Dugaan Penipuan Jaket, Ketua BEM Unair 2021 Buka Suara

Dugaan penipuan dan penggelapan dana jaket BEM Unair yang disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif BEM Unair, Alak Achmad di akun Instagram pribadinya menyeret tiga nama yakni, Ketua BEM Unair Abdul Chaq, Irjen Zinedine Reza, dan Widhi Arif. 

Abdul Chaq, salah satu nama yang dilibatkan dalam narasi video di akun Instagram Alak, memberi pernyataan secara eksklusif pada Tim LPM Mercusuar pada Minggu (20/6) melalui telewicara WhatsApp. 

Chaq mengungkapkan bahwa akar dari permasalahan ini berada dalam ranah internal organisasi BEM Unair.

“Ini pure awalnya adalah permasalahan internal. Di internal belum beres langsung dialihkan ke publik. Padahal kita ada mekanisme penyelesaian setiap permasalahan di internal terlebih dulu,” tuturnya.

Lantaran sudah menyebar luas, kealphaan Chaq dalam memberikan keterangan kepada publik semakin dipertanyakan. Salah satunya ketidakhadiran Chaq dalam forum yang diadakan DLM (18/6). 

Menyinggung hal itu, Chaq menyebut masalah regulasi dan keberadaannya di Jakarta lah yang membuatnya absen dari forum. Ia baru kembali ke Surabaya pada Jumat (18/6) malam.

“Secara kelembagaan, secara sistem, BEM dan DLM itu setara. Soal regulasi juga belum ada, SOP Pengawasan pun belum disahkan. Saya pun sedang di luar kota. Saya sudah share lokasi dan memberi kabar ke teman-teman DLM, tetapi saya masih betul-betul ditunggu. Seolah-olah forum ini memaksa betul saya untuk hadir,” jelasnya. 

Sementara itu, ketika ditanyai perihal hubungannya dengan Widhi, Chaq mengaku mengenal Widhi meskipun tidak terlalu akrab.

“Berteman iya, akrab banget nggak. Dan meskipun berteman, dalam konteks masalah ini harusnya bisa dibedakan mana wilayah personal dan profesional,” tutur Ketua BEM Unair 2021 itu.

Kejanggalan yang akhirnya menjadi asumsi publik terkait keterlibatannya dalam tender ia tepis dengan dalih bahwa dirinya telah berupaya untuk menjangkau Widhi, tetapi tidak mendapat respons. “Upaya approach tetap ada, tetapi tetap gitu, nggak ada respons,” ujar Chaq.

Lebih lanjut, terkait pinjaman BEM Unair ke Dirmawa sebesar 20 juta yang ia inisiasi, Chaq mengatakan jika dirinya telah berkoordinasi dengan Bendahara BEM Unair, Sinyi Wulandari. Pinjaman itu disinyalir menjadi pengganti sementara atas uang jaket yang dibawa kabur Widhi. 

Mengkonfirmasi hal tersebut, bendahara BEM Unair belum memberikan tanggapan saat dihubungi pada Kamis (17/6). Saat ditanya perihal keberadaan uang tersebut lantaran Alak juga belum menerima hingga saat ini, Chaq tidak menjawab secara spesifik.

“Sikap seperti itu (pinjam uang) adalah sikap profesional, status saya sebagai Ketua BEM Unair, sebagai menteri keuangan dan sebagainya itu sikap secara kelembagaan. Maka, untuk persoalan ini akan dijawab secara kelembagaan,” jawabnya.

Jadi, lanjutnya, untuk menjawab di kemanakan uang pinjaman itu, maka akan disampaikan nanti secara kelembagaan. Artinya, jika secara kelembagaan, lantas apakah uang tersebut ada di menteri keuangan BEM, Chaq kembali menyebut jika akan menjawabnya nanti secara kelembagaan.

“Sekali lagi, itu informasi yang perlu disampaikan ke internal lembaga dan akan disampaikan ke publik secara kelembagaan. Jadi mohon bersabar,” tegasnya.

Chaq juga berulang kali menegaskan bahwa dirinya akan memberikan klarifikasi jika telah membahasnya secara internal BEM. Sebab, banyak yang perlu ia crosscheck terlebih dahulu sebelum menyebarluaskan pada publik. 

“Perlu saya sampaikan dulu klarifnya ke teman-teman internal BEM. Permasalahan ini harus dijelaskan secara detail karena rangkaiannya sangat panjang. Mulai dari awal ide membuat jaket sampai ke persoalan peminjaman sehingga bergulir dugaan penggelapan dana. Itu rangkaian yang sangat panjang,” papar Chaq.

“Ada opsi-opsi yang perlu saya tawarkan sebelum mengambil keputusan dan itu harus saya sampaikan dulu kepada teman-teman BEM. Baru nanti saya sampaikan statement ini secara kelembagaan ke publik,” lanjutnya.

Namun, Chaq tidak memberikan jawaban pasti kapan bahasan di internal BEM tersebut akan dilaksanakan. Hingga saat ini, Chaq belum juga mengunggah klarifikasi dengan pertimbangan ingin menyelesaikan permasalahan bersama internal BEM Unair yang entah kapan itu.


Penulis: Annisa Fitriani
Editor: L. Fitriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *