sumber foto : penulissumber foto : penulis

Masa remaja adalah masa yang penuh akan hal baru. Cerita konyol pertemanan, pertama kali jatuh cinta, hingga sakit hati. Geez dan Ann menjadi buku yang menceritakan masa-masa remaja yang dihadapi oleh tokoh utama, Ann. Ketika membaca buku ini, saya merasa bahwa penulis ingin mengajak pembaca menikmati setiap masa yang Ann rasakan. Mulai dari Ann yang masih SMP, masuk SMA, hingga lulus kuliah. Terlihat perubahan yang dapat dirasakan ketika pergantian dari waktu ke waktu pada hidup Ann sebagai tokoh utama. 

Pertemuan Ann dengan Geez yang tidak disengaja membuat Ann merasakan hal baru dalam hidupnya. Geez meninggalkan kesan yang berbekas untuk Ann dikali pertama pertemuan mereka. Pertemuan-pertemuan selanjutnya seringkali terjadi tidak sesuai harapan. Meski begitu, perasaan Ann dengan mudah menjadikan Geez seseorang yang selalu diharapkan kehadirannya. Geez adalah sosok misterius yang juga penuh kejutan. Bahkan ketika saya membaca buku ini, saya tidak bisa menebak apa yang akan Geez lakukan kedepannya. Sayangnya, laki-laki yang penuh kejutan itu juga mengejutkan Ann dengan kepergiannya yang tiba-tiba ke Berlin. Di awal setelah Geez pindah ke Berlin, mereka masih saling bertukar kabar dan berkomunikasi. Akan tetapi, waktu dan jarak memberi celah dan tanpa sadar membuat hubungan mereka terasa semakin menjauh. Geez yang tidak lagi terdengar kabarnya oleh Ann, membuat Ann merasa sia-sia menunggunya. People come and go. Geez pergi dan Ann bertemu dengan orang-orang baru dalam hidupnya. Raka dan Bayu menjadi tokoh yang membuat Ann harus kembali berusaha memahami perasaan-perasaan rumit yang ia rasakan.

Ketika membaca novel ini, saya turut merasakan perasaan Ann yang tertuang di dalamnya. Ikut kesal dengan Geez tanpa bisa membencinya, terkejut dengan sosok Raka, dan takjub akan cerita-cerita seorang Bayu. Tidak hanya itu, saya seakan tidak diizinkan untuk memilih tokoh mana yang harus didukung karena setiap tokoh pada akhirnya memiliki alasannya masing-masing. Ann juga membuat saya greget karena kelabilan dan ketidakjujurannya terhadap perasaannya sendiri. 

Rintik Sedu berhasil menggambarkan setiap tokohnya dengan karakter yang kuat meski menggunakan sudut pandang orang pertama. Detail tempat yang dikunjungi Ann juga dijelaskan dengan cermat, mampu membuat saya terbesit bayangan akan gambaran tempat tersebut. Buku ini seakan berbicara, seperti inilah kisah percintaan remaja. Selain itu, salah satu hal yang membekas bagi saya ketika membuka buku ini adalah pesan di halaman awal sebelum cerita Geez dan Ann dimulai. Di sana tertulis “Untuk ibu, terimakasih selalu percaya dengan mimpi-mimpiku.”

Penulis : Putri Endriana

Editor   : Ghina Salsabila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *