Di sela-sela kesibukan perkuliahan, waktu senggang mahasiswa sering dihabiskan dengan mengikuti serangkaian kegiatan kepanitiaan yang diselenggarakan dari mulai tingkat program studi hingga tingkat universitas. Meskipun tidak selalu berjalan mulus seperti yang diharapkan, mahasiswa juga sering dihadapkan dengan lika-liku oleh jalannya acara kepanitiaan tersebut. Namun, saat ini mahasiswa lebih memanfaatkan waktu luangnya untuk pergi magang kerja, daripada harus berurusan dengan kepanitiaan kampus. Lantas apa yang menjadi penyebab kemunduran minat mahasiswa dalam keikutsertaan kepanitiaan kampus?

Masih terdapat banyak fakta bahwa kini mahasiswa lebih memilih untuk meninggalkan kepanitiaan daripada harus boncos dalam kegiatan tersebut. Walaupun diiming-imingkan dengan nilai SKP dimana ini menjadi syarat kelulusan, mahasiswa lebih tahu mana yang menjadi peluang dan mana yang hanya bujukan dari internal penyelenggaraan acara. Apalagi akhir-akhir ini banyak acara kepanitiaan yang diundur bahkan ditunda dalam pelaksanaannya dengan alasan kekurangan dana saat persiapan kegiatan. Kini, sudah bukan hal yang tabu lagi saat mendapatkan pengumuman bahwa gagal mendatangkan guest star saat pelaksanaan kegiatan tersebut. İstanbul gecelerine eşlik eden istanbul escort bayan burada. Seperti yang kemarin sempat ramai menjadi perbincangan, kegagalan AYIFest membuat geger seluruh kalangan mahasiswa Universitas Airlangga. Tidak hanya itu, dalam kegiatan kepanitiaan setingkat prodi banyak juga yang terpaksa harus digagalkan dalam pelaksanaannya.

Saat ini banyak acara kepanitiaan yang mengharuskan panitianya mengeluarkan dana lebih atau lebih dikenal sebagai iuran panitia. Hal tersebut bertujuan untuk  menambah pendapatan dalam anggaran biaya yang telah diperhitungkan sebelumnya. Apalagi mengenai denda-denda yang tidak seharusnya ada pada kesepakatan kepanitiaan sebelumnya, kini menjadi marak dilakukan agar menambah pendapatan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Iuran panitia tetap dilakukan dan kini ditambah dengan denda yang jumlahnya juga tidak masuk akal. Terlebih lagi jika ada mahasiswa yang jauh dari orangtua, biaya yang dikeluarkan untuk kepanitiaan sungguh memberatkan untuk kehidupan sehari-hari mereka. Hal inilah yang membuat suasana internal kepanitiaan menjadi tidak sehat dan tidak menyenangkan. Selain itu, ada beberapa kepanitiaan saat kita tergabung di dalamnya, bukannya mendapatkan manfaat untuk belajar mengenai pengalaman baru, justru yang ada kita hanya mendapatkan hal traumatis sehingga membuat kapok untuk kembali ikut kepanitiaan di masa mendatang. 

Jika dipikir-pikir lagi, kepanitiaan masa kini tidak sebanding dengan kegiatan magang. Apabila sama-sama mengeluarkan biaya untuk persiapannya, benefit yang diperoleh lebih banyak dari kegiatan magang, salah satunya mendapatkan uang saku. Terlebih lagi jika ingin menambah relasi, justru koneksi di dunia magang lebih bermanfaat untuk kedepannya nanti. Namun, jika kalian masih ingin main-main dan menikmati masa-masa kuliah bersama teman-teman seangkatan, tidak masalah jika tergabung dalam kepanitiaan. Oleh karena itu, apabila kalian masih berkeinginan untuk tetap tergabung dan ingin tidak merasa rugi di dalam kepanitiaan, kalian harus benar-benar mempertimbangkan dan memastikan apakah kalian benar-benar akan mendapatkan benefit dari kegiatan tersebut.

Penulis: Myesha Fatina Rachman

Editor: Ghina Salsabila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *