DLM Belum Sahkan SOP Pengawasan Terhadap BEM Unair

DLM Belum Sahkan SOP Pengawasan Terhadap  BEM Unair

Unggahan LPM Mercusuar terkait upaya DLM dalam melerai konflik seputar pemilihan Ketua (KOC) Amerta memunculkan beberapa tanda tanya.

Pertanyaan itu datang dari mahasiswa melalui kolom komentar Instagram resmi LPM Mercusuar pada judul unggahan Adakan Forum, DLM Cecar SC Amerta.

Dalam komentar tersebut berisi beberapa pertanyaan yang menyinggung tugas dan fungsi pengawasan DLM. Seperti yang disampaikan akun @riamustopo Amerta controlling committenya jalan ga selama ini?

Sama halnya dengan @alifia20 DLM bukannya selalu tau proker BEM? apa beda kek BLM?

Menanggapi hal tersebut pihak DLM mengatakan standar operasional prosedur (SOP) pengawasan untuk BEM baru akan dilakukan musyawarah bersama pada 19 Juni 2021 mendatang. 

Ketua Komisi Pengawasan DLM Unair, Rifky Chandra mengatakan hal ini disebabkan pembentukan kepengurusan BEM sudah lebih dulu dilakukan daripada kepengurusan DLM. Tak hanya itu, menurutnya DLM juga memerlukan waktu untuk menyusun SOP pengawasan.

“Kami (DLM) juga perlu merancang draft SOP Pengawasan dari awal untuk menjadi pedoman kami dalam mengawasi kinerja BEM, sehingga diperlukan waktu untuk menyusun draft SOP tersebut,” terang Rifky saat dihubungi melalui Whatsapp.

Untuk menjawab pertanyaan tugas controlling committe (CC) mengenai pemilihan KOC (ketua pelaksana) Amerta, pihak DLM mengatakan telah menyiapkan delegasi sebagai CC.

“Kami mengetahui diadakannya oprec KOC Amerta, tapi kami belum bisa masuk untuk mengawasi jalannya proker tersebut,” ujar Rifky saat dihubungi pada Kamis (17/06).

“Ini (CC, Red) sudah kami siapkan, jadi seluruh proker BEM pasti ada CC dari pihak DLM untuk mengawasi berjalannya proker tersebut mulai dari pra hingga pasca,” lanjutnya. 

Dalam menyikapi sengkarut pemilihan KOC Amerta DLM hanya memberikan rekomendasi kepada BEM untuk menyelesaikan.

Upaya penyelesaian itu dikembalikan kepada BEM sepenuhnya karena DLM hanya memiliki wewenang untuk mengawasi. Hal ini tercantum dalam Peraturan Rektor Universitas Airlangga nomor 07/H3/PR/2011 : Pasal 8 ayat 1 Dewan Legislatif Mahasiswa  memiliki wewenang untuk mengawasi kinerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa.

“Kami (DLM) sudah memberi rekomendasi kepada pihak SC Amerta untuk klarifikasi dengan mengadakan forum terbuka, karena penyelesaian kembali diserahkan ke pihak BEM, disini kami hanya bisa memberi rekomendasi,” papar Rifky.

Selain menanggapi isu ganjilnya pemilihan KOC Amerta, DLM juga mengambil sikap terhadap permasalahan dana jaket BEM.

DLM mengadakan forum dengan Achmad Alak sebagai pihak yang menyuarakan masalah dugaan penipuan melalui instagram pada Rabu (16/6).

Hadir pula Nur Aini selaku Dirjen Pengembangan Bisnis, dan Nanda Aqila selaku PIC Airlangga Apparel and Merchandise.

“Untuk yang dana jaket, kami juga yang memanggil dan mengundang, akan tetapi pihak Menteri Ekraf juga meminta tolong kepada kami untuk memfasilitasi transparansi tersebut,” ujar Rifky. 

Sehubungan dengan tindak lanjut mengenai dana jaket, DLM memberikan pernyataan sikap dan berencana mengundang pihak terkait untuk diadakan forum terbuka. Untuk pernyataan sikap dan ketentuan forum terbuka dapat dilihat di sini.

Penulis: Tata Ferliana

Editor: Risma D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *