Sumber Gambar: Tim Liputan LPM Mercusuar
Menyambut tahun baru, Teater Gapus gelar persembahan seni pada Rabu malam (20/12). Komunitas teater dari FIB UNAIR itu mempersembahkan Pentas Akhir Tahun di Gedung Kesenian Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur.
Pentas dibuka untuk umum, tak hanya bagi civitas academica Universitas Airlangga dan terbukti berhasil menghadirkan kurang lebih 300 penonton. Teater Gapus dalam pentasnya menyuguhkan dua penampilan. Pertama adalah monolog Monster yang dibawakan oleh Adnan Guntur, sastrawan alumni FIB UNAIR. Kedua yakni pertunjukan naskah Manufaktur Anatomi Kera yang ditulis oleh Gulang Satriya Pangarso.
Mengusung semangat postmodern, Manufaktur Anatomi Kera merepresentasikan kritik terhadap realita yang terjadi di era ini. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kekuatan modal, kebenaran menjadi hal yang tidak mutlak dan akan selalu muncul kebenaran-kebenaran baru. “Di naskah ini banyak adegan orang menyembah kera di kebun binatang, padahal kera bukan hal yang benar untuk disembah menurut tokoh koki dan jagal. Tapi ketika ini diterima oleh publik, dinarasikan, lalu publik mengiyakan akhirnya mereka menerima saja tanpa ada proses berpikir lebih lanjut disitu”, terang Annisa Fitri, sutradara Pentas Akhir Tahun.
Perempuan yang akrab disapa Ica itu menambahkan, naskah tersebut sangat relevan kondisi dunia saat ini. Ia berharap pesan yang disampaikan melalui teater ini mampu menjadi bahan refleksi dan diskusi bagi penonton, utamanya pegiat teater dan kalangan akademisi.
“Sebenarnya tokoh koki dan jagal tadi juga menggambarkan kalo ada juga, loh, orang-orang yang sadar dengan keadaan seperti itu, tapi tidak bisa apa apa. Di warung makan itu mereka terus mengkritik dunia yang seperti itu, tapi pas ada pengunjung warung, mereka justru berperilaku manipulatif sama buruknya seperti apa yang mereka kritik, karena mereka sendiri juga butuh uang. Itu sih kritik yang disampaikan lewat naskah ini”, jelasnya.
Mengenai pertunjukan yang diberi nama ‘Pentas Akhir Tahun’, pihaknya menjelaskan bahwa acara ini tidak diadakan secara reguler setiap tahun. Acara ini digelar karena keinginan Teater Gapus mengadakan pentas di penghujung tahun 2023. Sebelumnya, telah diadakan pertunjukan bertajuk Pentas LAB yang melibatkan para mahasiswa baru. Pentas Akhir Tahun ini merupakan lanjutan dari Pentas LAB yang telah terlaksana.
Penulis: Tim Liputan LPM Mercusuar
Editor: Arizqa Novi Ramadhani