Pawang Hujan di Mandalika : Mistis atau Gimmick ?

Ajang balap Perdana kelas MotoGP berhasil diselenggarakan pada Minggu, 20 Maret 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Keberhasilan dalam penyelenggaraan balap perdana ini tidak terlepas dari berbagai keunikan yang menjadi perhatian media nasional, bahkan Internasional.

Keadaan cuaca yang  buruk karena hujan deras dan badai petir membuat air tergenang di arena balapan membuat ajang balapan perdana ini harus ditunda. Fenomena ini menjadi menarik perhatian publik ketika dukun wanita diturunkan untuk menghentikan hujan dengan cara yang dianggap mistis. Hal ini kemudian menjadi heboh di berbagai media nasional maupun internasional dengan respon yang beragam. Ada yang tidak percaya dan menganggap hal itu sesuatu yang kebetulan, namun tidak sedikit juga yang percaya karena setelah ritual ini hujan menjadi reda.

Lalu, apakah benar Indonesia masih percaya hal mistis tersebut ditengah kemajuan teknologi khususnya dalam melakukan Rekayasa Cuaca atau Weather Modification Technology (WMT) ?

Terlepas dari berbagai pendapat dan asumsi terkait aksi dari pawang hujan di sirkuit Mandalika, saya menganggap bahwa aksi ini hanya sebatas Marketing Strategic / Gimmic Marketing untuk memasarkan nama sirkuit baru itu dan Indonesia secara luas untuk menjadi dikenal oleh dunia Internasional. Hal ini dapat terlihat dibalik tokok-tokoh yang berperan aktif dalam memasarkan dan menyukseskan ajang balap di Mandalika dan juga niatan yang secara tidak langsung menginginkan aksi ini terlihat oleh publik.

  1. Peran Tokoh BUMN dan Pertamina

Sejak awal, pembangunan Sirkuit Mandalika diinisiasi oleh Kementerian BUMN dibawah perusahaan PT. Pertamina. Kementerian BUMN dibawah kepemimpinan Erick Thohir sejak awal telah menunjukan peran aktif nya dalam pembangunan dan pemasaran sirkuit Mandalika di dunia Internasional. Pelaksanaan ajang balap perdana ini pun tidak terlepas dari peran mereka yang sejak awal berkomitmen penuh dalam menyukseskan tujuan dari sirkuit Mandalika sendiri untuk dikenal baik didunia Internasional. Terselenggaranya ajang balap ini tentunya diorganisasikan oleh para tokok-tokoh terbaik dan memiliki pemikiran yang besar. Demikian juga aksi dari pawang hujan yang muncul di arena balap tersebut, tentunya tidak dilakukan secara sembarangan. Hal tersebut pastinya telah dipertimbangkan secara matang sebelum melakukannya.

2. Aksi Pawang Hujan dipertontonkan

Fenomena aksi pawang hujan ini kemudian menjadi menarik karena dipertontonkan kepada publik. Seharusnya, hujan itu tentunya tidak hanya terjadi diarena balapan saja. Skala wilayah terjadinya hujan pasti mencakup wilayah yang cukup luas, terlebih jika hujan deras pastinya tidak mungkin terjadi hanya sebatas arena balapan. Bukan hal yang tidak mungkin aksi ini dilakukan ditempat yang berbeda dan lebih tersembunyi. Dari hal ini dapat terlihat bahwa aksi ini memang merupakan suatu aksi yang dengan sengaja dipertontonkan untuk menjadi perhatian publik.

Terlepas dari berbagai tanggapan baik yang positif maupun negatif terhadap aksi pawang hujan ini, terbukti bahwa hal ini telah menjadi ajang promosi gratis Indonesia secara umum dan Mandalika secara khusus dimata dunia Internasional. Terlebih karena aksi ini kemudian mendapat respon dari akun resmi MotoGP yang seakan membernarkan aksi ini benar dapat menghentikan hujan di Mandalika.

Penulis : Petrus Perlindungan Zai

Editor : Primanda Andi Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *