Review Drama Korea “Snowdrop” (2021) : Debut Aktris Jisoo Blackpink dalam Dramanya yang Kontroversial

Siapa yang tidak mengenal idol Kpop berparas cantik Kim Jisoo. Visual Blackpink ini diketahui baru-baru saja melakukan debut aktrisnya dalam drama yang berjudul Snowdrop yang diperankannya bersama aktor tampan Jung Hae In yang dirilis pada 24 Desember 2021.

Snowdrop merupakan drama yang berlatarkan politik Korea Selatan pada era Gerakan Demokratisasi Gwangju. Dalam drama yang ber-genre romance tersebut penulis terkesan hanya menempelkan cerita pergolakan politik pada masa-masa suram Korea Selatan sebagai wadah implementasinya saja.

Hal tersebut dapat dilihat dari alur cerita snowdrop. Pada episode awal, drama ini dengan baik menggambarkan bagaimana kehidupan mahasiswa di masa pergerakan kala itu. Dengan sedikit dibumbui oleh komedi-komedi kelam serta isu-isu klenik yang dipercaya masyarakat Korea Selatan dan drama perebutan kekuasaan antar petinggi negara menjadikan Snowdrop menjadi drama dengan kesan berbobot pada awalnya.

Hingga akhirnya, drama ini mulai terkesan membosankan karena gagal memanfaatkan dengan baik potensi yang dimilikinya. Drama yang diperankan oleh salah satu member Blackpink ini mulai kehilangan kemenarikan saat penulis kehilangan fokus yang mengakibatkan cerita di drama ini melebar kemana-mana. Penulis, terkesan lalai pada perubahan emosi pada pemeran utama yaitu Su Ho (Jung Haein) dan Young Ro (Jisoo Blackpink) setelah mereka mengalami berbagai masalah selama drama ini berjalan.

Emosi Young-ro yang begitu konsisten antara bingung dan pasrah menyebabkan seolah tidak ada tantangan lain bagi Jisoo untuk mengeksplor lagi kemampuan aktingnya. Padahal, semestinya drama ini bisa menjadi titik balik karier Jisoo dimasa depan. Apalagi, Jisoo berasal dari girl group papan atas dan memiliki basic penggemar yang besar bahkan di tingkat Internasional. Seharusnya, ini bisa menjadi strategi yang bagus untuk meningkatkan rating drama ini.

Dari sebelum dirilis, Snowdrop memang sudah kontroversial dikalangan masyarakat Korea Selatan. Bahkan masyarakat Korea Selatan sempat menuliskan petisi kepada Presiden agar drama ini tidak jadi ditayangkan. Hal tersebut dikarenakan mulanya sinopsis dari drama ini yang dinilai mengubah sejarah oleh masyarakat setempat.

Di tahun 1980-an Korea Selatan sempat memiliki pemimpin yang ditaktor, saat itu banyak mahasiswa yang melakukan demo untuk mengembalikan Korea Selatan sebagai negara demokrasi yang memegang teguh nilai-nilai demokrasi. Namun, dalam drama Snowdrop Su-ho yang terluka diselamatkan oleh Young-ro karena mengira Su-ho adalah bagian dari mahasiswa yang demo, padahal dia adalah mata-mata Korea Utara. Hal ini terkesan menjelekkan nama baik mahasiswa yang mengikuti gerakan demokrasi saat itu. Masyarakat Korea Selatan menganggap, dalam drama ini menggambarkan seolah-olah terdapat komunis diantara para mahasiswa tersebut.

Masalah selanjutnya adalah, terdapat Kang-moo (Jang Seung-jo) yang berperan sebagai salah satu karyawan Departemen Perencanaan Keamanan (DPK). Karakter Kang-mo dalam sinopsis drama ini digambarkan sebagai seorang karyawan DPK yang baik. Padahal pada kenyataannya Departemen Pemerintahan pada waktu itu terkesan sangat jahat dan buruk image-nya dikalangan masyarakat. Namun, dalam drama Snowdrop DPK dibuat seolah tidak terlalu jahat melalui karakter Kang-moo. Hal tersebut dianggap mengubah sejarah yang ada.

Kemudian, masalah lainnya adalah tentang karakter yang diperankan oleh Jisoo yaitu yang awalnya dalam sinopsis disebut Young-cho. Di real life, diketahui memang terdapat mahasiswi bernama Young-cho yang sampai sekarang masih hidup. Beliau memiliki suami bernama Joong Moon Hwa yang meninggal karena disiksa oleh DPK saat melakukan demo dulu.

Yang membuah Snowdrop menjadi kontroversial di Korea Selatan adalah karena apa yang tertulis dalam sinopsis Snowdrop ini sangat berbeda dengan realita sebenarnya. Apalagi drama ini diperankan oleh Jisoo Blackpink yang artinya akan banyak orang luar negeri yang akan menonton drama ini. Apabila apa yang ditayangkan tidak sesuai dengan sejarah yang ada, takutnya terdapat image yang salah mengenai mahasiswa dan DPK saat itu. Jadi, sejarah aslinya para mahasiswa pendemo itu baik dan DPK itu jahat, lalu karena ada drama yang seperti ini, nanti orang luar negeri ketika mendengar cerita kejadian sejarah ini, mengira dulu dikalangan mahasiswa terdapat mata-mata sehingga DPK terkesan tidak bersikap jahat kepada mahasiswa saat itu. Sehingga, ketika sinopsis Snowdrop dirilis banyak menimbulkan kemarahan dari masyarakat Korea Selatan.

Terlepas dari bagaimana alur cerita dan kontroversi yang ada, tim produksi Snowdrop ini sangat patut diacungi jempol karena berhasil menghidupkan suasana 80-an sehingga dapat menimbulkan kesan nostalgia bagi penonton. Pemilihan soundtrack dan aksi para pemain pendukung seperti Kim Hye-hyon yang berperan sebagai Kim Bun-ok turut berperan penting dalam membangun emosi dan mengurangi kebosenan drama ini.

Penulis : Sharisya Kusuma R.

Editor   : Primanda Andi Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *