/BAGAIMANA AMERTA MENJADI OSPEK YANG MELEK TERHADAP KONDISI NASIONAL?
Sumber Foto : Istimewa

BAGAIMANA AMERTA MENJADI OSPEK YANG MELEK TERHADAP KONDISI NASIONAL?

Orientasi Studi Pengenalan Kampus atau yang biasa disingkat menjadi ospek merupakan kegiatan yang sudah membudaya di kalangan perguruan tinggi. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengenalkan kehidupan kampus kepada para mahasiswa baru, melalui serangkaian acara dan deretan tugas-tugas yang turut menyertai.

Begitupun dengan kegiatan ospek atau yang sekarang disebut dengan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru) di Universitas Airlangga yang tahun ini memiliki misi besar untuk mendukung Presidensi  Indonesia di G20. Amerta yang menjadi sebutan ospek di Universitas Airlangga tahun ini diadakan secara offline setelah sebelumnya dilaksanakan secara onine dua tahun lamanya. Tak tanggung-tanggung dalam Amerta offline tahun ini, panitia mengangkat tema yang membuat para mahasiswa baru melek terhadap kondisi nasional terkini. Tema yang diangkat oleh Amerta tahun ini yakni “Amerta sebagai Cawan Emas Peradaban Airlangga, Indonesia, dan Dunia”, yang isu utamanya adalah mengenai Presidensi Indonesia di G20, dengan tiga fokus fenomenanya yaitu kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.

Tema ini dipilih karena selain tengah menjadi isu yang hangat, juga karena Amerta sendiri berkeinginan agar para mahasiswa baru Universitas Airlangga memiliki pemahaman lebih terhadap Presidensi Indonesia di G20 melalui tiga fokus isu (kesehatan, lingkungan, dan ekonomi). Melalui kegiatan dengan tema ini, diharapkan para Ksatria Airlangga mampu mengambil peran nyata yang dapat memberikan kontribusi dalam akselerasi pemulihan situasi global yang menyeluruh.

“Kalau dari panitia sendiri, alasannya memilih tema dan sub isu tersebut adalah karena isu itu sedang hangat saat ini, dimana Indonesia menjadi Presidensi G20, dan kami dari panitia ingin memberikan pemahaman lebih ke maba tentang isu ini melalui tiga fokus fenomena tadi. Sedangkan cawan emas itu adalah sebuah metafora yang menggambarkan bahwa Amerta merupakan wadah dalam mencetak generasi Indonesia emas demi menyongsong Indonesia Emas 2045”, kata Bintang selaku koordinator humas dan publikasi Amerta 2022.

Amerta sendiri terdiri dari beberapa mata acara, dimana acara pertama yaitu Amerta Jayendra yang merupakan acara pengenalan kepada mahasiswa baru dengan mengundang seluruh Presiden BEM Fakultas. Acara selanjutnya adalah Amerta Candradimuka. Dalam Amerta Candradimuka ini diadakan focus group discussion (FGD) mengenai tema yang diangkat. Tujuannya adalah sebagai wadah penanaman nilai berpikir kritis, serta meningkatkan rasa kepekaan mahasiswa baru kepada isu terkini. Pada penutupan kegiatan atau disebut Amerta Abhiseka panitia mengundang beberapa tokoh publik sebagai relaksasi dari berbagai kegiatan yang telah dilalui sebelumnya.

Dengan tema yang diangkat dan pengemasan acara demi acara yang apik, Amerta ini sangat menarik sebagai wadah bagi para generasi muda Indonesia, khususnya para Ksatria Airlangga untuk menyebarkan cerita dan manfaat positif kepada dunia.

“Tahun ini kita adaptif, dengan melihat posisi Indonesia memegang Presidensi G20, itu menjadi cara kita untuk membranding dan sebagai bentuk dukungan terhadap Presidensi Indonesia di G20. Seperti saat penugasan awal ada tugas untuk mengupload di twitter menggunakan tagar dan berhasil trending nasional,” ungkap Reza selaku Menteri PSDM BEM Universitas Airlangga.

Hal ini menarik karena disamping UMKM, perempuan, dan penyandang disabilitas, kelompok pemuda sendiri juga merupakan fokus inklusivitas Presidensi G20 Indonesia. Sehingga harapannya melalui Amerta tahun ini, bisa menaungi dan memberikan penanaman nilai yang berguna bagi mahasiswa baru sebagai pemuda Indonesia di era Presidensi G20.

“Amerta ini sebagai wadah besar yang menaungi dan memberikan penanaman nilai yang berguna bagi mahasiswa baru. Seluruh panitian sudah mempersiapkan kurang lebih dua bulan dan semoga menjadi kesan yang baik untuk seluruh pihak”, pungkas Reza.

Selain itu, Amerta yang kembali digelar secara tatap muka tersebut ternyata menampilkan beberapa konsep-konsep baru. Salah satunya yaitu penggunaan aplikasi internal dalam penyampaian tugas dan berbagai pengumuman yang ada.

“Yang membedakan Amerta tahun ini dengan dua tahun kemaren itu selain offline kegiatannya, juga untuk tahun ini konsepnya sedikit berbeda. Lalu kita juga mencoba untuk tahun ini seluruh penugasan dan pemberitahuan kita maksimalkan menggunakan Aplikasi ASA”, tambah Reza.

ASA sendiri merupakan kepanjangan dari Aplikasi Bersama Arek Unair, yang merupakan buatan dari BEM Universitas Airlangga. Pembuatan aplikasi ASA ini bertujuan untuk menyalurkan informasi mengenai Universitas Airlangga kepada khalayak umum. Meskipun dalam praktiknya efektivitas penggunaan dari aplikasi ini belum bisa dikatakan 100% baik, tetapi banyak mahasiswa yang cukup terbantu dengan pemusatan semua informasi melalui aplikasi ini.

“Sebenarnya aplikasi ASA ini sangat membantu karena kita lebih mudah akses tugas kalau ada info apa-apa bisa langsung di cek di ASA, Cuma kadang kita mau masuk itu susah, jadi mungkin kedepannya bisa diperbaiki lagi”, ujar Pilio Dalius Anderson Wetapo salah satu mahasiswa baru Universitas Airlangga.