Ksatria Airlangga lupa terhadap Isu-Isu Indonesia

Walaupun negeri ini elok dan penuh pesona, sangat disayangkan kepada putra putri sang prabu yang lupa akan budayanya. Dulu hanya dengan pusaka nenek moyang bisa memukau mata dunia, tapi kini hanya sekedar cerita. Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai budaya. Keragaman budaya ini telah terjadi karena negara Indonesia terdiri dari ratusan pulau-pulau, di mana masing-masing pulau memiliki budayanya sendiri.

Namun, saat ini budaya Indonesia terancam hilang karena terkikis oleh waktu. Ada begitu banyak faktor yang menyebabkan budaya Indonesia berada dalam fase bahaya. Faktor-faktor tersebut berasal dari dalam dan luar. Melalui tulisan ini, penulis menggaris bawahi kepada putra putri sang
prabu, supaya peka akan budaya dan tradisi di tanah air. Mereka terbuai oleh kehidupan modern dan mulai melupakan nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang. Sebagai contoh, putra putri sang prabu lupa dan gagap terhadap isu seni di negeri ini, contoh pertunjukan “Reog
Ponorogo”. Yang dimana Kemenko PMK Muhadjir Effendy mengatakan Malaysia berencana mengajukan budaya tersebut ke badan PBB. Sebuah tamparan keras terhadap BEM Unair dan putra putri sang prabu yang luput terhadap isu ini. Serta putra putri sang Prabu yang sudah tidak peduli lagi dengan isu budaya semacam ini.

Selain itu mata hati Rektorat pun juga telah tertutup. Rektorat kurang responsif dalam hal menangani masalah kebudayaan, serta juga
kurang mendidik para putra putri sang prabu dalam hal kebudayaan. Rektorat hanya ingin membesarkan perut, dengan mengejar klaim ranking world clas university. Marilah kita menjaga budaya di negeri ini dengan cara melestarikan budaya lokal dan juga harus selektif dalam membendung budaya barat yang datang ke negara kita. Jika kita telah kehilangan budaya asli kita, berarti kita telah kehilangan identitas nasional kita sendiri.

Penulis : George Andreas Muslim

Editor : Petrus Perlindungan Zai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *