Penampilan BSO Pakarsajen FIB pada pembukaan ospek fakultas. (MERCUSUAR/Baitiyah)

Reporter : Rizma Ammay dan Baitiyah

Editor : Lailatul Fitriani

Serangkaian kegiatan PPKMB Fakultas UNAIR didominasi keunikan kegiatan yang mencirikhaskan masing-masing fakultas, seperti halnya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Ospek yang dimulai pada Rabu, (7/8) ini bertempat di masing-masing fakultas.

Bradanaya, sebutan untuk ospek Fakultas Ilmu Budaya (FIB) melalui Pakarsajen menampilkan kesenian gamelan pada upacara pembukaan PPKMB Fakultas, Rabu (7/8) di lapangan belakang Fakultas Ilmu Budaya.

Ketua Bradanaya 2019, M. Izzudin menjelaskan bahwa Pakarsajen merupakan salah satu BSO FIB yang mewadahi kreatifitas mahasiswa dalam hal yang berkaitan dengan karawitan. Seperti kemarin, tim Pakarsajen menampilkan kesenian gamelan di hadapan ratusan mahasiswa baru.

Selain itu, pemakaian batik dan udeng yang dikenakan oleh mahasiswa baru FIB juga menjadi keunikan tersendiri.

“Karena di udeng ada batik, dan di batik itu kan ada banyak sekali corak dan motifnya, itu juga kita mencoba memperkenalkan bagi mereka, ini loh, batiknya banyak model. Dan setiap kelompok pasti memiliki corak yg berbeda batiknya,” jelas Izzudin.

Tak hanya itu, prosesi siraman juga menjadi satu hal yang tak terlewatkan dari serangkaian Bradanaya. Menurut Izzudin, prosesi siraman menjadi simbol kesucian sekaligus pertanda mahasiswa telah bersih dan siap menempuh perkuliahan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

“Siraman itu sendiri dimaksudkan sebagai lambang bahwa masuk ke FIB harus dengan jiwa yg bersih, digambarkan seperti halnya membersihkan diri. Berkaca juga dari logo UNAIR, Prabu Airlangga yang membawa kendi. Ada keunikan yang menurut kami perlu dilestarikan, salah satunya melalui siraman ini,” pungkasnya.

Pra-orasi usai simulasi aksi mahasiswa baru FISIP dalam UFO. (MERCUSUAR/Ammay)

Lain halnya dengan FIB, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada Jumat siang (9/8) melangsungkan simulasi aksi demo  bertempat di lapangan parkir FISIP.  Simulasi aksi demo tersebut termasuk dalam rangkaian ospek fakultas yang dinamai United Fisip Orientation (UFO). UFO menjadi ciri sekaligus tradisi di dalam momen penerimaan mahasiswa baru FISIP.

Adanya simulasi aksi demo ditujukan kepada mahasiswa baru untuk menambah kepekaan mereka terhadap fenomena sosial.

 “Sebagai bentuk sikap kita sebagai mahasiswa ilmu sosial, maka diharapkan ini menjadi sebuah wujud nyata bagaimana kita bergerak dan beraksi menuntut adanya ketidaksesuaian, dan kejanggalan,” ujar Risa, seksi bidang acara UFO 2019.

Lebih lanjut, menanggapi stigma negatif dari masyarakat terkait aksi demo yang sering berujung ricuh, menurut Risa justru dengan keberadaan simulasi ini mahasiswa dituntut untuk kritis, menata pemikiran dan strategi yang sesuai serta mempersiapkan berbagai hal yang matang sebelum terjun melakukan aksi.

“Justru melalui ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa adalah massa aksi intelektual yang tidak cuma gembor-gembor, teriak-teriak, dan apalagi merusak fasilitas negara. Tetapi kami memang ada karena suatu alasan yang jelas, dengan alur yang pas, dan tertata,” tambahnya.

Risa juga menyampaikan bahwa dengan adanya simulasi aksi diharapkan mahasiswa menjadi pribadi yang peka terhadap berbagai fenomena sosial, khususnya kampus.

Setelah dilangsungkannya ospek fakultas, rangkaian kegiatan PPKMB UNAIR akan ditutup pada Sabtu, (10/8) dalam Amerta Abiseka yang digelar di gedung Airlangga Convention Center, Kampus C UNAIR.

One thought on “FIB dan FISIP Unjuk Kekhasan dalam Rangkaian PPKMB Fakultas”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *