Sumber Gambar: Bagas Febi Cahyono
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga melalui Kementerian Hubungan Luar berhasil menyelenggarakan Program Kerja Airlangga International Conference, acara ini dilaksanakan tanggal 25–26 November 2023 dengan membawakan tema climate change sebagai upaya implementasi poin SDGs ke-13.
Acara ini juga dihadiri puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara, serta beberapa mahasiswa dari beragam Universitas di Indonesia. Kegiatan Airlangga International Conference terdiri dari Model United Nations(MUN), seminar, penanaman pohon mangrove, hingga Gala Dinner.
Pada hari pertama tanggal 25 November, dilaksanakan agenda Model United Nations(MUN) dan seminar bertemakan “Global Warming to Global Boiling: How Should We Respond to These Vital Signs of Our Earth?” yang diselenggarakan di GKB Kampus C Universitas Airlangga.
Kegiatan seminar ini berhasil menarik animo tinggi di kalangan mahasiswa. Hal itu dibuktikan dengan jumlah mahasiswa yang hadir mencapai lebih dari 350 mahasiswa. Seminar ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Prigi Arisandi, M. Si. sebagai Founder Ecotan; Wahid Dianbudiyanto S.T., M,Sc. sebagai Engineering Lecture Universitas Airlangga; dan Agustinus Hendra Christian Andrianto, ST. yang mewakili Dinas Lingkungan Hidup Surabaya.
Grace Laura Christy, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, selaku ketua pelaksana tidak mengira jika acara ini akan dihadiri oleh banyak peserta, “Awalnya tidak mengira kalau jumlah peminat seminarnya sebanyak itu, tapi saat hari-h ternyata jumlah peserta sangat membludak. Menurut saya ini merupakan pertanda yang bagus, bahwa masih banyak masyarakat khususnya mahasiswa yang peduli akan isu climate change,” ucap Grace.
Selain itu, Rifki Ramadhan selaku panitia dalam acara ini juga mengatakan, “Seminar ini berhasil menarik animo tinggi karena seminar ini membawakan isu Climate Change yang tidak pernah bosan untuk dibahas dan juga dalam kegiatan seminar yang diadakan oleh AIC 2023 ini mengundang tiga speaker yang berpengalaman di bidang lingkungan.”
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan awareness terkait pentingnya menjaga lingkungan agar bisa tercipta pembangunan yang berkelanjutan.
Suma Firman selaku panitia berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menciptakan kolaborasi di berbagai negara sebagai upaya memberikan dampak untuk memperbaiki perubahan iklim saat ini, “Harapannya bisa menjadi event kolaborasi dari mahasiswa berbagai negara untuk menciptakan dampak perbaikan iklim saat ini dan bagi mahasiswa Unair bisa menjadi pengalaman yang membawa imajinasi visionernya pada isu internasional dan meningkatkan kapasitas daya saing,” tutup Suma.
Penulis: Bagas Febi Cahyono
Editor: Daffa Amelia Yasa