Adakan Forum, DLM Unair Cecar SC Amerta

Menyikapi isu yang beredar mengenai pemilihan KOC (Ketua pelaksana) Amerta 2021, Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM ) Unair mengadakan audiensi bersama Steering Committe (SC) Amerta dan Kementerian PSDM BEM UNAIR pada Selasa (15/06). Namun, menurut DLM dalam forum tersebut tidak menghasilkan titik temu.

Berdasarkan press release yang disusun DLM Unair (unduh di sini), DLM sempat menanyakan ada tidaknya kendala yang dialami sehingga memaksa panitia untuk memperpanjang timeline open recruitment.

Menanggapi pertanyaan itu, BEM Unair tidak memberikan jawaban dan malah mempertanyakan data kajian DLM sebelum mengadakan forum tersebut. Kemudian, pihak SC berdalih jawaban sudah ada dalam press release Pemilihan Ketua Amerta yang dipublikasikan oleh PSDM BEM Unair beberapa hari sebelumnya.

Merasa belum terjawab, DLM kembali menanyakan terkait transparansi. Pihak DLM meminta konfirmasi mengenai pemberitahuan jadwal presentasi grand design yang mepet. BEM Unair mengatakan bahwa kedua calon dihubungi pada tanggal 7 Juni 2021 dan hal tersebut sudah berdasarkan rapat SC.

“Sebelumnya dirapatkan kembali terkait jadwal (presentasi) grand design dan sudah disetujui presentasi dilakukan pada tanggal 8 Juni,” terang Izzudin, Menteri PSDM BEM Unair.

Selanjutnya, DLM kembali menanyakan alasan dibalik pemberitahuan terkait waktu presentasi yang dilakukan h-1. Padahal, tanggal presentasi grand design sudah disepakati sebelumnya.

“Kami rasa tidak masalah apabila tidak ada pemberitahuan terkait jadwal presentasi grand design Amerta,” ujar Jihan Firyal selaku Dirjen Kaderisasi PSDM Unair dalam forum yang berlangsung.

“Kalau misalkan memang tidak ada alasan khusus sehingga pendaftar tidak bisa hadir, harusnya mereka selalu siap untuk diminta mempresentasikan grand design kapan saja,” lanjutnya.

DLM juga meminta keterangan mengenai pengadaan technical meeting untuk alur seleksi karena terdapat suara mengenai ketiadaan uji publik. Menanggapi hal ini SC Amerta 2021 tidak menyangkal dan meminta maaf.

“Kami meminta maaf atas kurangnya transparansi technical meeting dan tidak adanya uji public, dikarenakan menunggu teman-teman SC Amerta untuk fiksasi tanggal,” ucap Izudin.

Berselang beberapa saat, DLM menyatakan belum menemukan titik temu dari forum yang berlangsung. Setelah itu, Menko Kemahasiswaan disusul Menteri PSDM meninggalkan forum terlebih dahulu lantaran terdapat urusan lain.

Lantaran dua orang SC meninggalkan forum terlebih dulu, DLM meminta forum lanjutan.

Akan tetapi permintaan itu ditolak oleh pihak BEM dengan alasan semua pertanyaan sudah terjawab pada press release. Namun, mereka menginginkan forum lainnya yang membahas kolaborasi untuk Amerta 2021.

Sebagai langkah penyelesaian, DLM mengusulkan supaya BEM Unair mengadakan forum terbuka untuk membuat klarifikasi sebagai bentuk transparansi. Selain itu, pembuatan klarifikasi dengan menunjukkan bukti yang diminta pihak terkait berbentuk video dan melakukan audiensi dengan pihak yang merasa dirugikan.


Penulis: Tata Ferliana 
Editor: Risma D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *