/BEM UNAIR Hadirkan Arumi Bachsin dalam Program Literasi Gizi
Sumber Foto : Istimewa

BEM UNAIR Hadirkan Arumi Bachsin dalam Program Literasi Gizi

Auditorium Gedung Kuliah Bersama Kampus C Universitas Airlangga kedatangan tamu special yakni istri Wakil Gubernur Jawa Timur, Arumi Bachsin. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Timur tersebut hadir dalam undangan Program Literasi Gizi oleh Kementerian Kesehatan BEM UNAIR.

Dalam kehadirannya itu, Arumi Bachsin menyampaikan beberapa poin penting terkait Literasi gizi, antara lain dalam mencegah stunting, anak bisa didoktrin untuk makan satu butir telur tiap hari.

“Program nasional sudah membuktikan bahwa cara mencegah stunting adalah kasih satu butir telur untuk anak per hari. Jika agak parah, maka satu butir telur plus satu susu hati per hari” ucap istri Emil Dardak tersebut.

Selain menyampaikan tips mencegah stunting, Arumi juga berharap di masa depan, gizi anak dapat lebih tercukupi. Sebab dalam menghadapi masa pra-remaja, problematika akan semakin kompleks.

“Mudah mudahan kasus seperti bulimia, masalah pola hidup, intervensi gadget terhadap kualitas kesehatan berhenti di generasi saya saja. Dan kita dapat melahirkan generasi yang bebas masalah seperti itu” harap Arumi.

Selain Arumi Bachsin, dalam program itu menghadirkan pula berbagai narasumber lainnya, seperti Guru Besar Fakultas Kedokteran UNAIR, Prof. dr. Bambang Wirjatmadi, Penulis buku dan Pegiat literasi Maman Suherman, Founder Komunitas Kampung Dongeng, Awam Prakoso, hingga dokter spesialis kandungan Dr. Pungky Mulawardhana.

Program tersebut juga berkolaborasi dengan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia atau YAICI. Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat mengawali presentasi dengan mengingatkan bahaya susu kental manis bagi kesehatan. Menurutnya, Susu Kental Manis (SKM) sudah terlanjur dipahami sebagai pengganti susu oleh kebanyakan masyarakat Indonesia di beberapa daerah. Padahal, sejatinya kandungan gula dari SKM sangat tinggi

“Berdasarkan survei yang kami laksanakan pada 2018, di kendari 97% ibu-ibu yang disurvei menyatakan jika SKM adalah susu. Persepsi itu sudah terbentuk selama 100 tahun. Faktanya, kandungan gulanya sangat tinggi hingga mencapai 50% lebih,” jelas Arif.

Penulis : Danar Trivasya Fikri

Editor   : Primanda Andi Akbar