saya share di forum DLM kemarin. Mas Zined ini memberikan kontak dan bilang ‘ini Lak chatten orangnya’. Jadi, perspektif saya adalah itu sebagai arahan atau rekomendasi untuk menjalin komunikasi lebih lanjut dengan mas Widhi,” jelas Menteri Ekonomi Kreatif BEM Unair 2021 itu, Sabtu (19/6).

Keputusan memilih vendor yang akan dimenangkan memang dikembalikan ke Kementerian Ekonomi Kreatif BEM Unair, lanjut Alak. Namun, ia percaya dengan rekomendasi dan arahan dari Irjen BEM Unair 2021 itu.

Seperti diketahui, Kementerian Ekref BEM Unair melakukan open tender untuk penggarapan jaket BEM. Ada empat vendor dari hasil open tender itu, salah satunya vendor dari Widhi Arif.

“Jadi, vendor-vendor yang sudah diseleksi oleh Kementerian Ekref dengan mekanisme yang sudah ditentukan itu ada 4, termasuk vendor dari mas Widhi. Sementara untuk penandatanganan MoU itu dilakukan oleh PIC pengadaan jaket, saya hanya sebagai saksi,” tegas Alak.

Dari keempat vendor yang masuk, justru vendor Widhi yang baik Alak maupun Zined sendiri mengaku tidak tahu pasti track recordnya lah yang muncul sebagai pemenang.

Menyorot hal tersebut, Wakil Ketua BEM Unair 2021 Risyad Fahlevi pada forum DLM sempat menyinggung alasan Alak memilih Widhi.

“Alak memilih Widhi karena Widhi mengatakan ke Alak kalau semuanya akan dikasih nanti,” tutur Risyad dalam forum terbuka, Jumat (18/6).

Alak mengonfirmasi jika pernyataan “di kasih” tersebut merupakan lampu hijau agar ia memilih Widhi sebagai vendor pembuatan jaket BEM Unair.

“Jadi, saya diberi tahu mas Widhi tentang bagi-bagi yang diberikan kepada mas Risyad dan Menko Kemasyarakatan mas Ardi, itu saya pikir sebagai lampu hijau untuk memilih mas Widhi karena sudah mendapatkan restu dari Mas Risyad dan mas Ardi,” ungkap Alak kepada LPM Mercusuar.

“Padahal, ketika saya tanyakan ke pihak terkait (Risyad, Ardi) mereka berdua tidak tahu menahu tentang hal ini. Kemudian perihal bagi-bagi, silakan bertanya ke mas Widhi dan pihak-pihak terkait yang telah disebutkan,” lanjutnya.

Saat ini, kasus yang ia laporkan ke Polrestabes Surabaya itu masih dalam tahap pengumpulan bukti untuk keperluan proses yang lebih mendalam.

“Masih tahap pengumpulan bukti sehingga bukti laporan belum bisa ditunjukkan kepada publik,” ujarnya.

Jalur hukum yang ditempuh itu menjadi pertanggungjawabannya agar uang mahasiswa yang dibawa kabur vendor dapat kembali.

“Untuk langkah selanjutnya yang saya lakukan yang pasti adalah langkah-langkah terbaik untuk kepentingan dan kemaslahatan bersama,” pungkas Alak mengakhiri.

Penulis: Primanda Andi Akbar
Editor: L. Fitriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *