Beberapa pekan lalu, FIFA resmi mengumumkan bahwa Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah ajang Piala Dunia U-17. Jakarta International Stadium (JIS) sebagai salah satu deretan lapangan sepak bola terbesar di Asia, menjadi opsi terakhir dari 22 stadion lainnya yang akan digunakan sebagai venue penyelenggaraan Piala Dunia nantinya. Sebelumnya, stadion yang berlokasi di Jakarta Utara itu telah menyukseskan berbagai pagelaran event. Namun, untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-17 ini diperlukan renovasi mengikuti standar yang ditetapkan oleh FIFA.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono memberi tanggapan terkait rencana renovasi JIS, “Kami melihat JIS, stadion yang bagus, namun kami evaluasi. Kalau nanti dievaluasi FIFA mudah mudahan sudah bisa dapat memenuhi standar. Di antaranya salah satu yang utama adalah bakırköy escort rumput. Kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya, yang juga mengevaluasi 22 stadion termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games, jelas tidak masuk standar FIFA kalau dengan kondisi sekarang,” ujarnya dalam tayangan YouTube Indonesia Lawyers Club saat dirinya berada di JIS (7/7).
Bersama Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, Basuki menyampaikan lewat pernyataan Chairman Qamal Mustaqim bahwa rumput Stadion JIS harus diganti seluruhnya. Kondisi rumput saat ini belum memenuhi kategori yang disyaratkan oleh FIFA. Untuk bisa digunakan dalam perhelatan Piala Dunia U-17, rumput Stadion JIS akan diganti secara menyeluruh agar tetap terjaga kualitasnya hingga beberapa tahun kedepan.
Rencana awalnya, rumput Stadion JIS terlebih dahulu hendak diganti sementara agar bisa bertahan selama kurang lebih 3 bulan. Setelahnya, dalam perencanaan jangka panjang seluruh rumput di JIS akan direnovasi dan diganti keseluruhannya untuk digunakan event-event bergengsi di kemudian hari. Selain kondisi rumput, Basuki juga akan merenovasi beberapa fasilitas JIS termasuk pintu masuk stadion yang saat ini hanya terdapat satu buah. Yalnızlığınızı paylaşacak güzel kadınlar eskort sayfasında aramınızı bekliyorlar.
Kondisi Umum Rumput JIS
Rumput yang ada di JIS berjenis Zoysia Japonica dengan tinggi pemotongan menyentuh angka 22mm. Media tanam yang digunakan sudah cukup baik, tidak berbatu dan minim kadar lempung dan lumpur. Lantas apa sebab yang mengharuskan rumput di JIS direnovasi? Renovasi yang dicanangkan oleh Menteri PUPR harus dilakukan sebab tinggi akar terlalu pendek (2.5cm) dan sulit untuk menembus karpet sintetis. Adapun ketebalan thatch (lapisan organik) mencapai 3 cm. Dalam hasil pemantauan oleh ahli rumput, kondisi recovery rumput sangat lambat karena kurangnya paparan sinar matahari.
Sebelumnya, JIS masih sempat digunakan dua minggu sebelum dilakukannya inspeksi bersama. Namun, dalam kurun waktu yang cukup lama itu masih terdapat bekas-bekas pemakaian yang terlihat pada permukaan lapangan. Menurut hasil pengukuran yang dilakukan, rumput natural berada di atas karpet sintetis dengan ketebalan media tanam 3 cm antara rumput dan karpet sintetis. Terdapat pula beberapa area yang tidak tumbuh rumput natural sehingga karpet sintetis terekspos dan mempercepat tumbuhnya lumut.
Tidak hanya itu, pengambilan sampel profile lapangan juga tidak dapat dilakukan karena alat pengambil sampel tidak dapat menembus lapisan karpet sintetis. Hal-hal seperti ini menandakan bahwa ketebalan media pasir tidak cukup tebal antara karpet sintetis dan rumput. Kurangnya paparan sinar matahari juga berpengaruh pada kondisi rumput dalam kurun waktu lama. Di lokasi, hanya ada 1 Set Grow Light yang bekerja dari 05.00 – 22.00 selama 1 bulan pada 1 area yang sama. Tetapi, kepadatan rumput dibawah Grow Light tidak lebih baik dari rumput yang langsung terekspos sinar matahari penuh.
Seperti yang terlihat pada akun instagram @karyaramaprima, hasil infiltrasi rumput masih terbilang baik karena berada pada nilai 2700mm/jam. Hasil itu merupakan hasil uji pada media tanam langsung, tidak melewati lapisan rumput dan karpet sintetis karena sulitnya peralatan uji untuk menembus karpet sintetis. Saat dibandingkan dengan kondisi rumput lapangan saat latihan, kepadatan rumput di lapangan latihan lebih baik dibandingkan stadion utama. Beberapa area juga sangat rusak dan mengalami penurunan permukaan lapangan akibat pemakaian, terutama penalty area dan tengah lapangan serta kontaminasi rumput liar juga terlihat pada lapangan latihan.
Tudingan Politisasi Soal Renovasi JIS
Entah darimana datangnya, muncul sebuah tudingan dari Surya Tjandra Juru Bicara Anies Baswedan, mengenai rencana renovasi JIS. Dirinya mengungkapkan renovasi yang akan dilakukan itu merupakan bagian dari rencana politisasi. Inspeksi yang dilakukan pemerintah dalam menanggapi JIS dinilai terlalu berlebihan. Menurutnya, persoalan rumput di JIS dapat dinilai oleh pihak FIFA sendiri, bukan oleh ahli rumput dan semacamnya. Adanya penilaian-penilaian itu dianggapnya mengandung kepentingan bisnis.
Surya juga menyebut proses renovasi akan menghambat pertumbuhan perekonomian Indonesia dan dinilai menghambur-hamburkan uang negara. Dirinya meminta politisasi ini sesegera mungkin dihentikan agar tidak menimbulkan pro kontra dan perpecahan. Hal-hal semacam ini secara tidak langsung memberikan citra buruk masyarakat kepada warga DKI Jakarta atas upaya pembangunan JIS yang dirasa tak kunjung cukup.
Tak jauh berbeda dengan Said Didu, mantan Sekretaris BUMN itu juga menyatakan bahwa rencana ini merupakan sebuah politisasi dan akal-akalan untuk menggunakan anggaran pemerintah pusat demi merenovasi JIS. Walaupun sudah banyak pihak yang menyebut bahwa kondisi rumput memang tak layak, tak dapat dimungkiri masih ada juga pihak-pihak yang menganggap ini hanyalah pengaturan belaka.
Tanggapan Senior PDIP
Satu kubu menuding negara, kubu lainnya menuding pihak yang turun tangan dalam pembangunan. Berikutnya muncul tanggapan dari politisi PDIP DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak. Dirinya menyebut Pemprov DKI sudah semestinya merasa malu atas polemik pembangunan stadion ini. “Dulu, saat peresmian pada Juli tahun 2022 lalu, Stadion ini sempat dibanggakan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Stadion termegah, sudah dikasih duit, sekarang untuk revitalisasi minta duit lagi, terus DKI itu apa? Provinsi lain orang mungkin masih maklum, tapi ini DKI loh yang mempunyai APBD lumayan tinggi,” ungkapnya dihimpun dari Republika (6/7).
Renovasi stadion itu menelan biaya hampir Rp 4,5 triliun yang sebagian besar berasal dari bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yaitu sebesar 3,6 triliun. Artinya, sekitar 80 persen anggaran berasal dari pemerintah pusat. Politisi PDIP itu kembali mengutarakan bahwa pembangunan peninggalan Anies merupakan tanggung jawab Pemprov DKI, bukan pemerintah pusat. Jika memang terdapat bantuan, semestinya yang berwenang adalah pemerintah daerah. Gilbert juga tak menyangka renovasi stadion megah itu menghabiskan Rp 4,5 triliun akan tetapi hasilnya masih kurang berkualitas. Stadion peninggalan eks Gubernur DKI itu dinilai kurang memuaskan dan tidak sesuai harapan.
Pada akhirnya, kebijakan-kebijakan di Indonesia memang seringkali menuai pro kontra. Pernyataan Menteri PUPR Basuki benar adanya untuk merenovasi kondisi stadion JIS yang beberapa pekan kedepan akan digunakan sebagai venue Piala Dunia U-17. Perbaikan tersebut juga diharapkan bisa cepat selesai sehingga bisa digunakan Timnas untuk berlatih. Dalam kondisi demikian, tidak sepatutnya menyalahkan salah satu pihak. Adanya anggapan isu politisasi dan sebagainya justru akan berdampak pada negara Indonesia sendiri. Batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-19 yang ramai beberapa waktu lalu sudah semestinya menjadi pelajaran agar tidak terulang kejadian yang serupa. Jangan sampai, mimpi anak bangsa melalui Timnas U-17 menjadi terkubur akibat ulah oknum-oknum yang merugikan.
Penulis: Firtian Ramadhani
Editor: Arizqa Novi Ramadhani