/Roadshow Y20 Tekankan Peran Anak Muda untuk Mengatasi Perkiraan Resesi Indonesia Tahun 2023
Sumber Foto : Istimewa

Roadshow Y20 Tekankan Peran Anak Muda untuk Mengatasi Perkiraan Resesi Indonesia Tahun 2023

Untuk pertama kalinya, Indonesia menjadi tuan rumah sekaligus Presidensi Group of Twenty atau G20. Forum tersebut akan membahas mengenai isu-isu Internasional dengan melibatkan anak muda dari seluruh anggota negara untuk memberikan aspirasi dan pendapat melalui dialog bersama. Selaras dengan hal itu, Youth 20 atau Y20 mengadakan roadshow Y20 Indonesia. Pada agenda tersebut, Y20 bersama Universitas Airlangga menggelar diskusi mengenai potensi resesi ekonomi pada Rabu (19/10) di lantai 3 Gedung C FISIP. Diskusi tersebut membawa tema “Youth Resilience Throughout Upcoming Economic Recession: Side Hustling vs Investing: Which is Best for You?”.

Roadshow menghadirkan narasumber dosen dan penyelenggara Y20 yaitu Moch. Yunus, S.IP., MA. (Dosen Hubungan Internasional UNAIR), Michael Victor Sianipar (Co-Chair of Y20 Indonesia 2022 sekaligus Director Patra Goverment Relations), dan Biondi Sanda Sima (Track Chair of Y20 Indonesia 2022 sekaligus Digital Goverment Consultant at World Bank). Dalam kesempatan itu, ketiganya membahas mengenai peran anak muda dalam menghadapi perkiraan resesi ekonomi di Indonesia tahun 2023.

Pada awal sesi, Michael Victor Sianipar menggambarkan tentang kegiatan Y20 sebagai bentuk persiapan sebelum G20 dilaksanakan.

“Y20 Indonesia sudah melaksanakan berbagai kegiatan di  mana perwakilan pemuda di seluruh negara anggota sudah hadir. Kegiatan itu, menghasilkan sebuah dokumen yang terdiri dari empat isu utama yang sudah disepakati yaitu ketenagakerjaaan pemuda, transformasi digital (kesenjangan infrastruktur digital), planet yang berkelanjutan dan layak huni, dan keberagaman,” paparnya.

Dokumen yang berhasil disepakati itu tidak hanya dokumen Internasional saja melainkan harapan-harapan anak muda tentang masa depan yang diinginkan. Michael Victor Sianipar juga berharap bahwa dengan adanya kegiatan ini, pemuda Indonesia bisa terinspirasi menjadi pemimpin-pemimpin dunia yang memiliki gagasan dan pemikiran besar.

Berikutnya, Moch. Yunus, S.IP., MA. menjelaskan bahwa banyak negara mengalami resesi akibat imbas dari pandemi COVID-19 sehingga perekonomian mengalami penurunan.

“Pengaruh pandemi Covid-19 menyebabkan ekonomi setiap negara mengalami penurunan. Tahun 2023, Indonesia akan mengalami resesi global akibat pengaruh negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang yang diperkirakan akan mengalami resesi,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau juga memaparkan bahwa Indonesia pernah mengalami situasi resesi pada tahun 1970-an karena faktor internal dan eksternal.

“Resesi tahun 70-an di Indonesia disebabkan oleh kebijakan ekonomi pada saat itu masih memakai kebijakan fiskal atau suku bunga rendah dan supply minyak bumi yang naik,” tambahnya.

Di sisi lain, narasumber ketiga, Biondi Sanda Sima menjelaskan tentang Hustling vs Investing yang berkaitan dengan anak muda yang harus memahami literasi ekonomi karena kecenderungan mereka yang langsung berpikir untuk langsung melakukan investasi. Anak muda lebih menyukai proses instan (Hustling) sehingga cenderung tidak memerhatikan langkah-langkah yang perlu dipahami sebelum melakukan investasi.

“Sebelum anak muda melakukan investasi untuk memperoleh keuntungan perlu melek ekonomi dengan cara memastikan pemasukan lebih besar daripada pengeluaran, membeli barang sesuai kebutuhan, memahami asuransi sebelum melakukan investasi karena ada bisa belajar tentang risiko kehilangan dana, dan memikirkan dana pensiun untuk mengelola keuangan ketika usia produktif,” jelasnya.

Penulis : Iratri Puspita

Editor : Primanda Andi Akbar