Sumber Gambar: Tim Liputan LPM Mercusuar

Kamis (7/3) tepat pukul 14.26 WIB, Uji Publik dan Debat Terbuka Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 dibuka oleh Moderator. Acara yang sebelumnya dijadwalkan dimulai pada pukul 14.00 WIB molor hingga hampir setengah jam. Bertempat di Aula Ternate, ASEEC Tower, Kampus B, Universitas Airlangga, kegiatan ini dihadiri oleh beberapa petinggi UNAIR seperti wakil rektor bidang akademik, kemahasiswaan dan alumni, direktur kemahasiswaan, dan tiga panelis. Peserta yang hadir pun juga cukup ramai. Uji Publik dan Debat Terbuka ini menjadi rangkaian terakhir ajang kampanye bagi kedua paslon yang diselenggarakan oleh PPK BEM Universitas Airlangga 2024.

Setelah kegiatan dibuka, satu per satu paslon dipanggil menuju ke panggung oleh moderator dan berdiri di hadapan para panelis, tamu undangan, serta peserta. Paslon 01 masuk ke dalam ruangan dengan cocok dan serasi mengenakan setelan jas hitam yang lebih formal dibanding rangkaian Safari Kampus sebelumnya. Sedangkan paslon 02 tampak riang berjalan mengenakan baju adat Jawa Timur bernuansa coklat lengkap dengan atribut kain batik dan udengnya.

Rangkaian Kegiatan dimulai dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga, mendengarkan sambutan dari Ketua PPK BEM UNAIR 2024, Anggraini Citra Qolbi; dilanjut sambutan dari ketua MPM Universitas Airlangga 2024, Ikhwanul Muslimin; dan sambutan terakhir dari Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., selaku wakil rektor bidang akademik kemahasiswaan dan alumni.

Memasuki agenda berikutnya, yakni pemutaran video paslon yang dimulai dari paslon 01 dilanjut video paslon 02. lalu masing-masing paslon diberikan waktu untuk melakukan pidato pembukaan. Setelah pidato pembukaan yang tidak jauh berbeda dengan pembukaan awal saat Safari Kampus, masuklah pada sesi tanya jawab panelis. Terdapat 3 panelis yang masing-masing memiliki tema bahasan yang belum banyak diusung dan ditanyakan pada Safari Kampus. Panelis yang pertama yakni Presiden BEM UNAIR 2023, Muhammad Anang Jazuli, S.Si., yang menanyakan kepada kedua paslon tentang usaha menghadapi dinamika kemunculan para tokoh yang tidak dapat mewakili seluruh mahasiswa UNAIR dan usaha representasi mahasiswa secara keseluruhan.

Paslon 01 menjawab dengan mengambil pola kolaborasi dari setiap rumpun keilmuan yang ada di UNAIR untuk memberikan wadah kepada mahasiswa sekaligus memberikan seluruh kesempatan secara adil kepada seluruh mahasiswa UNAIR seperti yang telah dituliskan dalam muatan utama dan program kerjaan dadi Dwipa Cita Airlangga. Setelahnya, paslon 02 menanggapi dan meralat beberapa jawaban dari paslon 01 dengan jawaban program kerja yang telah tertuang dalam 12 Isu Besar dalam Asa Progresif. Hal yang cukup menarik setelah jawaban kedua paslon, Anang memberikan tanggapan terakhirnya untuk menunggu aktualisasi semua jawaban para paslon dan memberi rambu serta teguran keras jika hal yang disampaikan hanya omong belaka.

Sesi panelis selanjutnya yang disampaikan oleh Prof. Dr. Emy Susanti, Dra., MA., selaku ketua Pusat Studi Gender dan Inklusi Sosial UNAIR, memberikan pertanyaan terkait kesetaraan dalam ranah kampus. Kedua paslon memberikan jawaban dan tanggapan dengan pembuatan program kerja terkait konselor mahasiswa dan rumah aman bagi para mahasiswa yang sedang atau telah mengalami gangguan mental maupun kekerasan seksual. Sedangkan hal ini cukup berbeda dari jawaban yang diinginkan oleh panelis, yakni mengenai bagaimana memberikan upaya menegakkan kesetaraan gender di UNAIR.

Sesi panelis ditutup oleh pertanyaan dari Astria Okta Herdiani, S.IKom., selaku perwakilan dari Airlangga Global Engagement (AGE). Astria menanyakan internalisasi yang akan diusung oleh para paslon dan tanggapan kedua paslon pada usaha AGE dalam proses internalisasi bagi Universitas Airlangga. Kedua paslon sepakat mengusung internalisasi sebagai bagian langkah kerja BEM nantinya. Tentang tanggapan dan jawaban setelahnya, kedua paslon saling mempromosikan program kerjanya masing-masing dalam ranah internalisasi.

Berakhirnya sesi pertanyaan panelis, selanjutnya masuk pada sesi Uji Publik yang dibedakan menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, Tim Liputan LPM Mercusuar diberikan kesempatan untuk memberikan dua pertanyaan yang ditujukan kepada kedua paslon. Kesempatan ini menjadi momen yang baik bagi LPM Mercusuar untuk menanyakan jawaban strategis kepada kedua paslon. Pertanyaan pertama menyinggung permasalahan kasus Kekerasan Seksual yang masih menjadi isu hangat bagi LPM Mercusuar dan dikaitkan dengan tanggapan kedua paslon jika institusi yang diajak berkolaborasi dalam bidang penyelesaian masalah tersebut tidak tanggap bahkan dianggap menghambat penyelesaian masalah. 

Jawaban kedua paslon atas pertanyaan tersebut tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan, justru terus mempromosikan program kerja terkait isu tersebut tanpa membalas pertanyaan utamanya. Namun sempat ditemui kembali para paslon setelah kegiatan berakhir dan memberikan jawaban yang sebelumnya belum terjawab. Paslon 01 berupaya untuk tetap membantu korban hingga kasus tuntas terselesaikan, “Jika sampai membutuhkan bantuan hukum, pasti kami akan bantu dan kawal hingga akhir,” jelas Aqil. Sedangkan paslon 02 menyatakan akan mendesak institusi terkait jika permasalahan kasus kekerasan seksual dalam ranah universitas. “Kita (Atha-Ricky) desak, memberikan pressure kepada pihak terkait untuk segera menyelesaikan,” ujar Atha menjelaskan pembentukan skema untuk penyelesaian permasalahan terkait. 

Selain itu, LPM Mercusuar juga memberikan pertanyaan terkait posisi jurnalis kampus dari kacamata BEM nantinya mengenai proses pergerakan, baik dari internal maupun eksternal kampus. Terlebih Lembaga Pers juga memiliki aspek lebih dalam bidang pengadvokasian isu dan kasus yang terjadi. Tampaknya kedua calon jelas memberikan jawaban dan sepakat bahwa Lembaga Pers Mahasiswa dapat bergerak beringingan dengan BEM dan sama-sama memberikan advokasi pada sebuah kasus nantinya. 

Pada sesi Uji Publik oleh Mahasiswa Umum, terdapat 3 kesempatan pertanyaan. Pertanyaan pertama ditujukan untuk kedua paslon, pertanyaan kedua dan ketiga ditujukan khusus hanya kepada salah satu paslon. Kesempatan pertama datang dari mahasiswi FISIP yang menyinggung isu kondisi pasca Pemilu 2024. Penanya melontarkan pertanyaan terkait apa inovasi berkaitan dengan isu ini dan langkah strategis paslon dalam menanggapi pemilu yang rentan terhadap kecurangan. Pertanyaan kedua dan ketiga berkaitan dengan optimalisasi organisasi, bidang kajian strategis, advokasi mahasiswa, dan kemerosotan minat organisasi mahasiswa. Kedua calon menjawab dengan masing-masing program kerja yang telah diusung dan terbaik untuk direalisasikan.

Memasuki sesi Debat Terbuka pertama, para calon presiden BEM UNAIR 2024 saling memberikan pertanyaan sesuai dengan tema yang telah dipilih. capres 01 mendapatkan tema sosial dan budaya. Pertanyaan yang dilemparkan terkait urgensi organisasi mahasiswa daerah untuk menyalurkan seluruh aspirasi baik mahasiswa yang telah memiliki organisasi mahasiswa daerah maupun belum. Terdapat gesekan diskursus tiap paslon saat proses tanggapan dan jawaban. Paslon 01 menyampaikan akan menghapuskan Kementerian Seniora sebagai langkah untuk mengoptimalisasikan organisasi mahasiswa daerah, UKM, dan badan-badan lain secara maksimal. Namun, hal tersebut dibantah oleh paslon 02 yang tidak sepakat akan dihilangkannya kementerian seniora yang berfungsi langsung untuk mewadahi organisasi mahasiswa daerah, UKM, dan badan-badan lainnya. 

Pertanyaan berikutnya diajukan oleh capres 2 dengan tema integritas, dimana menyinggung tentang kaitan grand design paslon 01 yang tidak menyinggung tentang point out SDGs. Secara tegas, capres 01 menyatakan bahwa muatan utamanya tetap masuk dalam pint out SDGs, namun memang tidak secara langsung tertulis di dalamnya. Pada sesi ini para capres saling mengorek kekurangan satu sama lain.

Debat terbuka kedua, para calon wakil presiden BEM UNAIR 2024 juga saling memberikan pertanyaan. Cawapres 02 memberikan pertanyaan terkait kepemimpinan dan birokrasi yang ada di dalam kampus maupun luar kampus kepada cawapres 01. Serta cawapres 01 memberikan pertanyaan terkait kesetaraan gender dalam kepengurusan BEM. Cukup disayangkan, debat kali ini didominasi oleh jawaban dari cawapres 02. Cawapres 01 menyampaikan bahwa karakteristik kepemimpinan yang dibawa memang santai dan mendorong kerja dari belakang.

Setelah seluruh rangkaian sesi pertanyaan panelis, uji publik, hingga debat terbuka, akhirnya masuk pada sesi penutupan yang diberikan oleh masing-masing paslon. Closing statement tidak jauh berbeda dari saat safari kampus yang hanya menambahkan ucapan terima kasih telah membersamai seluruh rangkaian yang ada. Kemudian, kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh panelis, tamu undangan, dan peserta.

Langsung dapat ditemui setelah acara ditutup, kedua paslon membagikan tanggapan atas terselesaikannya acara ini dengan terima kasih dan sama-sama melakukan klarifikasi atas terjadinya diskursus yang dapat dilihat sebagai bentuk koreksi dan pertukaran pirikan.

“Pada intinya sih, kita sudah hampir keseluruhan menyampaikan gagasan-gagasan dan kemudian kita beradu argumen. Dalam hal ini, kita bukan akhirnya mengkritik paslon sebelah, kemudian dicap misal menyerang, ya, kita nggak. Karena tentu kita sama-sama komitmen untuk menciptakan ruang yang kritis, kebebasan pendapat. Akhirnya kita mencoba menerapkan itu melalui debat tadi. Itu yang mungkin kita tekankan, takutnya ada miss persepsi di publik. Seakan-akan (kami) menyerang, padahal sudah biasa di hal mahasiswa. Kemudian jika pers mengkritik kami, itu bukan hal yang sifatnya kontroversial tapi hal yang biasa,” ulas Atha saat ditanya tanggapan setelah kegiatan berakhir.

Aqil pun juga mengungkapkan tanggapannya, “Alhamdulilah, semua berjalan dengan baik, seru juga, tadi banyak sekali pendapat dari teman-teman. Saya rasa diskursusnya terjadi dengan baik. Jadi harapannya diskursus dari saya (Aqil), Mahesa, Atha, dan Ricky bisa menghasilkan gagasan bagi yang terpilih nanti, sih.” 

Hal tersebut menutup rangkaian kampanye dari kedua paslon. Selanjutnya, pada besok Jumat (8/3) telah menjadi hari tenang dan kemudian akan dimulai Sidang Istimewa oleh MPM UNAIR dalam menentukan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM UNAIR 2024 terpilih selama 3 hari, mulai dari Sabtu hingga Senin mendatang.

Penulis: SD-10

Editor: MP-10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *