/Straight Edge: Perlawanan Terhadap Kultur Skena Alternatif
Sumber Foto : Pinterest.com

Straight Edge: Perlawanan Terhadap Kultur Skena Alternatif

Seperti yang kita ketahui bersama, musik skena alternatif secara kultural selalu dipenuhi oleh anak muda berjiwa rebel yang lekat dengan minuman alkohol, rokok, seks bebas, bahkan narkoba. Hal tersebut seakan menjadi identitas sekaligus menciptakan stigma negatif dari masyarakat awam yang pertama kali melihat anak muda penikmat skena alternatif. Stigma negatif tentu memberi dampak terhadap penikmat musik alternatif, seperti Punk, Hardcore, ataupun Metal. Lantas apakah semua penikmat aliran musik tersebut merupakan penikmat minuman alkohol, rokok, seks bebas, dan narkoba?. Dari keadaan ini, muncullah gerakan Straight Edge (sXe) yang dipelopori oleh sekelompok pemuda.

Sejarah

Ian MacKaye merupakan salah satu personel band Minor Threat yang menjadi pionir dari aliran kontemporer Punk-Hardcore. Melalui salah satu lagunya, yakni Straight Edge yang dirilis pada tahun 1981. Ian melakukan kritik terhadap anak punk atau pemuda yang terlibat dalam skena alternatif, kritik tersebut dibuat lantaran gaya hidup teman-temannya dan orang disekitarnya yang lekat dengan minuman alkohol dan narkoba. Dilansir dari laman resmi Hai, Ian mengatakan bahwasanya “(Pada tahun 1970-an) apa yang aku lihat hanya orang-orang teler. Saat SMA, aku cinta semua temanku, tapi mereka cuma berpesta. Sangat mengecewakan kalo satu-satunya bentuk pemberontakan mereka hanyalah menghancurkan diri sendiri.” Selain dari wawancara tersebut, Ian juga menyampaikan kritiknya melalui lirik lagu Minor Threat yang berjudul “Straight Edge”. Melalui lagu tersebut pula, Ian MacKaye melampiaskan kekesalannya terhadap orang-orang di sekitarnya yang lebih sering telernya daripada menikmati musik Punk yang energik.

Selain identik dengan gaya hidupnya yang dianggap menyimpang dari gaya hidup pemuda skena alternatif kebanyakan, Straight Edge juga identik dengan penggunaan simbol lambang “X” baik sebagai aksesoris pelengkap pakaian maupun dipakai sebagai simbol yang berdiri sendiri. Dalam sejarahnya, penggunaan simbol X dimulai ketika pemerintahan Amerika Serikat mengeluarkan regulasi yang secara ketat mengawasi konsumsi alkohol terhadap pemuda di bawah umur. Hal tersebut membuat pemilik bar atau klub malam di Washington yang secara rutin menyelenggarakan konser band indie untuk menarik minat anak muda di sekitar mereka, memberikan tanda “X” terhadap pemuda dibawah umur yang mengonsumsi alkohol  (Haenfler, 2006:7). Penggunaan simbol tersebut secara cepat berkembang menjadi simbol perlawanan terhadap gaya hidup “live fast, die young” yang pada saat itu sedang menjangkit pemuda di Amerika Serikat.

Perlawanan

Gerakan Straight Edge atau sXe menjadi sebuah lawan dari gaya hidup anak Punk yang pada saat itu cenderung mengarah pada hal yang bersifat hedonistik. Mayoritas individu yang secara sadar menganggap diri mereka merupakan bagian dari gerakan Straight Edge beranggapan bahwa gaya hidup hedon pemuda Punk pada saat itu bukanlah bentuk perlawanan sesungguhnya terhadap gaya hidup mapan, yang selama ini berusaha dilawan oleh Punk. Straight Edge hadir untuk melakukan pembaharuan terhadap kultur Punk yang menyimpang dari gerakan anti kemapanan yang berbasiskan pada aksi solidaritas dan kolektif menjadi sekumpulan individu hedon yang berusaha menenggak apapun untuk teler. Secara luas, gerakan ini juga berusaha melakukan kritik terhadap mereka, individu yang mengaku memegang gaya hidup Punk tapi secara ironi masih menghambakan diri pada kesenangan individu. Secara perlahan, gerakan Straight Edge berhasil melakukan reformasi terhadap skena musik alternatif yang tadinya dipenuhi oleh orang-orang liar, menjadi tempat atau wadah aktualisasi pemuda untuk menemukan jati diri mereka melalui musik.

Penulis : Reno Ehza Mahendra

Editor : Primanda Andi Akbar

Referensi:

Bahar, Alvin. (2020). Mengenal Gaya Hidup Straight Edge yang Dicetuskan Bapaknya Hardcore Punk, Ian MacKaye. Link: https://hai.grid.id/amp/072085325/mengenal-gaya-hidup-straight-edge-yang-dicetuskan-bapaknya-hardcore-punk-ian-mackaye?page=all.

Haenfler, Rose. (2006). Straight Edge: Clean Living Youth, Hardcore Punk, and Social Change. New Brunswick, New Jersey, and London: Rutgers University Press.