/Batal Perform di AYIFEST 2022, Manajemen Teuku Rizky & TBA: “Dari pihak panitia sih udah menjaminkan 1 mobil Jazz ke kantor.”
Sumber Foto : Tangkapan Layar Instagram @ayifest

Batal Perform di AYIFEST 2022, Manajemen Teuku Rizky & TBA: “Dari pihak panitia sih udah menjaminkan 1 mobil Jazz ke kantor.”

Batalnya konser musik AYIFEST 2022 pada (15/10) yang hingga hari ini belum menemukan titik terang menuai banyak pro kontra dari masyarakat. Sejak dikeluarkannya press release oleh BEM Universitas Airlangga melalui instagram @bem_unair, panitia penyelenggara AYIFEST 2022 belum mengklarifikasi rumor yang beredar.

Tim investigasi LPM Mercusuar berusaha menghubungi beberapa manajemen guest star, dan berhasil wawancara secara eksklusif via telepon dari salah satu guest star, TBA pada (21/10). Omen, selaku manajemen Teuku Rizky dan TBA menerangkan jika konser musik AYIFEST 2022 tidak memberi kejelasan hingga hari H acara.

“Posisi kita dicancel itu kita sudah di Surabaya. Jadi, posisinya kita diberangkatkan oleh pihak panitia tanggal 14, h-1 sebelum acara. Nah, saya diinfokan ini tidak mungkin terjadi itu di hari H. Saya dihubungi lalu saya minta kejelasannya, karena kan harusnya soundcheck di tanggal 14 itu. Alasan kita diberangkatkan pada tanggal 14 itu adalah karena memang mau soundcheck di tanggal 14-nya, karena di hari h tidak memungkinkan dengan jumlah tamu yang lain, waktunya ga cukup.” terang Omen.

Batalnya TBA perform di Surabaya, pihak manajemen menyayangkan alur komunikasi penyelenggara yang kurang jelas.

“Yang sulit dihubungi itu Tami, ketua acaranya. Sejauh ini LO-nya, volunteernya baik ke kita, alhamdulillahnya mereka tidak pergi gitu aja ke kita. Masih ada tanggung jawabnya tapi memang yang jadi kekecewaannya kita itu pembayaran akhirnya belum terjadi sampai saat ini, belum full”, kata Omen.

Omen juga mengungkapkan jika pihak panitia memberi jaminan kepada TBA 1 unit mobil dengan merek dagang Honda “Jazz”, namun jaminan tersebut juga dianggap abu-abu.

“Yang sudah masuk ke kita dari tim panitia 24 juta, itu belum 50 persen dari DP. Karena dari pihak kita ada kontrak, sebenernya h-1 sudah dilunasi dan itu disanggupi oleh pihak panitia. Lalu, ternyata tidak juga terjadi. Akhirnya saya minta kejelasan untuk pelunasan. Pelunasan katanya terjadi hari ini, setelah tanggal 16 itu kita pulang ke Jakarta. Dari pihak panitia sih udah menjaminkan satu mobil Jazz ke kantor, kebetulan produserku ada kantor di Surabaya, Mas Patrick Effendy. Tapi, yang kami tunggu saat ini yang dijanjikan itu BPKB-nya yang belum ada sampai sekarang, dan pelunasan belum ada juga. Aku dari kemarin tektokan sama ada Y dan S, mereka baik sih, mereka kooperatif, informasiin terus ke aku kalo mereka juga membantu untuk mencari si Tami ini buat kejelasan pelunasannya gitu. Karena kayanya mereka juga takut kalo mobil ini endingnya bakal dijual kalo emang gada kejelasan juga.”, ungkap Omen.

Menanggapi keputusan panitia penyelenggara AYIFEST 2022 yang membatalkan konser musik tersebut, Omen dan tim juga merasakan dampak kerugian.

“Kerugiannya sih satu, soal payment. Inikan harus dilunasi mba karena aku kan urusannya dengan banyak kepala kan, terutama dengan anak-anak TBA, Kiki, Bastian, Aldi, dengan 18 tim aku yang lainnya, kru, sound man, player, gitu. Dan inikan yang akhirnya terhambat dari kita juga, gitu. Dan waktu. Kita 3 hari, jatuhnya kita 3 hari 2 malem di Surabaya ga ngapa-ngapain. Ngapain gitu kan? Sedangkan aku minta di tanggal 15 pulang aja mereka belum menyanggupi untuk tiketnya, baru bisanya tanggal 16. Dan sangat tidak nyaman sebenernya, tapi aku ya sebisa mungkin kita cari solusinya, begitu. Mau keras juga kalo nanti solusinya ditinggal, gimana nasib kita?”, jelas Omen.

Omen juga menerangkan jika pihak guest star yang akan didatangkan oleh penyelenggara AYIFEST saling terhubung dan mendapat informasi antar satu sama lain. Dirinya berharap jika ke depannya untuk panitia bisa mempersiapkan lebih matang.

“Kalau pesen aku sih dari pihak manajemen artis gitu ya, nextnya, ya tolong dikasih kejelasan. Karena kan David Bayu itu udah pada di bandara. Kita kan semua sebenernya terconnecting sama guest star yang lain. Jadi, informasi itu masuk juga ke kita. Baiknya semua harus dipersiapkan dengan baik. Soal perizinan, soal komitmen pembayaran guest star gitu. Lalu apa, penanggung jawab ini harus jelas. Aku kemarin sedikit ngomong juga ke Tami, lu juga harusnya sebagai penanggung jawab itu gabisa tiba-tiba kita semua diserahkan sama LO, harusnya lu ketemu dengan manajer si pihak guest star, baru lu serahkan ke LO, gitu . Baiknya seperti itu, attitudenya begitu. Jadi kalo saran dari aku si semuanya harus dipreparein dengan baik aja sih, terutama soal perizinan. Kalo memang iya ya iya, kalau nggak, ya nggak. Karena kan terkait dengan kesibukan masing-masing si guest star itu kan, lalu terkait dengan pihak kru dan player kami juga, gitu.” pungkas Omen.

Penulis : Tim Investigasi LPM Mercusuar

Editor : Tim Investigasi LPM Mercusuar