/Hati-Hati, Penipuan Bermodus Pengembalian Dana KIP Kuliah
Tangkapan Layar : Instagram @bidikmisiunair

Hati-Hati, Penipuan Bermodus Pengembalian Dana KIP Kuliah

Akhir-akhir ini beberapa mahasiswa Universitas Airlangga dihebohkan dengan kasus penipuan bermodus pengembalian dana KIP Kuliah. Dalam menanggapi kasus tersebut, AUBMO sebagai organisasi yang mewadahi dan menaungi mahasiswa bidikmisi memberikan pernyataan sikap bahwa tidak ada kebijakan KIP Kuliah di Universitas Airlangga yang meminta pengembalian dana.

Ketua AUBMO, Uyun Lissa Fauzia menjelaskan bahwa tidak ada kebijakan pengembalian uang KIP Kuliah dari mahasiswa ke pihak kampus.

“Tidak ada itu yang namanya kebijakan pengembalian uang KIP Kuliah dari mahasiswa ke pihak kampus karena pengembalian UKT sudah selesai diproses dan tidak ada kesalahan,” ungkap Lissa (panggilan akrab).

Pengembalian dana yang dimaksud oleh mahasiswa Antropologi tersebut adalah pengembalian UKT yang sudah dibayarkan oleh mahasiswa ketika pendaftaran kuliah awal  (jalur mandiri), kemudian lolos dalam pengajuan KIP Kuliah.

Lissa mengungkapkan dana yang berkaitan dengan KIP Kuliah bukan diurus oleh pihak fakultas melainkan pihak universitas melalui Direktorat Keuangan.

            “Pengembalian uang dari mahasiswa ke oknum yang mengaku sebagai pegawai unair itu tidak ada, karena pengembalian uang UKT sudah clear dan tertera jelas di kebijakan KIP harus melalui kemahasiswaan universitas bukan fakultas,” tegas Lissa.

  Di sisi lain, ada salah satu mahasiswa bernama Muhammad Haydar Montazeri dari program studi Sosiologi yang berstatus sebagai penerima beasiswa juga mengalami kejadian penipuan. Kejadian yang dialami Haydar berkaitan dengan penipuan yang bermodus bantuan pendidikan. Kronologi kejadian bermula saat Haydar mendapat telepon dari nomor asing pada malam hari di tanggal 24 Februari 2022.

 Saat itu, pelaku sempat bertanya mengenai nama dan beasiswa yang dimiliki serta menyebutkan beberapa nama-nama staf di Unair seperti Irfan Wahyudi (Wakil Dekan 3 FISIP) dan Prof. Nasih (Rektor UNAIR). Selain itu, pelaku juga sempat menyuruh mengirimkan buku rekening dan KTP pribadi.

“Ketika penelepon yang mengatasnamakan pak Irfan Wahyudi mulai bertanya mengenai penerima beasiswa, saya langsung curiga. Kemudian, ia menyuruh untuk mengirimkan foto buku ATM sama KTP, saya semakin curiga. Akhirnya, saya coba tanya ke teman saya yang satu prodi dan saya mendapat informasi bahwa orang itu merupakan pelaku penipuan. Lalu, di get contact coba saya telusuri, ternyata memang benar si penelepon itu adalah penipu,” jelas Haydar.

Terjadinya kasus penipuan KIP Kuliah semacam ini membuat pengurus AUBMO langsung bergerak menghubungi help center yang ternyata juga mendapat banyak laporan mengenai kasus yang sama. Namun, pihak help center hanya menyebarkan informasi itu secara internal dan belum menempuh jalur hukum.

            “Help center juga mendapat laporan kemudian kemahasiswaan (Bu Titi) dari help center juga menerima pengaduan. Mereka cuma sebar berita aja dan hanya melalui internal dengan cara menyebar nomor telepon pelakunya,” tambah Lissa.

           Agar penipuan tidak terjadi kembali, Lissa mengharuskan kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah atau beasiswa lainnya untuk berhati-hati dan selalu kritis. Ia menuturkan apabila ada mahasiswa yang menerima telepon dari pihak yang mengatasnamakan KIP Kuliah harap langsung menghubungi pihak AUBMO supaya mendapatkan informasi yang sebenarnya.

         “Jadi sasaran dari penipuan ini kebanyakan dari teman-teman yang mendapatkan beasiswa KIP Kuliah dan beasiswa-beasiswa lain. Oleh karena itu, bila ada teman-teman yang menerima telpon dari oknum yang menyuruh mengembalikan dana beasiswa, maka harus hati-hati dan kalau bisa langsung hubungi teman-teman AUBMO agar bisa tau motifnya,” tutup Lissa.

Penulis : Iratri Puspita

Editor   : Primanda Andi Akbar