Sumber Gambar: pinterest.com
Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang selalu dinanti oleh setiap umat muslim karena kita diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa pada bulan tersebut. Saat berpuasa, kita diwajibkan untuk menahan lapar dan dahaga sejak subuh hingga menjelang maghrib sehingga menyebabkan adanya perubahan dalam rutinitas yang kita jalani untuk menyesuaikan kondisi tubuh. Meski begitu, beberapa kegiatan memang menjadi kebutuhan utama sehingga tidak dapat ditinggalkan atau diganti, seperti berolahraga. Berpuasa ataupun tidak, olahraga merupakan kegiatan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Maka dari itu, ada kalanya muncul beberapa pertanyaan, kapan waktu terbaik untuk berolahraga saat berpuasa?
Waktu yang tepat untuk berolahraga selama berpuasa sebenarnya bervariasi bagi setiap individu tergantung preferensi masing-masing. Faktor yang menentukan adalah ketahanan tubuh dan kepadatan aktivitas. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan waktu yang tepat dan mengenali ketahanan diri supaya menghindari kelelahan dan menjaga hidrasi tubuh.
Dilansir dari laman hellosehat.com, waktu yang tepat untuk berolahraga selama berpuasa adalah setelah berbuka puasa atau lebih spesifiknya setelah salat tarawih. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh telah prima kembali dalam memenuhi hidrasinya. Waktu tersebut dapat dikatakan sebagai waktu yang paling aman dan tepat karena saat berpuasa, asupan air dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh sangat terbatas. Selain itu, waktu ini sangat direkomendasikan bagi orang yang tidak dapat menoleransi penurunan gula darah, dimana mereka diwajibkan untuk mengisi kebutuhan gula dalam tubuh terlebih dahulu.
Selain berolahraga setelah berbuka puasa, berolahraga sebelum waktu berbuka juga bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan. Waktu yang tepat untuk berolahraga sebelum berbuka puasa adalah satu jam sebelum berbuka. Hal ini dianggap baik karena ketika berpuasa, tubuh kita kekurangan cairan, terutama elektrolit dan gula. Sehingga, akan terasa lebih ringan apabila kita berolahraga menjelang waktu berbuka. Berolahraga sebelum waktu berbuka juga baik untuk menurunkan kadar lemak. Sebab, melakukan olahraga saat perut kosong akan membakar lebih banyak lemak. Namun, perlu diingat untuk tetap memperhatikan ketahanan tubuh. Pada waktu ini, tubuh telah menggunakan sebagian besar energinya untuk beraktivitas. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan intensitas olahraga dengan kondisi tubuh.
Pada awal masa berpuasa, tubuh perlu melakukan beberapa penyesuaian, termasuk dalam berolahraga. Intensitas berolahraga tidak bisa disamakan dengan saat tidak berpuasa. Pada masa peralihan ini, pilihlah beberapa olahraga ringan yang cocok dilakukan, seperti jalan kaki, yoga, dan pilates. Pilihan olahraga tersebut dapat membantu menjaga pikiran tetap stabil setelah seharian beraktivitas. Olahraga seperti yoga mampu membantu menyuplai oksigen ke seluruh tubuh serta membantu tubuh untuk merasa tenang sehingga dapat menyesuaikan diri dengan keadaan berpuasa. Masa penyesuaian biasanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Pada hari selanjutnya, tubuh sudah terbiasa untuk berolahraga saat berpuasa dan dapat melakukan olahraga yang lebih berat lagi.
Selain ketiga olahraga yang disebutkan sebelumnya, jogging dapat menjadi salah satu olahraga pilihan untuk dilakukan saat berpuasa. Namun, perlu diingat bahwa ketika berpuasa, jogging disarankan untuk dilakukan dengan intensitas ringan untuk mencegah dehidrasi. Waktu yang tepat untuk jogging adalah setelah sahur karena tubuh masih memiliki energi yang cukup untuk bergerak. Jogging juga bisa dilakukan menjelang berbuka puasa dengan durasi yang lebih pendek, yaitu sekitar 20 hingga 25 menit untuk mencegah kelelahan.
Penting untuk menjaga keseimbangan antara beribadah, istirahat, dan juga berolahraga selama bulan Ramadhan supaya tubuh tetap prima. Setiap individu dengan kondisi tertentu dapat berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan preferensi secara akurat dan terarah.
Penulis: PS-13
Editor: AK-20