Perobekan perahu kertas sebagai simbol dari belum terlaksananya narasi Indonesia sebagai poros maritim dunia oleh pemerintahan Joko Widodo. (MERCUSUAR/Ammay)

Reporter : Annisa Fitriani dan Rizma Ammay

Editor : Lailatul Fitriani

Penandatanganan petisi menggugat pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia berlangsung di gedung Airlangga Convention Center, Kampus C Universitas Airlangga, Senin (5/8). Penandatanganan petisi yang dilakukan oleh BEM UNAIR di hadapan ribuan mahasiswa baru tersebut menjadi rangkaian PKKMB UNAIR setelah sebelumnya juga diadakan roleplay dan orasi dengan mengangkat tema yang sama, yakni “Wujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan Kedaulatan Ekonomi Modern.”

Ketua BEM UNAIR 2019, Agung Tri Putra menyebut bahwa pengaplikasian tema tersebut ke dalam serangkaian kegiatan PKKMB AMERTA 2019 dijadikan sebagai bentuk narasi awal untuk pencerdasan.  “Kita harus paham mengenai isu nasional. Dan kita sebagai mahasiswa harus kritis dalam menanggapi dan melihat problematika yang sedang terjadi di negara sendiri,” ungkapnya.

Sedangkan terkait gugatan terhadap pemerintah dimaksudkan untuk mendorong Joko Widodo mewujudkan narasi yang digaungkannya sejak 2014 tersebut. “Kita tahu dari 2014, Bapak Jokowi, Presiden terpilih pada saat itu menggaungkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, tapi itu tidak ada wujudnya. Di tahun 2019, ia bahkan tidak membawa narasi itu sama sekali. Kemana janji politik 2014? Kemana substansi mengenai poros maritim dunia? Kemana narasi surga bagi kesejahteraan nelayan. Itu yang menjadi point of view kita, yang coba kita telaah lebih dalam,” terang Agung.

Menurut Agung, perlu adanya dua hal untuk merealisasikan perwujudan dari Indonesia sebagai poros maritim dunia, yaitu memberikan pencerdasan kepada masyarakat dan memberikan dorongan kepada pemerintah.

“Kita bisa coba lakukan pemberdayaan masyarakat nelayan. Kita edukasi bagaimana cara menangkap ikan menggunakan kapal besar misalnya. Kita apa namanya, istilahnya memberikan fasilitas, kita coba memberikan sumbangsih nyata. Kalau dari mahasiswa, kita bisa memberikan edukasi dan kita bisa menarasikan untuk mendorong Pak Jokowi menepati janjinya,” paparnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Agung mengatakan bahwa kedepannya BEM UNAIR akan mengadakan serangkaian kegiatan yang dapat mendorong terwujudnya narasi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Sekarang kita baru memberikan pelemparan isu, sedangkan untuk kedepannya kita akan memberikan advokasi. Berikutnya, akan ada kajian, InsyaAllah bulan Agustus. Ini kita integrasikan tidak hanya ospek universitas yang hanya kegiatan saja, tapi melakukan pencerdasan berkelanjutan,” pungkasnya.

Setelah penandatanganan petisi, kegiatan ditutup dengan perobekan perahu kertas oleh ribuan mahasiswa baru secara serentak sebagai bentuk kekecewaan dan simbol belum terlaksananya narasi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *