Sumber Gambar: Reni Putri Nurhidayati

Setelah berhasil melaksanakan BBK Tematik Kampung Emas tahun 2022, Universitas Airlangga kembali berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk menurunkan angka stunting di Surabaya. Pada tahun ini, sekelompok mahasiswa UNAIR (Farah Richana Fajrin, Reni Putri Nurhidayati, dan Yunita Uzlifatul Jannah) yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK Kampung Emas Madani 2.0 melaksanakan pendampingan terhadap balita untuk mencegah stunting, di Kelurahan Gebang Putih, Kec, Sukolilo, Kota Surabaya, Jumat (15/12). 

Nuzul Qur’aniati, Dosen Fakultas Keperawatan Unair, mengungkapkan bahwa pendampingan ini merupakan bukti nyata Perguruan Tinggi melalui mahasiswa dalam mendukung program prioritas nasional, yaitu penurunan balita stunting di Indonesia. Kegiatan ini mengangkat tema “Intervensi Hulu dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kota Surabaya” dengan melibatkan 459 mahasiswa yang akan diterjunkan pada 153 kelurahan di Kota Surabaya.

“Sampai saat ini, stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa diarahkan untuk belajar di luar kampus untuk pemberdayaan masyarakat dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di tingkat kelurahan,” ungkap Nuzul, selaku Dosen Pembimbingan KKN BBK Kampung Emas 2.0 di Kelurahan Gebang Putih. 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja sama antara Universitas Airlangga yang tergabung dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Stunting Jawa Timur terdiri dari 20 Perguruan Tinggi di Jawa Timur, dengan Pemerintah Kota Surabaya. 

Farah Richana Fajrin, Ketua Kelompok KKN BBK Kelurahan Gebang Putih, menyampaikan dalam kegiatan intervensi penurunan stunting dilakukan sejak awal, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, hingga balita. 

“Kami melakukan pendampingan sejak dini, dimulai sejak calon pengantin hingga lahirnya buah hati. Terlebih dahulu kami melakukan sosialisasi tentang Laduni (Layanan Terpadu Nikah) dan SBCC-Biestiez kepada mereka. Hal itu untuk mengantisipasi agar bayinya lahir dengan sehat dan tidak mengalami stunting,” ujar salah satu mahasiswa kedokteran gigi UNAIR tersebut. 

Tidak hanya itu, mereka juga melakukan sosialisasi kepada ibu hamil dan orang tua balita terkait gizi seimbang untuk bayi.

“Selama tiga bulan ini, kami juga melakukan pre dan post test untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan tentang gizi. Hasilnya, kami buatkan formula pangan yang tepat untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, terutama untuk balita stunting,” tambahnya. 

Sementara itu, Indriyani Setiyawati, Lurah Gebang Putih mengungkapkan rasa terima kasih kepada kelompok KKN BBK Kelurahan Gebang Putih yang selama ini sudah membantu pihaknya untuk menurunkan angka stunting di kelurahan tersebut. “Saya bersyukur atas pendampingan kepada masyarakat kami yang telah diberikan oleh kelompok KKN BBK ini. Alhamdulillah, angka stunting di kelurahan ini minim sekali. Saya berharap semoga dari apa yang diberikan oleh kelompok KKN ini nantinya membantu mengantipasi balita-balita yang akan lahir tidak mengalami stunting,” tutup Indri sebagai sapaan akrabnya.

Penulis: Reni Putri Nurhidayati (Kontributor)

Editor: Myesha Fatina Rachman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *