/Persiapan Dirasa Sudah Matang, BEM UNAIR Siap Gelar Aksi Turun ke Jalan
Sumber Foto : Istimewa

Persiapan Dirasa Sudah Matang, BEM UNAIR Siap Gelar Aksi Turun ke Jalan

BEM Universitas Airlangga bersama Aliansi BEM Surabaya (ABS) berencana melakukan gerakan aksi demonstrasi untuk menyikapi isu-isu nasional yang tengah naik daun akhir – akhir ini. Disepakati bersama, aksi turun jalan akan dilaksanakan pada tanggal 14 April 2022.

Tetapi, sebelum menggelar aksi turun ke jalan, BEM Universitas Airlangga telah menggelar diskusi serta konsolidasi terbuka bersama denga seluruh mahasiswa Universitas Airlangga dari berbagai fakultas terkait beberapa tuntutan yang akan di gugat sekaligus mengangkat segala keresahan masyarakat pada selasa (12/4).

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga Yoga Haryo mengungkapkan bahwa diadakannya diskusi serta konsolidasi bertujuan untuk mewadahi mahasiswa Universitas Airlangga untuk mengungkapkan ide – ide guna mengatasi permasalahan bangsa.

“Beberapa kebijakan pemerintah menimbulkan keresahan pada masyarakat, maka dari itu kita harus menyuarakan aspirasi dan menjadi penyambung lidah rakyat. Maka dari itu diskusi dan konsolidasi ini diadakan bertujuan untuk pengungkapan ide-ide dari teman-teman mahasiswa Universitas Airlangga,” ungkap Yoga Haryo.

Dalam diskusi dan konsolidasi tersebut dihadiri oleh perwakilan BEM dari seluruh fakultas yang ada di Universitas Airlangga. Salah satu yang turut hadir adalah Menteri Sosial dan Politik BEM Universitas Airlangga, Hanif Ibrahim.

Hanif menuturkan bahwa agenda diskusi dan konsolidasi tidak hanya berhenti pada pertemuan online. Tetapi, juga akan digelar pertemuan secara tatap muka di Taman Belakang Kampus B, Fisip Unair.

“Konsolidasi ini rencana nya masih akan ada kelanjutannya besok pada 13 April di Taman Belakang Kampus B pada jam 20.00 WIB untuk pembahasan terkait teknis lapangan pada tanggal 14,” ucap Hanif Ibrahim.

Terkait agenda turun ke jalan, BEM UNAIR bersama Aliansi BEM Surabaya sepakat akan melakukan aksi pada 14 April 2022 pukul 10.00 WIB dengan membawa 6 tuntutan.

“Terkait beberapa tuntutan yang akan di gugat seperti kenaikan harga BBM (Pertamax), kelangkaan minyak goreng, kenaikan harga minyak goreng, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), pengkajian ulang masalah Ibu Kota Negara Baru (IKN), dan Reforma Agraria,” tegas Hanif Ibrahim.

Kemudian, pada rabu (13/4) telah diadakan agenda lanjutan berupa diskusi dan konsolidasi secara offline di Taman Belakang Kampus B, Fisip Unair yang juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari berbagai fakultas. Dalam agenda lanjutan tersebut disepakati bersama bahwa titik kumpul aksi berada di Taman Belakang Kampus B, Fisip Unair pukul 09.00 WIB dan nantinya akan bersama-sama menuju gedung DPRD Jawa Timur menaiki sepeda motor.

Penulis : Mirna Tiara Sari

Editor : Petrus Perlindungan Zai